Jonatan Christie akan menjadi andalan tunggal putra Indonesia di All England. Untuk pertama kalinya, dia tampil sebagai juara bertahan.
10 Mar 2025 07:30 WIB · Olahraga
BIRMINGHAM, MINGGU — Jonatan Christie memasuki persaingan All England, 11-16 Maret 2025, sebagai juara bertahan. Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia itu tak akan lengah dengan status tersebut.
Atlet ranking ketiga dunia tersebut meraih pencapaian besar dalam kariernya di Birmingham, Inggris, pada 2024 saat menjuarai All England. Gelar dari Jonatan menjadi salah satu bagi Indonesia selain dari ganda putra, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.
Saya tidak mau terlena dengan hasil tahun lalu yang sudah berlalu.
Jonatan memenangi final di antara sesama pemain Indonesia ketika berhadapan dengan Anthony Sinisuka Ginting. Akan tetapi, berbeda dengan Jonatan, Anthony absen tahun ini karena belum pulih dari cedera lengan kanan.
Dengan trofi juara All England, Jonatan melengkapi gelar juaranya dari semua level turnamen BWF World Tour. All England adalah salah satu dari empat turnamen Super 1000 dan sebelum itu, Jonatan memiliki gelar dari Selandia Baru, Australia, dan Swiss Terbuka (Super 300), Indonesia Masters, Hong Kong Terbuka (Super 500), dan Perancis Terbuka (Super 750).
”Saya tidak mau terlena dengan hasil tahun lalu yang sudah berlalu. Tahun ini adalah hal baru dan akan berbeda. Jadi, saya akan fokus satu demi satu,” kata Jonatan di sela latihan tim Indonesia di Birmingham pada Minggu (9/3/2025) sore waktu setempat.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/10/5032d13ff5a35386a5f815e69ac60c19-FajarRian_Latihan1_AllEngland2025_PBSI_20250309.jpg)
Jonatan akan bersaing sebagai unggulan ketiga. Undian yang dilakukan pada 4 Maret mempertemukan atlet berusia 27 tahun itu dengan Leong Jun Hao (Malaysia) pada babak pertama. Atlet unggulan lain yang berada pada paruh atas undian bersama Jonatan adalah Lee Zii Jia (7), serta dua atlet China, yaitu Li Shi Feng (6) dan Chi Yu Qi (1).
Namun, undian tunggal putra akan mengalami perubahan melalui pertemuan manajer yang akan berlangsung Senin sore waktu setempat atau Selasa dini hari waktu Indonesia. Perubahan tersebut dilakukan terkait pengunduran diri Anthony yang namanya masih tercantum dalam undian.
Apa pun yang terjadi dalam undian, Jonatan menilai persaingan 2025 akan sama ketatnya dengan setahun sebelumnya. ”Peserta tak jauh berbeda. Jadi, persaingan akan sama ketatnya,” kata Jonatan yang didampingi rekannya, Chico Aura Dwi Wardoyo, di tunggal putra.
Jonatan, Chico, dan skuad Indonesia lain yang berangkat dari Indonesia pada Sabtu dini hari menjalani latihan pertama pada Minggu. Latihan untuk pemulihan fisik setelah menjalani perjalanan jauh itu diikuti pula Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti yang tiba dari Perancis setelah mengikuti Orleans Masters. Sementara, ganda campuran, Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja, masih menjalani final Orleans Masters pada Minggu.
Atlet lain yang bergabung dalam latihan adalah Sabar Karyaman Gutama/Muhammad Reza Pahlevi Isfahani. Ganda putra yang berlatih di luar pelatnas ini didampingi Hendra Setiawan, yang pensiun sebagai atlet pada Januari 2025, sebagai pelatih.
Pelatih ganda putri, Nitya Krishinda Maheswari, berharap Apriyani/Fadia dan Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi bisa memanfaatkan kesempatan tampil di All England dengan mengeluarkan permainan terbaik.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/10/e1b6249f4a4d081e6f317ce726b6cdca-AnaTiwiFadia_Latihan1_AllEngland2025_PBSI_20250309.jpg)
”All England adalah turnamen unik, atmosfernya sangat berbeda dan semua punya kesempatan sama untuk mendapatkan hasil terbaik. Target dari tim pelatih pasti ada, tetapi semua tergantung performa atlet. Mudah-mudahan mereka bisa memanfaatkan momentum ini dengan baik,” ujar Nitya.
Apriyani/Fadia akan menjalani All England untuk ketiga kalinya secara beruntun dengan hasil terbaik perempat final pada 2023. Adapun Febriana/Amalia akan menjalani debut pada turnamen bulu tangkis tertua di dunia ini. Sabar/Reza dan Putri Kusuma Wardani juga akan bersaing di All England untuk pertama kalinya.
Sejak masa persiapan di pelatnas bulu tangkis, Cipayung, Jakarta, Febriana/Amalia menyatakan antusiasme mereka untuk bersaing di All England. Tantangan pertama bagi mereka akan datang dari pemain Thailand, Laksika Kanlaha/Phataimas Muenwong. Adapun Apriyani/Fadia akan berhadapan dengan Teng Chun Hsun/Yang Chu Yun (Taiwan).
Setelah latihan untuk memulihkan kondisi fisik pada Minggu, Tim Indonesia akan menjalani dua sesi latihan, Senin. Latihan pada Senin sore akan dilakukan di tempat pertandingan sehingga mereka bisa beradaptasi dengan kondisi lapangan.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari