Demi Trofi Perdana, Timnas Putri Harus Lebih Klinis Lawan Kamboja

Timnas sepak bola putri Indonesia selangkah lagi menuju gelar juara pertama. ”Garuda Pertiwi” harus lebih dulu mengatasi tantangan Kamboja.

05 Des 2024 08:58 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

VIENTIANE, KAMIS — Pemain timnas sepak bola putri Indonesia harus bermain lebih klinis melawan Kamboja demi memperbesar peluang juara Piala AFF Putri 2024. Pertemuan sebelumnya di fase grup menunjukkan, Indonesia tak kekurangan peluang, tetapi kesulitan dalam penyelesaian akhir.

Timnas putri Indonesia akan menghadapi Kamboja dalam laga final Piala AFF Putri 2024 di Stadion National Laos, Vientiane, Kamis (5/11/2024) pukul 19.30 WIB. Pertandingan ini menjadi pertemuan kedua Indonesia dengan Kamboja di Piala AFF setelah laga pembuka fase grup, 23 November lalu, yang berakhir imbang tanpa gol.

Pada pertemuan pertama itu, Indonesia dan Kamboja sebenarnya sama-sama tidak kekurangan peluang. Indonesia setidaknya mencatatkan enam kans untuk bisa membobol gawang Kamboja. Namun, tak ada satu pun dari peluang itu yang berbuah gol.

Dua peluang beruntun bahkan datang pada menit ke-88 atau dua menit sebelum laga berakhir dalam waktu normal. Sydney Hopper, yang mendapatkan umpan terobosan ke dalam kotak penalti, gagal menciptakan gol setelah berhadapan satu lawan satu dengan kiper Kamboja. Bola tendangannya terlalu lemah sehingga mampu diblok sang kiper.

Para pemain timnas sepak bola putri Indonesia berlatih menjelang pertemuan dengan Kamboja dalam laga final Piala AFF Putri 2024 di Stadion National Laos, Vientiane, Kamis (5/11/2024) pukul 19.30 WIB.
Para pemain timnas sepak bola putri Indonesia berlatih menjelang pertemuan dengan Kamboja dalam laga final Piala AFF Putri 2024 di Stadion National Laos, Vientiane, Kamis (5/11/2024) pukul 19.30 WIB.
Para pemain timnas sepak bola putri Indonesia berlatih menjelang pertemuan dengan Kamboja dalam laga final Piala AFF Putri 2024 di Stadion National Laos, Vientiane, Kamis (5/11/2024) pukul 19.30 WIB.
Para pemain timnas sepak bola putri Indonesia berlatih menjelang pertemuan dengan Kamboja dalam laga final Piala AFF Putri 2024 di Stadion National Laos, Vientiane, Kamis (5/11/2024) pukul 19.30 WIB.

Reva Octaviani lantas menyambar bola muntahan tersebut dengan tendangan kaki kanan. Namun, bola melebar dari gawang yang sudah ditinggalkan penjaganya tersebut.  Itu menjadi peluang terakhir yang didapat Indonesia pada laga tersebut.

Pada babak pertama, pemain yang membawa Persib Putri juara Liga 1 Putri ini juga sempat mendapatkan peluang mencetak gol dengan melepaskan tendangan dari luar kotak penalti. Namun, bola melambung di atas gawang Kamboja. Upaya Reva dengan cara yang sama baru berhasil saat laga kontra Singapura.

”Dengan bisa ke final, artinya Kamboja adalah tim yang bagus. Para pemain pasti mengalami kelelahan karena sudah menjalani persiapan sebulan ini, tetapi Kamboja juga pasti merasakan yang sama. Kami harus ingat lagi bahwa target kami adalah menjadi top Asia dan nantinya tampil di Piala Dunia,” kata Pelatih Satoru Mochizuki.

Laga melawan Kamboja merupakan peluang besar Indonesia meraih trofi perdana. Selama ini, ”Garuda Pertiwi” belum pernah meraih gelar juara apa pun di turnamen apa pun. Prestasi terbaik tim putri adalah runner-up Kejuaraan ASEAN Putri 1982 dan 1985.

Infografik Momen Penting Sepak Bola Putri Indonesia

Apalagi, Indonesia memiliki pengalaman positif ketika bertemu dengan Kamboja di Kejuaraan AFF Putri 2019. Dalam laga di Stadion IPE Chonburi Campus, Thailand, Indonesia mampu menaklukkan Kamboja dengan skor 4-0.

Empat gol Indonesia diciptakan oleh Mayang pada menit ke-21. Lalu, Dewi Tia Safitri menambah keunggulan Indonesia lewat dua gol pada menit ke-25 dan 90+1. Keunggulan Indonesia dipertegas dengan gol pada menit ke-90+4 yang dicetak oleh Baiq Amiatun Shalihah.

Pertemuan itu memang telah berlalu lima tahun lalu. Hanya ada tiga pemain di skuad saat ini yang pernah merasakan kemenangan tersebut, yakni Safira Ika Putri Kartini, Vivi Octavia, dan Octavianti Dwi Nurmalita.

Namun, di atas kertas, Indonesia seharusnya bisa memetik kemenangan dari Kamboja yang notabene menempati peringkat lebih bawah. Berdasarkan peringkat dunia FIFA, Kamboja menghuni posisi ke-119, sedangkan Indonesia ada di posisi ke-104.

Walakin, langkah Indonesia menuju gelar pertama dipastikan tak akan mudah. Kamboja juga memang memiliki pekerjaan rumah yang sama. Mereka bermasalah dengan penyelesaian akhir kendati mendapat banyak kesempatan mencetak gol.

Peluang-peluang itu didapat Kamboja karena kurang solidnya pertahanan Indonesia. Pertahanan Garuda Pertiwi yang keropos membuat para pemain Kamboja bisa mendapatkan beberapa kesempatan untuk mencetak gol. Hal itu pun diakui oleh Mochizuki selepas pertandingan. Dia berjanji akan mengevaluasi aspek tersebut.

Kamboja juga mampu tampil lebih baik setelah bermain imbang tanpa gol melawan Indonesia. Kamboja mengalahkan Malaysia dengan skor 2-0, sementara Indonesia hanya bisa mencetak sebiji gol ke gawang Malaysia.

Alhasil, Kamboja keluar sebagai juara Grup B karena menang selisih gol dari Indonesia. Tim asuhan Pelatih Khoun Laboravy ini pun menang dari Timor Leste, runner-up grup A, pada babak semifinal dengan skor 3-0.

Dalam dua tahun terakhir, Kamboja tengah mengembangkan sepak bola putrinya. Mereka pun bisa finis di posisi keempat saat tampil di hadapan pendukung sendiri di SEA Games 2023. Sementara itu, Indonesia mengundurkan diri dari keikutsertaan di ajang multicabang se-Asia Tenggara tersebut.

Media-media Kamboja mengatakan, hasil di SEA Games membuat peberapa penggemar membandingkan perkembangan tim putri yang lebih pesat daripada tim putra. Oleh karena itu, tim putri dinilai harus mendapatkan perhatian yang sama seperti tim putra.

Pesepak bola putri Indonesia, Claudia Scheunemann, mengejar bola dari pemain Kamboja dalam laga perdana Piala AFF (Asosiasi Sepak Bola Asia Tenggara) Putri di Stadion National, Vientiane, Laos, Sabtu (23/11/2024).

Tim putra Kamboja tidak banyak meraih prestasi, baik tim yunior maupun senior. Di SEA Games, Kamboja tidak dapat lolos ke semifinal setelah hanya memenangi satu dari tiga pertandingan di babak kualifikasi grup.

Demi pengembangan sepak bola putri, Kamboja juga melanjutkan kompetisi yang sempat dihentikan pada 2021. Liga sepak bola putri Kamboja dimulai kembali untuk musim 2024-2025 sejak 17 Agustus lalu. Dalam laman AFF disebutkan, ada 10 tim yang ikut kompetisi tersebut.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra