DINAMIKA POLITIK

Jokowi Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Apa Kata Gerindra?

Peluang Gibran maju lagi sebagai cawapres mendampingi Prabowo sangat bergantung pada kinerjanya. Jika tak menonjol, Prabowo bisa mempertimbangkan nama lain.

06 Feb 2026 18:56 WIB · Politik & Hukum

KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO

Oleh Iqbal Basyari, Kurnia Yunita Rahayu

Presiden Prabowo Subianto didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabumingraka memimpin pengarahan kepala daerah se-Papua dan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua di Istana Negara, Jakarta, Selasa (17/12/2025). Dalam arahannya, Presiden Prabowo meminta swasembada pangan dan energi di Papua secepatnya. Kompas/Hendra A Setyawan

JAKARTA, KOMPAS- Dukungan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk maju lagi di Pilpres 2029 mulai bermunculan, termasuk dari Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Namun, Partai Gerindra menegaskan belum membahas soal pilpres karena memilih fokus menyukseskan program-program pemerintah. Situasi politik selama tiga tahun sebelum Pilpres 2029 juga dinilai masih sangat dinamis.

Dukungan terhadap Prabowo untuk kembali maju di Pilpres 2029 mulai dilontarkan sejumlah partai politik (parpol), terutama partai-partai pendukung pemerintah. Salah satu parpol yang telah menyampaikan dukungan adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Dukungan itu disampaikan oleh Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar seusai bertemu Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (4/2/2026). Kinerja pemerintah yang dinilai memuaskan menjadi pertimbangan PKB. Meski demikian, PKB belum membahas siapa sosok yang akan didukung untuk calon wakil presiden belum dibahas.

Presiden Prabowo Subianto (kanan) dengan disaksikan Presiden ketujuh RI Joko Widodo (kiri) mengucapkan sumpah jabatan dalam sidang paripurna MPR dengan agenda pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia masa bakti 2024-2029 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2024). Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia masa bakti 2024-2029. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/app/YU

Sebelumnya, dukungan kepada Prabowo juga disampaikan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia. Menurut dia, Golkar tidak perlu mencari sosok lain karena Prabowo merupakan sosok terbaik. Terlebih, Prabowo merupakan mantan kader Golkar.

Dukungan serupa juga disampaikan oleh Partai Amanat Nasional (PAN). Partai pimpinan Zulkifli Hasan itu juga ingin mendukung Prabowo pada pilpres mendatang.

Bukan hanya parpol, Presiden ke-7 RI Joko Widodo juga menyampaikan dukungan serupa. Bahkan, dukungan Jokowi tidak hanya untuk Prabowo, tetapi juga Wakil Presiden Gibran Rakabuming, putranya.

“Kan, sudah saya sampaikan, Prabowo-Gibran dua periode,” ujar Jokowi akhir Januari lalu.

Menanggapi dukungan dari sejumlah pihak untuk Prabowo, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Sugiono berterima kasih. Menurut dia, hal itu menunjukkan adanya cita-cita yang sama dalam membangun bangsa. Apalagi, dalam setahun masa kepemimpinan Presiden Prabowo, parpol-parpol pun masih konsisten mendukung.

“Saya kira, ya, kalau cita-citanya sudah sama, napasnya sama, keinginannya sama, ya (wajar jika ada dukungan agar Prabowo maju kembali di Pilpres 2029),” ujar Sugiono di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyampaikan Pernyataan Pers Tahunan Menlu (PPTM) Tahun 2025 di kantor Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta, Jumat (10/1/2025). (Infomed Kementerian Luar Negeri RI )

Namun, ia menegaskan bahwa Gerindra belum membahas ihwal pilpres, terutama calon wakil presiden yang akan mendampingi Prabowo nantinya. Jeda waktu jelang pilpres juga masih panjang. Situasi politik nasional selama tiga tahun sebelum penyelenggaraan pilpres juga diyakini masih bisa berubah.

“(Tahun) 2029 itu masih tiga tahun lagi ya. Banyak yang bisa terjadi (dalam) tiga tahun ya. Jadi, tidak ada bicara itu,” tutur Sugiono.

Menteri Luar Negeri itu menegaskan, Gerindra saat ini fokus mengawal dan menyukseskan seluruh program Presiden Prabowo. Sejauh ini, pemerintah pun telah mencapai sejumlah target, antara lain penyaluran Makan Bergizi Gratis kepada 60 juta penerima manfaat. Ia pun mengklaim data statistik menunjukkan ada perbaikan pada sejumlah bidang pengentasan kemiskinan.

Ke depan, kata Sugiono, upaya untuk menyukseskan program Presiden akan ditingkatkan. Sementara urusan Pilpres belum menjadi fokus. “Diskusi-diskusi soal di luar ini saya kira belum ada, karena kita masih terus memikirkan bagaimana semua ini berhasil,” kata dia.

Sementara itu, Gibran menegaskan tetap fokus menjalankan tugasnya sebagai wakil presiden. Sebagai pembantu Presiden, Gibran memiliki tanggung jawab untuk mengawal serta memastikan pelaksanaan program dan visi Presiden berjalan dengan baik.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau kawasan terdampak banjir di Desa Sungai Tabuk Keramat, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Kamis (8/1/2025). Itu menjadi titik kedua peninjauannya setelah sebelumnya sempat mendatangi Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan.

”Saya akan tetap fokus bekerja agar program dan visi Bapak Presiden dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya melalui keterangan tertulis.

Pengaruh Jokowi tidak kuat lagi

Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro menilai pengaruh Jokowi dalam menentukan calon wakil presiden Prabowo tetap ada. Namun, sifatnya tidak lagi kuat seperti di Pilpres 2024. Sebab, ada kemungkinan kebutuhan Prabowo memilih cawapres berbeda dibanding di pemilu sebelumnya.

Menurutnya, pilihan untuk menggandeng Gibran di Pilpres 2024 disebabkan kebutuhan Prabowo untuk memenangkan kontestasi. Kala itu, efek Jokowi masih kuat dan dianggap seperti petahana. Akibatnya, Gibran yang merupakan putra Jokowi menjadi pilihan paling rasional bagi Prabowo untuk memenangkan kontestasi.

Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro

Namun situasi ini cukup berbeda di Pilpres 2029. Pada pilpres berikutnya, tantangannya kemungkinan bergeser pada keberlanjutan program dan stabilitas pemerintahan. Karena itu, figur wakil presiden dinilai perlu tak hanya populer, tetapi juga memiliki kompetensi, terutama di bidang ekonomi.

Isu lapangan kerja, harga kebutuhan pokok, nilai tukar rupiah, hingga fluktuasi pasar saham, kata dia, membuat publik semakin sensitif terhadap pasangan calon yang dianggap mampu memberi solusi konkret. Dalam konteks itu, peluang Gibran sangat bergantung pada kinerjanya saat ini sebagai wakil presiden. “Kalau tidak luar biasa, Pak Prabowo bisa jadi melirik yang lain,” katanya.

Agung melanjutkan, efek elektoral Jokowi belum tentu sekuat sebelumnya. Dalam sistem presidensial, petahana cenderung lebih dominan sehingga pengaruh politik bisa bergeser menjadi “Prabowo effect”.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah Agus Harimurti Yudhoyono (kanan) dan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggono meresmikan hunian sementara di Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (22/1/2026).

Di sisi lain, peta politik dinilai makin ramai dengan munculnya berbagai poros kekuatan dari partai-partai besar yang berpotensi mengajukan kader masing-masing. Secara historis pun, belum pernah ada wakil presiden yang dua kali berturut-turut mendampingi presiden petahana.

“Penentuan cawapres baru akan benar-benar mengerucut mendekati 2027 atau 2028, ketika partai-partai mulai menghitung efek ekor jas pemilu serentak. Apalagi waktu tiga tahun menjelang pemilu masih sangat dinamis,” ucap Agung.


Kerabat Kerja

Penulis:

Iqbal Basyari, Kurnia Yunita Rahayu
 | 

Editor:

Anita Yossihara
 | 

Penyelaras Bahasa:

Retma Wati