Undian ”Mengerikan” Turnamen All England

All England menjadi kejuaraan bulu tangkis paling prestisius. Semua pemain top dunia akan bersaing dalam turnamen bulu tangkis tertua di dunia itu.

05 Mar 2025 07:51 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

BIRMINGHAM, SELASA — Daya tarik kejuaraan dan peta persaingan yang merata membuat turnamen bulu tangkis All England akan berlangsung menarik sejak babak pertama. Itu setidaknya terlihat dalam undian untuk persaingan yang akan berlangsung di Utilita Arena Birmingham, Inggris, 11-16 Maret 2025.

Kekuatan yang cenderung sama antara atlet unggulan dan non-unggulan membuat setiap atlet harus menyalakan alarm kewaspadaan tinggi sejak awal. Undian yang digelar pada Selasa (4/3/2025) menghasilkan potensi persaingan ”mengerikan” sejak babak pertama.

Sebanyak 11 wakil Indonesia tak lepas dari undian berat itu. Juara bertahan tunggal putra Jonatan Christie akan bertemu Leong Jun Hao pada babak pertama. Atlet nomor dua Malaysia itu unggul 2-1 dalam pertemuan dengan Jonatan dan memenangi pertemuan terakhir mereka yang berlangsung pada semifinal Kumamoto Masters 2024.

Jika bisa melewati tantangan pertama dengan kemenangan, Jonatan akan bertemu Koki Watanabe atau Lakshya Sen di babak kedua. Adapun potensi lawan pada perempat final adalah juara All England 2023, Li Shi Feng.

Ekspresi pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, usai kalah dari pebulu tangkis tunggal putra Thailand, Kunlavut Vitidsarn, pada babak final Daihatsu Indonesia Masters 2025 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (26/1/2025). Pebulu tangkis tunggal putra Thailand, Kunlavut Vitidsarn, menjadi juara usai mengalahkan pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, dengan skor 18-21, 21-17, dan 21-18. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 26-01-2025

Tunggal putra Indonesia lainnya, Chico Aura Dwi Wardoyo, bahkan akan langsung bertemu pemain nomor satu dunia, Shi Yu Qi. Chico tak pernah menang dalam empat pertemuan dengan juara All England 2018 tersebut.

Pada nomor tunggal putri, debut Putri Kusuma Wardani pada salah satu dari empat turnamen berlevel Super 1000 ini akan dijalani dengan melawan unggulan kedelapan asal Thailand, Supanida Katethong. Laga tersebut mempertemukan dua atlet dengan ranking cukup tinggi karena Katethong menempati ranking kedelapan dunia dan Putri, yang selalu kalah pada dua pertemuan sebelumnya, berada di posisi ke-12.

Dengan ranking itu pula, Putri mendapat kesempatan pertama kalinya tampil di All England yang diikuti 32 wakil pada setiap nomor. Pada tahun-tahun sebelumnya, juara Korea Masters 2024 tersebut tak punya posisi cukup tinggi dalam ranking dunia sehingga tak pernah mendapatkan tiket All England. Apalagi, sejak struktur turnamen bernama BWF World Tour pada 2018, tak ada fase kualifikasi pada ajang Super 1000 dan 750.

Pada All England 2025, Putri mendampingi seniornya, Gregoria Mariska Tunjung. Berdasarkan catatan pertemuan dengan lawan-lawannya, Gregoria memiliki peluang (minimal) mencapai perempat final seperti pencapaiannya dalam dua tahun terakhir. Jika perjalanannya bisa lebih jauh, potensi lawan Gregoria pada semifinal adalah unggulan kedua, Wang Zhi Yi.

Gregoria Mariska Tunjung kalah dari An Se-young pada semifinal turnamen India Terbuka. Dalam pertandingan di Indira Gandhi, New Delhi, Sabtu (18/1/2025), Gregoria kalah dengan skor 19-21, 16-21

Dua wakil ganda putri, Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi dan Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti, tak lepas dari tantangan berat di awal, yaitu melawan pasangan Thailand dan Taiwan. Jika mereka bisa memenangi tantangan pertama, pemain unggulan bisa menjadi lawan pada babak kedua.

Sementara itu, kemampuan Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja akan langsung diuji unggulan kedua asal Malaysia, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei. Satu-satunya wakil Indonesia pada nomor ganda campuran itu membawa bekal sebagai finalis Jerman Terbuka, 25 Februari-2 Maret, pada masa awal kerja sama mereka pada tahun ini.

Lebih panas di ganda putra

Persaingan lebih panas akan terjadi di ganda putra. Seperti dikatakan pelatih ganda putra pelatnas Antonius Budi Ariantho, semua peserta nomor tersebut memiliki kemampuan setara. Mereka yang tak berstatus unggulan bukan berarti akan menjadi lawan mudah.

Maka, juara dalam dua tahun terakhir, Fajar Alfian/Muhamamd Rian Ardianto, tak boleh meremehkan Chen Bo Yang/Liu Yi yang akan menjadi lawan pada babak pertama. Pasangan China itu mengalahkan Fajar/Rian dalam satu-satunya pertemuan mereka, pada babak kedua China Masters 2023.

Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, tersingkir pada babak pertama turnamen Malaysia Terbuka. Mereka kalah dari pemain tuan rumah, Ong Yew Sin/Teo Ee Yi, di Kuala Lumpur, Rabu (8/1/2025).

Hasil undian yang lebih menantang didapat ganda putra Indonesia lainnya karena langsung bertemu unggulan. Sabar Karyaman Gutama/Muhammad Reza Pahlevi Isfahani, yang memiliki ranking ke-10 dunia, akan berhadapan dengan peraih perak Olimpiade Paris 2024, Liang Wei Keng/Wang Chang (3).

Sabar/Reza mendapat tiket All England untuk pertama kalinya berkat prestasi mereka yang cukup baik pada 2024. Mereka menjuarai Spanyol Masters, mencapai semifinal Indonesia Terbuka dan turnamen Final BWF, serta tampil pada final empat turnamen lain. Sejak 21 Januari, Sabar/Reza menempati peringkat ke-10 dunia.

Pasangan non-unggulan lain yang tidak bisa diremehkan di antaranya Kim Won-ho/Seo Seung-jae. Mereka mengawali 2025 dengan meraih dua gelar juara dari tiga final. Ada pula pemain Malaysia, Man Wei Chong/Tee Kai Wun, yang menjadi semifinalis Malaysia Terbuka dan menjuarai Indonesia Masters.

Kecuali Rehan/Gloria dan Apriyani/Fadia, atlet Indonesia lainnya akan langsung tampil di All England pada Tur Eropa yang berlangsung empat pekan beruntun sejak akhir Februari. Setelah tampil di Jerman Terbuka, Rehan/Gloria bermain di Orleans Masters, Perancis, pekan ini dan akan memainkan babak pertama melawan Ki Dong-ju/Jeong Na-eun pada Rabu.

Ganda putri Indonesia Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti melawan Pearly Tan/Muralitharan Thinaah (Malaysia) pada pertandingan Grup A ganda putri Olimpiade Paris 2024 di Port de la Chapelle Arena, Paris, Selasa (30/7/2024). *Indonesia's Apriyani Rahayu and Siti Fadia Silva Ramadhanti play against Malaysia's Pearly Tan and Muralitharan Thinaah during their women's doubles badminton group stage match at the 2024 Summer Olympics, Tuesday, July 30, 2024, in Paris, France. (AP Photo/Kin Cheung)

Apriyani/Fadia, yang juga bermain di Orleans Masters, memenangi ”comeback” mereka dengan mengalahkan Sung Shuo Yun/Yu Chien Hui 21-11, 21-17 pada babak pertama, Selasa. Pada laga berikutnya, perempat finalis All England 2023 itu akan berhadapan dengan pasangan Denmark, Julie Finne-Ipsen/Mai Surrow, yang menyingkirkan unggulan kedelapan, Chen Qing Chen/Wang Ting Ge, pada babak pertama.

Bagi Apriyani/Fadia, turnamen Orleans Masters menjadi yang pertama setelah Olimpiade Paris 2024. Setelah tersingkir pada penyisihan grup, Apriyani menepi dari turnamen, sementara Fadia berduet dengan Lanny Tria Mayasari. Komitmen Apriyani untuk bermain kembali membuat dia tampil kembali bersama Fadia.

Kemenangan pada babak awal juga didapat Rachel Alessya Rose/Meilysa Trias Puspitasari. Mereka menyingkirkan unggulan ketiga, Laksika Kanlaha/Phataomas Muenwong 21-11, 23-21. Ini menjadi pembalasan kekalahan Rachel/Meilysa dari lawan yang sama pada semifinal Thailand Masters, Februari.

Babak pertama pemain Indonesia di All England

Jonatan Christie – Leong Jun Hao (Malaysia)

Chico Aura Dwi Wardoyo – Shi Yu Qi (China)

Gregoria Mariska Tunjung – Michelle Li (Kanada)

Putri Kusuma Wardani – Supanida Katethong (Thailand)

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto – Chen Bo Yang/Liu Yi (China)

Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin - Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen (Denmark)

Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana - Lee Fang Chin/Lee Lee Fang Jen (Taiwan)

Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi - Laksika Kanlaha/Phataimas Muenwong (Thailand)

Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti - Hsu Yin Hui/Lin Jhih Yun (Taiwan)

Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja – Chen Tang Jie/Toh Ee Wei (Malaysia)


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto