Butuh 19 penyerang direkrut Chelsea di era Todd Boehly untuk mendapatkan striker tajam. Tidak hanya Chelsea, Joao Pedro bisa menjadi sumber gol baru timnas Brasil.
09 Jul 2025 17:41 WIB · Olahraga
NEW JERSEY, RABU — Bermain selama satu jam sudah cukup bagi Joao Pedro untuk menunjukkan kepada rekan-rekan barunya cara menjadi penyerang sejati yang dibutuhkan Chelsea. Baru bergabung enam hari lalu, striker asal Brasil itu mengantarkan ”Si Biru” menuju final Piala Dunia Antarklub.
Pedro hanya butuh dua pertandingan untuk membuktikan dirinya solusi dari ketiadaan penyerang tajam milik Chelsea. Setelah tampil sebagai kameo pada laga perempat final Piala Dunia Antarklub 2025 menghadapi Palmeiras dengan durasi berlaga hanya 36 menit, ia langsung mencetak brace alias dua gol pada laga pertama masuk dalam daftar pemain utama Chelsea.
Ia menjadi penyerang utama Chelsea kontra duta Brasil, Fluminense, Rabu (9/7/2025) WIB, di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat. Pedro mencetak gol pertama untuk tim barunya melalui sepakan terarah dari luar kotak penalti pada menit ke-18.
Gol debut bersama Chelsea itu menunjukkan tingginya insting gol Pedro. Ia melihat posisi kiper veteran berusia 44 tahun milik Fluminense, Fabio, terlalu maju dari garis gawang.
Sepakan mengarahkan bola ke pojok kiri gawang Fluminense cukup untuk menggetarkan jala gawang representasi Brasil itu. Ia mencetak gol pertama untuk Chelsea melalui tembakan pertama di Stadion MetLife.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/07/09/27121c44-8f12-4c04-97da-8de63c11a0c1_jpg.jpg)
Sekitar 11 menit setelah turun minum, penyerang berusia 23 tahun itu memaksimalkan asis dari gelandang Enzo Fernandez untuk menegaskan keunggulan Si Biru. Tanpa perlu waktu lama, Pedro sudah bisa bermain padu untuk mendapatkan layanan prima dari rekan setimnya.
Dua gol dari tiga tembakan membuktikan Pedro bukan penyerang sembarangan. Setidaknya, ia berpeluang besar menghapus kutukan Chelsea dalam pencarian pemain bernomor sembilan tajam.
Sejak berakhirnya era Didier Drogba, Si Biru kesulitan mencari pemain yang bisa menggaransi dobel digit gol serta memberikan gol pada laga-laga krusial.
”Ini seperti mimpi, saya tidak bisa membayangkan situasi lebih baik. Saya baru datang pekan lalu dan sekarang bermain di final. (Piala Dunia Antarklub) bisa menjadi trofi juara pertama saya,” ujar Pedro, dilansir BBC.
Pelatih Chelsea Enzo Maresca mengakui kontribusi besar Pedro bagi langkah timnya menuju babak final. Chelsea akan menghadapi pemenang duel Paris Saint-Germain kontra Real Madrid, Kamis (10/5/2025) WIB.
”Satu hal tentang Joao (Pedro) adalah kami sudah mengetahui betapa bagusnya dia. Kami memahami kemampuannya bergerak ke dalam dan menyambungkan permainan. Itu alasan kami membawanya ke dalam tim,” tutur Maresca, dilansir laman FIFA.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/07/09/f54de546-1e01-4b90-a257-5d59d864c2b3_jpg.jpg)
Tidak mudah bagi Chelsea mendapatkan penyerang tajam. Sejak beralih kepemilikan dari taipan Rusia, Roman Abramovich, kepada pengusaha Amerika Serikat, Todd Boehly, mereka sudah merekrut 19 penyerang.
Pedro direkrut dengan uang transfer 60 juta pounds atau sekitar Rp 1,32 triliun dari Brighton & Hove Albion. Koleksi 30 gol dari 70 laga bersama ”Si Burung Camar”, julukan Brighton, merupakan modal Pedro untuk bergabung dengan Chelsea serta membuka kesempatan naik kelas dengan bermain di klub papan atas Inggris.
Dengan mendatangkan Pedro, Boehly sudah menghabiskan anggaran lebih dari 600 juta pounds (Rp 13,2 triliun) untuk mencari sumber gol baru Chelsea.
Sejumlah pemain depan didatangkan Boehly, seperti Raheem Sterling, Pierre-Emerick Aubameyang, David Fofana, Mykhailo Mudryk, Marc Guiu, Christopher Nkunku, hingga Nicolas Jackson, tetapi tidak ada yang benar-benar membuat pendukung Si Biru mengelu-elukan performa mereka.
Dua gol dari dua penampilan perdana bersama Chelsea menjadi sinyal Pedro adalah partikel pelengkap dalam skema Maresca. Dengan gelandang dan penyerang sayap kreatif sejatinya tidak sulit menjadi poacher di Chelsea.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/07/09/bc237c38-fd48-46f0-96d5-daa0edcf7b08_jpg.jpg)
Para penyerang dimanjakan gelandang kreatif, misalnya Enzo dan Cole Palmer, lalu dibantu pemain sayap pembuka ruang dan pemberi umpan matang, di antaranya Pedro Neto, Noni Madueke, dan Nkunku.
Penyerang tengah Chelsea hanya perlu mengasah ketajaman mereka. Tentu, patut dilengkapi pula dengan kecermatan pengambilan keputusan dan akurasi tembakan prima.
Ketika Pedro keluar akibat cedera pada menit ke-60, performa anomali kembali menghunjam Si Biru. Enam tembakan dalam 30 menit akhir laga tidak ada yang tepat sasaran.
Bahkan, pengganti Pedro, Jackson, membuat kesal Palmer akibat keputusannya mengeksekusi sendiri peluang alih-alih memberi umpan kepada Palmer pada menit ke-80. Sepakan Jackson membentur tiang gawang dan keluar di sisi kanan luar gawang Fluminense. Padahal, Palmer sudah berdiri bebas di muka gawang tim asal Brasil itu.
Seandainya bisa konsisten menjadi sumber gol baru Chelsea pada musim 2025-2026, Pedro tidak sekadar bakal menjadi idola baru di Stadion Stamford Bridge. Ia berpeluang besar menjadi pemilik nomor sembilan baru nan kekal di tim nasional Brasil. Seperti Chelsea, ”Selecao” juga kehilangan sosok predator gol tajam dalam beberapa tahun terakhir.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/07/09/7079adde-1c82-4d66-b9e4-e24dc0ad6b9a_jpg.jpg)
”Bermain di Chelsea adalah kesempatan dia (Pedro) menaikkan level kariernya. Dia berada di jalur yang tepat. Kita bisa lihat potensinya dan semoga Pedro bisa memenuhi harapan itu,” kata Gareth Bale, legenda Wales, dalam analisisnya kepada DAZN.
Thiago Silva, bek tengah dan kapten Fluminense, angkat topi dengan performa Pedro. Ia bukan hanya sempat menghadapi Pedro ketika masih membela Chelsea, Silva dan Pedro juga memiliki pelatih fisik yang sama.
”Anak ini istimewa, saya sangat menyukainya. Saya tidak menyangka dia bisa memberikan performa yang sangat menginspirasi. Sangat disayangkan pemain didikan klub ini menyingkirkan kami, tetapi momen ini tentu membahagiakannya,” kata Silva, seperti dikutip Globo.
Silva merujuk Pedro yang merupakan lulusan akademi Fluminense. Pedro sudah bergabung dengan Fluminense sejak berusia 10 tahun. Ia bermain untuk tim utama ”Tricolor” pada 2019 sebelum hijrah ke Watford pada Januari 2020.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar