SEPAK BOLA

John Herdman: Ramadhan Sananta adalah Olivier Giroud Milik Indonesia

Ramadhan Sananta adalah penyerang murni lokal terbaik Indonesia saat ini. John Herdman percaya pada potensinya.

29 Mar 2026 20:04 WIB · Olahraga

KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

Pelatih tim nasional Indonesia John Herdman geram dengan kritik hingga hinaan daring yang diterima penyerangnya, Ramadhan Sananta. Sananta, penyerang milik DPMM Brunei, dianggap Herdman memiliki peran serupa Olivier Giroud di tim Perancis.

Sentimen negatif menaungi Sananta akibat gagal mencetak gol ketika menghadapi Saint Kitts dan Nevis, Jumat (27/3/2026), di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Sananta adalah satu-satunya penyerang yang tidak mencetak gol.

Sananta, penyerang kelahiran Langsa, Kepulauan Riau, kalah produktif dibandingkan tiga rekannya. Beckham Putra menghasilkan brace atau dua gol, lalu Ole Romeny mencetak satu gol dan menciptakan dua asis.

Bahkan, penggantinya, Mauro Zijlstra, mengunci kemenangan Indonesia 4-0 pada menit ke-75. Zijlstra hanya butuh waktu dua menit tampil usai mengisi peran nomor sembilan yang ditempati Sananta selama 73 menit.

Pemain Indonesia, Ramadhan Sananta, berebut bola dengan pemain Saint Kitts dan Nevis, Romaine Sawyers, dalam laga FIFA Series di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (27/3/2026). Indonesia menang 4-0.

KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA)
27-03-2026

Namun, Herdman tidak sepakat dengan penilaian suporter. Menurut dia, performa Sananta tidak adil hanya diukur dari koleksi gol.

“Sananta adalah anak yang mementingkan tim di atas segalanya. Pergerakan dia membantu Ole (Romeny), Ragnar (Oratmangoen), juga Beckham mendapatkan ruang di pertahanan lawan,” ucap Herdman seusai sesi latihan terakhir Indonesia jelang menghadapi Bulgaria, Minggu (29/3/2026), di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta.

Satu pergerakan krusial Sananta di lini serang menghasilkan gol kedua yang dicetak Beckham. Sananta menjadi tujuan umpan jauh Rizky Ridho yang mengawali proses gol.

Sananta mampu menahan bola, kemudian memberikan operan kepada Romeny. Bola yang diterima Romeny selanjutnya diarahkan kepada Beckham. Situasi itu membuat Beckham tanpa kawalan sehingga tak kesulitan menaklukkan kiper Saint Kitts dan Nevis.

Operan awal gol kedua itu adalah salah satu dari 12 operan sukses Sananta di laga ke-19 bersama skuad Garuda.

Pemain Indonesia, Ramadhan Sananta, berebut bola dengan pemain Saint Kitts dan Nevis, Mervin Lewis, dalam laga FIFA Series di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (27/3/2026). Indonesia menang 4-0.

KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA)
27-03-2026

Selain itu, Herdman juga menyebut peran penting Sananta sebagai bek pertama yang menekan pemain lawan ketika membangun serangan. Dalam catatan Lapang Bola, Sananta mampu melakukan satu pemulihan penguasaan bola bagi skuad “Garuda”.

“Dia seperti Olivier Giroud. Tidak banyak mencetak gol, tetapi berperan penting bagi permainan tim. Kenapa Giroud tidak mendapat kritik dengan permainan itu, sedangkan perlakuan terhadap Sananta berbeda?” kata Herdman, yang memimpin Kanada di Piala Dunia Qatar 2022 lalu.

Perlu pembenahan

Di luar aksi Sananta yang sesuai dengan kebutuhan taktik, Herdman mengakui Sananta, juga pemain Indonesia lain, wajib membenahi penampilan. Kelemahan utama Sananta adalah ketenangannya di kotak penalti.

Ia melepaskan satu peluang besar di babak kedua. Sananta, yang sudah menghasilkan empat gol dan dua asis di kompetisi Malaysia musim ini, gagal menghasilkan satu pun tembakan tepat sasaran saat menghadapi Saint Kitts dan Nevis.

“Sananta masih akan terus berkembang. Saya berharap seluruh suporter dan kita semua harus lebih baik dalam memberikan penilaian kepada dia. Ia telah memberikan segalanya untuk bangsa Indonesia,” tutur Herdman.

Pelatih Indonesia, John Herdman, memberikan instruksi dari pinggir lapangan saat melawan Saint Kitts dan Nevis dalam laga FIFA Series di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (27/3/2026). Indonesia menang 4-0.

KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA)
27-03-2026

Ia menambahkan, “Bagi anak muda, kritik itu sangat kejam. Suporter cukup mendukung dia.”

Ketua Badan Tim Nasional Sumardji menegaskan pendukung Indonesia harus mendukung penuh proses yang dilakukan Herdman. Kata Sumardji, atensi utama Herdman adalah membawa Indonesia menuju Piala Dunia 2030.

“Awalan baik sudah ditunjukkan Herdman, terutama upayanya untuk memenangkan hati pemain. Ini proyek jangka panjang, jadi kita harus memberikan dukungan dan semangat kepada John (Herdman),” ucap Sumardji.

Jelang laga melawan Bulgaria, Herdman menyiapkan Sananta untuk menjadi penyerang utama menemani Romeny dan Beckham. Kondisi itu disebabkan pula oleh cedera lutut kambuhan yang dialami Zijlstra.

Sebagai pelapis, Herdman memanggil penyerang Bali United, Jens Raven. “Tim pelatih memutuskan untuk memanggil Raven sebagai tambahan opsi lini serang,” tambah Sumardji.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase