Juara Piala AFF 2024, Pijakan Mula Mimpi Timnas Putri Indonesia Mendunia

Meski hanya turnamen kualifikasi, timnas sepak bola putri Indonesia ukir sejarah dengan raih gelar juara perdana. Capaian ini modal berharga hadapi ”raksasa” ASEAN.

05 Des 2024 23:13 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

VIENTIANE, KAMIS — Timnas sepak bola putri Indonesia sukses menorehkan sejarah dengan meraih trofi perdana, yaitu di Piala AFF Putri 2024. Meskipun hanya turnamen kualifikasi untuk Kejuaraan ASEAN Putri 2025, keberhasilan menjadi juara adalah modal berharga mereka bersaing dengan tim-tim Asia Tenggara yang lebih kuat di Kejuaraan ASEAN Putri 2025. Dari sini juga, mimpi timnas putri untuk mendunia dimulai dan disemai.

Dengan kaki yang tampak kesakitan dan mata yang tak kuasa menahan tangisan, Reva Octaviani memeluk erat teman-temannya secara bergantian. Mereka larut dalam keharuan, tak lama setelah wasit meniup peluit panjang pada menit ke-90+6. Laga final Piala AFF Putri 2024 resmi berakhir dan Indonesia menjadi juara.

Indonesia meraih capaian itu setelah menaklukkan Kamboja dengan skor 3-1 di Stadion National Laos, Vientiane, Kamis (5/12/2024). Reva Octaviani menyumbang dua gol pada menit ke-18 dan ke-57 sebelum ditarik keluar menjelang menit akhir setelah kesakitan karena terjatuh. Satu gol lagi dicetak oleh Sydney Hopper pada menit ke-35.

Reva Octaviani dan Sydney Hopper seolah ”membalas” kegagalan mereka mencetak gol pada pertemuan dengan Kamboja di fase grup. Saat itu, Reva, yang akhirnya dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen, dan Sydney sama-sama punya peluang membobol gawang lawan, tetapi belum mampu mengubahnya menjadi gol.

Pemain timnas putri Indonesia, Reva Octaviani, memeluk Sheva Imut, setelah laga final Piala AFF 2024 berakhir di Stadion National Laos, Vientiane, Kamis (5/11/2024). Reva mengantarkan Indonesia menjadi juara dengan menyumbang dua gol.

”Kamboja adalah musuh yang sangat sulit ditaklukkan. Namun, pada akhirnya kami menang. Semua orang bekerja keras hingga akhirnya kami bisa memenangi laga ini,” tutur Sydney yang juga mengaku senang bisa mencetak gol perdananya di level internasional bersama Indonesia.

Piala AFF sebenarnya hanya sebatas turnamen kualifikasi untuk turnamen Asia Tenggara yang ”sesungguhnya” Kejuaraan ASEAN 2025. Peserta Piala AFF adalah enam tim terbawah pada kejuaraan edisi 2022.

Ketika Indonesia melaju ke final, Viny Silfianus dan kawan-kawan telah memastikan lolos ke Kejuaraan ASEAN 2025. Selain finalis, satu tiket juga tersedia bagi tim peringkat ketiga, Singapura.

Ukir sejarah

Meski demikian, kesuksesan menjadi juara Piala AFF membuat timnas putri Indonesia menorehkan sejarah. Prestasi itu merupakan gelar juara pertama ”Garuda Pertiwi”. Sejak mengikuti ajang internasional pertama pada Kejuaaan Asia 1977, timnas putri belum pernah sekali pun mencicipi gelar juara sebelumnya.

Timnas sepak bola putri Indonesia menjuarai Piala AFF Putri 2024 setelah menaklukkan Kamboja, 3-1, dalam partai final di Stadion National Laos, Vientiane, Kamis (5/12/2024).

Gelar juara juga diraih lewat permainan penuh determinasi sepanjang laga. Pada awal babak pertama dan babak kedua, Indonesia memang sempat tertekan. Kamboja berkali-kali membahayakan gawang Indonesia yang dijaga oleh Laita Ro’ati Masykuroh, pemain yang akhirnya dinobatkan sebagai kiper terbaik turnamen.

Namun, Indonesia berhasil unggul lebih dulu setelah memanfaatkan dengan baik peluang perdana mereka untuk mencetak gol. Reva memanfatkan umpan silang Katarina Stalin dengan sontekan di depan gawang.

Kamboja sempat menyamakan kedudukan pada menit ke-32. Gol ini puncak dari serangan bertubi-tubi Kamboja yang tercipta lewat sundulan Hok Saudy. Akan tetapi, ”Garuda Pertiwi” kembali menciptakan keunggulan.

Dua gol Indonesia lainnya memiliki skema yang nyaris serupa dengan gol pertama. Baik Reva maupun Sydney sama-sama mencetak gol setelah mendapatkan umpan silang dari rekan setim di dekat gawang.

Dengan tiga gol itu, timnas putri akhirnya mencicipi gelar juara di level Asia Tenggara. Pada keikutsertaan pertama di turnamen level tersebut, yakni pada Kejuaraan ASEAN Putri edisi perdana digelar pada 1982 dan hanya diikuti empat tim, Indonesia hanya bisa keluar sebagai runner-up. Tiga tahun berselang, pada ajang yang sama dengan total lima tim peserta, prestasi itu stagnan.

Ketika kejuaraan sepak bola putri Asia Tenggara digelar kembali dengan nama AFF Women’s Championship atau Kejuaraan AFF Putri pada 2004, Indonesia hanya bisa menempati urutan keempat. Pada delapan edisi yang diikuti setelahnya, langkah Indonesia selalu terhenti pada fase grup.

Para pemain timnas sepak bola putri Indonesia berpelukan seusai gol Claudia Scheunemann ke gawang timnas Singapura dalam laga semifinal Piala AFF Putri 2024 di Stadion National Laos, Vientiane, Senin (2/11/2024) malam. Indonesia menang dengan skor 3-0 atas Singapura.
Para pemain timnas sepak bola putri Indonesia berfoto sebelum melawan timnas Singapura dalam laga semifinal Piala AFF Putri 2024 di Stadion National Laos, Vientiane, Senin (2/11/2024) malam. Indonesia menang dengan skor 3-0 atas Singapura.
Pesepak bola putri Indonesia, Claudia Scheunemann, mengejar bola dari pemain Kamboja dalam laga perdana Piala AFF (Asosiasi Sepak Bola Asia Tenggara) Putri di Stadion National, Vientiane, Laos, Sabtu (23/11/2024).
Pemain timnas sepak bola putri Indonesia, Sydney Hopper, menguasi bola saat menghadapi timnas Singapura dalam laga semifinal Piala AFF Putri 2024 di Stadion National Laos, Vientiane, Senin (2/11/2024) malam. Indonesia menang dengan skor 3-0 atas Singapura.

Pada edisi terakhir tahun 2022, Indonesia yang tergabung di Grup A berakhir sebagai juru kunci. ”Garuda Pertiwi” hanya mampu mengemas satu poin dari lima laga. Mereka menelan empat kali kekalahan dan sekali imbang dengan catatan memasukkan dua gol dan kemasukan 15 gol.

Di klasemen akhir, Indonesia bercokol di urutan ke-10 dari 11 peserta. Indonesia bahkan berada di bawah negara Asia Tenggara lain, seperti Malaysia, Singapura, Laos, dan Kamboja.

Tantangan sesungguhnya

Saat hanya ada delapan peserta yang ikut serta pada edisi 2015, Indonesia bahkan mengisi posisi paling buncit. Indonesia berada di bawah Malaysia (7), Laos (6), dan Filipina (5), yang semuanya tersingkir di fase grup.

Di atas kertas, jika melihat peringkat FIFA, Indonesia (104) berada di peringkat ketujuh di Asia Tenggara. ”Garuda Pertiwi” berada di bawah Malaysia (96) dan Laos (92). Empat tim teratas ialah Vietnam (37), Filipina (39), dan Thailand (47) yang masuk 10 besar Asia, serta Myanmar (54).

Maka, Piala AFF Putri merupakan tempat bagi Indonesia melihat realitas posisi mereka di antara negara-negara Asia Tenggara lainnya saat ini, terutama di antara enam negara yang sama-sama berada luar empat besar peringkat Asia Tenggara sekaligus empat tim terbaik di Kejuaraan AFF Putri 2022.

Dengan kesuksesan menjadi juara, paling tidak Indonesia bisa membuktikan diri sebagai tim terbaik di antara enam tim tersebut. Timnas putri Imdonesia ”naik level” dengan bukan lagi menjadi tim dengan peringkat paling buncit atau hanya unggul atas Timor Leste seperti tahun-tahun sebelumnya.

Pemain timnas sepak bola putri Indonesia merayakan keberhasilan meraih gelar juara Piala AFF Putri 2024 setelah menaklukkan Kamboja 3-1 di Stadion National Laos, Vientiane, Kamis (5/11/2024).

Capaian ini menjadi modal berharga Indonesia untuk menghadapi tantangan sesungguhnya di Kejuaraan ASEAN Putri 2025. Di ajang itu, Indonesia akan bertemu Vietnam, Filipina, Thailand, dan Myanmar yang sudah lolos otomatis.

Di Kejuaraan ASEAN Putri 2025 pula, impian besar timnas putri untuk menjadi tim terbaik Asia dan menembus Piala Dunia Putri perlahan dipupuk dan terus ditumbuhkan.

Timnas putri ”dibangun” kembali pada tahun ini dengan serangkaian program. Di tengah ketiadaan liga, para pemain dikumpulkan di pemusatan latihan nasional. Mereka beberapa kali menjalani FIFA Matchday dan laga uji coba melawan klub luar negeri.

Sebelum itu, PSSI merekrut pelatih asal Jepang, Satoru Mochizuki. Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan, Mochizuki ditargetkan membawa timnas putri lolos ke Piala Dunia 2035.

Adapun Piala AFF menjadi titik awal karena ini menjadi turnamen perdana yang diikuti timnas putri. Erick Thohir pun menargetkan gelar juara, capaian yang berhasil diwujudkan oleh timnas putri.

Piala AFF dan Kejuaraan ASEAN Putri adalah jalan awal yang harus dilalui, proses bertahap untuk sampai pada impian yang lebih besar. Jalan itu pula yang dijalani negara lainnya.

Filipina, misalnya, mengawalinya dengan menempati peringkat keempat di kejuaraan di Asia Tenggara pada 2019. Capaian itu adalah prestasi terbaik mereka setelah hanya terhenti di fase grup. Pada edisi selanjutnya, 2022, Filipina menjadi juara.

Filipina juga menembus perempat final Asian Games Hangzhou 2022 dan semifinal Piala Asia 2022. Kesuksesan menjadi semifinalis di Piala Asia ini mengantar mereka ke Piala Dunia Putri untuk pertama kalinya pada 2023.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .