Jumpa Vietnam, Timnas Bola Putri Melawan Kemustahilan

Bagi ”Garuda Pertiwi”, laga kontra Vietnam akan jadi pertemuan melawan raksasa sepak bola putri Asia Tenggara. Banyak aspek tidak berpihak pada Indonesia.

08 Agt 2025 15:05 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

HAI PHONG, JUMAT — Timnas sepak bola putri Indonesia akan melawan kemustahilan ketika bertemu Vietnam pada lanjutan Kejuaraan ASEAN Putri 2025. Hampir semua aspek tidak berpihak pada ”Garuda Pertiwi”, tetapi mereka tidak perlu gentar. 

Indonesia memang datang ke Kejuaraan ASEAN Putri 2025 sebagai juara Piala AFF Putri 2024. Dalam turnamen kualifikasi ke Kejuaraan ASEAN itu, timnas putri merupakan tim terbaik dari enam tim terbawah di Asia Tenggara lainnya.

Namun, status itu tak berarti banyak di Kejuaraan ASEAN. Turnamen ini adalah ujian nyata bagi Garuda Pertiwi. Tim-tim yang berlaga adalah enam tim yang finis teratas pada edisi sebelumnya. Empat di antaranya sudah mencicipi gelar juara. 

Wajah sesungguhnya persaingan di Asia Tenggara ini langsung terlihat ketika Indonesia menghadapi Thailand pada laga perdana, Rabu (6/8/2025). Vivi Oktavia Riski dan kawan-kawan hancur lebur di tangan ”Gajah Betina” dengan skor 0-7. 

Pemain timnas sepak bola putri Indonesia, Marsela Awi, berusaha melindungi bola dari pengawalan pemain Thailand dalam laga Grup A di Kejuaraan ASEAN Putri 2025 di Stadion Lach Tray, Hai Phong, Vietnam, Rabu (6/8/2025). Indonesia kalah telak 0-7.

Setelah kekalahan telak dari pengoleksi gelar terbanyak Kejuaraan ASEAN dengan empat trofi, tantangan selanjutnya sudah menanti Indonesia. Tim yang kini ditangani pelatih interim Joko Susilo itu akan menghadapi tuan rumah di Stadion Lach Tray, Hai Phong, Vietnam, Sabtu (9/8/2025) pukul 19.30 WIB.

Nyaris tidak ada aspek yang berpihak pada Indonesia. Dilihat dari rekor pertemuan, peringkat dunia, hingga hasil laga sebelumnya, Vietnam lebih unggul. 

Sebagai tuan rumah, Vietnam jelas mendapatkan motivasi tambahan untuk menang dan melangkah jauh di turnamen tersebut. Bahkan, Pelatih Vietnam Mai Duc Chung secara tegas mengatakan, target mereka adalah menembus final.

Vietnam terakhir kali berlaga di partai puncak pada edisi 2019. Saat itu, mereka sukses mengalahkan finalis lainnya, Thailand, untuk memastikan gelar ketiga di Kejuaraan ASEAN. 

”Dukungan langsung dari pendukung tuan rumah akan memberi energi dan motivasi bagi para pemain. Namun, jika hasilnya tidak sesuai harapan, tekanannya juga akan signifikan. Walakin, kami yakin dukungan dari para penggemar akan memberikan motivasi ekstra bagi para pemain untuk tampil lebih baik,” kata Mai Duc Chung dalam laman resmi turnamen. 

”Target kami adalah mencapai final. Untuk mencapai ini, seluruh tim harus tetap bertekad dan setiap pemain harus memberikan upaya terbaik mereka,” tuturnya lagi.

Pemain timnas sepak bola putri Indonesia, Isa Warps, mencoba lepas dari pengawalan pemain Thailand dalam laga Grup A Kejuaraan ASEAN Putri 2025 di Stadion Lach Tray, Hai Phong, Vietnam, Rabu (6/8/2025). Indonesia kalah telak 0-7.

Sementara Indonesia kalah telak pada laga perdana, Vietnam pesta gol ke gawang Kamboja. Tim berjulukan ”Golden Star Women Warriors” ini menang 6-0 dan memastikan tempat di posisi kedua klasemen sementara. 

Rekor pertemuan pun berpihak pada Vietnam. Pertemuan terakhir memang sudah berlalu enam tahun di panggung SEA Games Filipina 2019. Saat itu, Vietnam berhasil menundukkan Indonesia dengan skor telak, 6-0. 

Dalam total empat pertemuan selama 14 tahun, Vietnam selalu menang dengan keunggulan telak. Tiga kemenangan itu bahkan terjadi pada Kejuaraan ASEAN yang dulu masih bernama Kejuaraan AFF Putri. 

Vietnam bahkan pernah menaklukkan Indonesia, 14-0, pada Kejuaraan ASEAN 2011. Seperti edisi 2025, Indonesia berada di grup yang sama dengan Vietnam. 

Pemain timnas sepak bola putri Vietnam merayakan keberhasilan mencetak gol ke gawang Kamboja dalam laga Grup A Kejuaraan ASEAN Putri 2025 di Stadion Lach Tray, Hai Phong, Vietnam, Rabu (6/8/2025). Vietnam menang 6-0.

Perbedaan level Indonesia dan Vietnam juga terlihat dari prestasi kedua tim di Kejuaraan ASEAN selama ini. Ketika Vietnam sudah enam kali menembus final dan tiga kali juara, pencapaian terbaik Indonesia adalah menempati peringkat keempat. 

Pencapaian itu pun sudah berlalu lebih dari dua dekade, yakni pada edisi perdana 2004. Dalam delapan kali partisipasi setelahnya, langkah Indonesia selalu terhenti pada babak grup. 

Posisi Vietnam dan Indonesia pada peringkat dunia sedikit banyak menggambarkan level kedua tim. Per 7 Agustus 2025, Vietnam sudah menembus 40 besar dunia dengan menempati peringkat ke-37. Posisi mereka terdongkrak kemenangan-kemenangan dalam laga resmi FIFA, termasuk laga kualifikasi Piala Asia 2026 pada Juli 2025. 

Infografik riset peringkat timnas sepak bola putri Indonesia

Adapun Indonesia justru anjlok hingga 11 peringkat menjadi posisi ke-106. Berbeda dengan Vietnam yang menyapu bersih tiga laga kualifikasi dengan kemenangan, Indonesia hanya bisa menang sekali saat melawan Kirgistan.

Meski banyak aspek lebih berpihak pada Vietnam dan mengalahkan mereka adalah sesuatu yang lebih dekat dengan kemustahilan, Indonesia tak boleh gentar. Ini justru kesempatan mereka bangkit dan memangkas disparitas kualitas itu. 

Selain bisa belajar dari Vietnam, yang pernah tampil di Piala Dunia Putri 2023, Indonesia bisa menunjukkan optimisme tinggi yang mereka bawa ke turnamen. Pelatih Joko Susilo mengatakan, target mereka adalah menang di setiap pertandingan kendati dengan skuad berbeda dari tim yang menjuarai kualifikasi. 

”Meskipun ada beberapa pemain dari kami yang tidak bisa bergabung karena alasan sesuatu, kami tetap optimistis di turnamen ini,” ucap Joko, yang ditunjuk menggantikan Pelatih Satoru Mochizuki menjelang turnamen ini.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti