Jokowi Temui Prabowo, Pengamat: Ingin Tunjukkan Eksistensi Politik Setelah Dipecat PDI-P

Pertemuan Presiden Prabowo dan Jokowi diprediksi bakal tetap intens sepanjang ”bulan madu” politik keduanya terjaga baik.

07 Des 2024 14:39 WIB · Politik & Hukum

Oleh Iqbal Basyari

JAKARTA, KOMPAS — Presiden ke-7 RI Joko Widodo dinilai sedang menunjukkan eksistensi kedekatan dengan Presiden Prabowo Subianto. Peneguhan itu ditunjukkan setelah Jokowi dan keluarganya dinyatakan bukan lagi bagian dari PDI Perjuangan.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai, Joko Widodo memiliki hubungan pertemanan yang sangat baik dengan Presiden Prabowo Subianto. Hubungan itu tak berubah meski Jokowi dan keluarganya telah dinyatakan bukan bagian dari PDI-P. Hal itu bahkan ditunjukkan dari pertemuan antara Prabowo dan Jokowi di kediaman Prabowo di Jakarta.

”Pertemuan Jokowi dengan Prabowo menjadi semacam peneguhan eksistensi politik bahwa dunia tak kiamat sekalipun Jokowi dipecat PDI-P. Jokowi ingin menunjukkan bahwa presiden saat ini adalah teman terbaiknya,” ujar Adi, Sabtu (7/12/2024), di Jakarta.

Presiden Prabowo Subianto makan malam bersama dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo di rumah Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (6/12/2024).
Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden ke 7 Joko Widodo di rumah Prabowo di Kertanegara, Jumat (6/12/2024).
Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden ke 7 Joko Widodo di rumah Prabowo di Kertanegara, Jumat (6/12/2024).

Jokowi bertemu Presiden Prabowo, Jumat (6/12/2024) malam. Pertemuan itu menjadi semacam perjamuan balasan setelah pada 3 November lalu, Jokowi menjamu Prabowo di sebuah warung angkringan di Surakarta. Pertemuan berlangsung secara tertutup sekitar satu jam.

Adi melanjutkan, pertemuan antara Jokowi dan Prabowo kemungkinan bakal tetap intens. Sepanjang ”bulan madu” politik keduanya terjaga baik, publik akan terus ditunjukkan pertemuan mereka.

”Sepanjang bulan madu politiknya baik, pertemuan Prabowo dan Jokowi pasti bakal terus berlanjut. Tapi, kalau bulan madunya berakhir, pertemuan keduanya bisa jarang terjadi,” katanya.

Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan keterangan pers sebelum memasuki ruang rapat pimpinan nasional (rapimnas) Partai Gerindra di Jakarta, Senin (23/10/2023). Dalam rapimnas tersebut, Partai Gerindra mengonsolidasikan kekuatan agar semua satu suara mendukung Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada Pemilihan Presiden 2024. Sebelumnya, Koalisi Indonesia Maju resmi mengusung Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka sebagai bakal calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto. KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA) 23-10-2023

Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menuturkan, tidak ada pembicaraan tentang politik yang spesifik dalam pertemuan Jokowi dan Prabowo. Keduanya lebih banyak bercerita soal kenangan-kenangan selama berada di Istana Kenegaraan.

”Pak Prabowo cerita ada beberapa tempat yang diubah, kemudian barangnya ada yang dipindah. Pak Prabowo juga cerita tempat favorit di istana, di pojok mana, di ruangan apa,” tutur Dasco.

Lebih jauh, Dasco yang menemui Prabowo seusai Jokowi mengatakan, mereka banyak membahas soal konsolidasi Gerindra seusai Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Sebab, sejak Ketua Umum Partai Gerindra itu dilantik sebagai Presiden, Gerindra belum mengadakan konsolidasi lanjutan. Terlebih ulang tahun Gerindra sudah kian dekat, yakni pada 16 Februari mendatang.

Presiden Prabowo Subianto menemui Presiden ketujuh RI Joko Widodo di kediamannya di Sumber, Surakarta, Minggu (3/11/2024) petang. Pertemuan dilanjutkan makan malam di Angkringan Omah Semar.

Seusai menjamu Jokowi, Presiden Prabowo pun mengatakan tak ada perbincangan terkait dengan politik. Namun, ia menegaskan bahwa Partai Gerindra terbuka jika Jokowi ingin ”berlabuh” di partai yang dipimpinnya. ”Gerindra terbuka, tapi kami enggak bisa maksa,” ujar Prabowo.

Jokowi pun mengelak dari pertanyaan apakah akan bergabung dengan partai politik tertentu setelah PDI-P menyatakan dirinya bukan lagi bagian dari partai. Ia semata mengulang pernyataan Prabowo bahwa kunjungan tersebut merupakan kunjungan balasan.

”Beliau, Pak Presiden, waktu ke Merauke kemudian mampir ke Solo. Ini saya pas ke Jakarta, kayak kunjungan balasan karena kangen,” kata Jokowi. Prabowo mengungkapkan, dirinya bersama Jokowi makan malam dengan menu ayam goreng.

Tadi pagi, di akun resmi Instagram-nya, Jokowi mengunggah pertemuannya dengan Presiden Prabowo semalam. Selain disertakan sejumlah foto, dituliskan pula ucapan terima kasih atas makanan yang disajikan saat kunjungan ke Kertanegara semalam.

”Terima kasih atas santap tadi malamnya, Bapak Presiden Prabowo. Berkunjung ke kediaman Bapak Prabowo di Kertanegara sambil berbincang dan menyantap makan malam. Semoga Bapak sukses dan sehat selalu,” tulis Jokowi.

Tak sejalan cita-cita partai

Rabu lalu, Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto menyatakan, Jokowi beserta keluarganya, utamanya putra Jokowi, Gibran Rakabuming Raka serta menantu Jokowi, Bobby Nasution, sudah bukan lagi bagian dari partai.

Alasannya, partai menilai praktik politik yang dijalankan Jokowi dan keluarganya sudah tidak lagi sejalan dengan cita-cita partai yang telah diperjuangkan sejak masa Bung Karno. PDI-P melihat ambisi kekuasaan Jokowi tidak pernah berhenti. Praktik politik yang dilakukan Jokowi dan keluarganya harus bisa menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak menjalankan disiplin partai.

Dari kiri, Ketua DPP PDI-P Puan Maharani, Bakal Calon Presiden PDI-P Ganjar Pranowo, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri, dan Presiden Joko Widodo, berfoto bersama seusai pengumuman bakal capres PDI-P di Istana Batutulis, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (21/4/2023). ISTANA KEPRESIDENAN/AGUS SUPARTO

Setelah dinyatakan tak lagi bagian dari PDI-P, sejumlah parpol pun membuka pintu jika Jokowi dan keluarganya ingin bergabung.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Amanat Nasional (PAN) Eko Hendro Purnomo atau dikenal Eko Patrio, misalnya, menyampaikan akan membentangkan karpet biru (sesuai warna PAN) untuk Jokowi dan keluarganya jika ingin bergabung.

Begitu pula disampaikan sejumlah elite Partai Golkar jika Jokowi dan keluarganya ingin bergabung. Sekretaris Bidang Organisasi DPP Partai Golkar Derek Loupatty bahkan sempat menyebutkan bahwa Jokowi dan Gibran merupakan anggota kehormatan Partai Golkar.


Kerabat Kerja

Penulis:

Iqbal Basyari
 | 

Editor:

A. Ponco Anggoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .