K9, Anjing yang Menyelamatkan dan yang Menghibur...

Anjing pelacak turut dilibatkan dalam penanganan gempa bumi di Myanmar dan Thailand.

03 Apr 2025 08:33 WIB · Foto

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Seorang anggota regu penyelamat Thailand menuntun beberapa anjing dengan talinya mendekati reruntuhan gedung 33 tingkat yang roboh di Bangkok, Thailand. Sejenak dia berjongkok dan terlihat memberi aba-aba, sebelum melepaskan tali dari leher dua anjing pertama.

Dua anjing itu seakan mengerti dan bergegas mencari jalan di antara puing-puing sambil mengendus-endus dicelah celah reruntuhan. Dua anjing itu terus bergerak, sesekali merangkak mencoba masuk ke lubang reruntuhan.

Tak berapa lama dua anjing itu menggonggong sambil mengibas-ibaskan ekornya, seakan memberi tahu pawangnya keberadaan pekerja gedung yang tertimpa reruntuhan. Regu penyelamat segera berdiskusi untuk memulai evakuasi dari titik terakhir anjing menggonggong.

Anjing-anjing lain lantas dilepaskan di bagian lain yang menjadi tumpukan reruntuhan gedung.

Tim penolong dengan dua anjing pelacak menuju reruntuhan gedung yang ambruk di Bangkok.
Tim penyelamat menggunakan anjing pelacak saat bekerja di lokasi gedung tinggi yang sedang dibangun dan runtuh setelah gempa bumi di Bangkok, Thailand, Minggu (30/3/2025).
Tim penyelamat menggunakan anjing pelacak di lokasi gedung tinggi yang sedang dibangun dan runtuh pada Jumat setelah gempa bumi di Bangkok, Thailand, Minggu (30/3/2025).
Anjing pelacak dikerahkan tim penyelamat saat bekerja di lokasi gedung yang runtuh setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 di Bangkok, Thailand, Jumat (28/3/2025).
Seekor anjing pelacak memanjat reruntuhan bangunan untuk menemukan orang-orang yang terjebak di lokasi runtuhnya bangunan yang sedang dibangun di Bangkok pada 29 Maret 2025, sehari setelah gempa bumi melanda Myanmar bagian tengah dan Thailand.

Sejak terjadi gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang melanda Myanmar pada Jumat (28/3/3035) pukul 12.50 waktu setempat, ribuan bangunan di Myanmar rata dengan tanah. Ribuan korban diyakini terkubur dalam reruntuhan itu.

Gempa juga merubuhkan sebuah gedung 33 tingkat yang sedang dibangun di Bangkok. Puluhan pekerja terkubur dalam bangunan runtuh ini.

Keberadaan anjing dalam operasi penyelamatan korban sangat sering ditemukan. Sebuah tim penyelamat, selain dibekali peralatan bermesin atau manual, biasanya juga dilengkapi dengan anjing pelacak.

Seorang penyelamat bermain dengan anjing pelacaknya didekat lokasi gedung tinggi yang sedang dibangun dan runtuh pada hari Jumat setelah gempa bumi di Bangkok, Thailand, Selasa, 1 April 2025.

Anjing yang terlatih dengan penciuman dan penginderaan yang tajam dianggap lebih fleksibel dibawa dalam upaya penyelamatan korban. Terlebih jika lokasi pencarian cukup sulit, seperti reruntuhan gedung di Bangkok ini. Anjing lebih gampang dibawa berpindah-pindah. Beberapa tim juga mengandalkan peralatan elektronik yang bisa mendeteksi panas suhu tubuh manusia.

Anjing-anjing ini biasanya disebut K9, sebuah homofon dari kata canine, merujuk kepada anjing yang telah mendapatkan pelatihan khusus sesuai tugas dan fungsinya. Selain anjing penyelamat, terdapat juga anjing pendeteksi narkoba, bahan peledak, ataupun anjing dengan keterampilan penjaga dan penyerang.

Penggunaan pertama K9 diawali pada 1942 oleh Korps K9 militer Amerika Serikat yang diciptakan oleh Menteri Perang AS Robert P Patterson. Sampai kini, penyebutan ini masih berlanjut.

Blue, seekor Border Collie dari unit penyelamatan K9 Thailand, kakinya dirawat oleh relawan dokter hewan setelah ikut serta dalam operasi pencarian dan penyelamatan di lokasi runtuhnya bangunan yang sedang dibangun di Bangkok pada 31 Maret 2025.
Janhom, anjing German Shepherd dari unit penyelamatan K9 Thailand, hidungnya dibersihkan oleh relawan dokter hewan setelah ikut serta dalam operasi pencarian dan penyelamatan di lokasi runtuhnya bangunan yang sedang dibangun di Bangkok pada Senin (31/3/2025).
Kale, dari unit penyelamatan K9 Thailand, duduk di kandangnya sebelum mengambil bagian dalam operasi pencarian dan penyelamatan di lokasi runtuhnya bangunan yang sedang dibangun di Bangkok pada Selasa (1/4/2025).
Tiny, anjing weimaraner dari unit USAR K9 Thailand, berpose bersama petugas kebersihan jalan di lokasi runtuhnya bangunan yang sedang dibangun di Bangkok pada Rabu (2/4/2025).
Nuan, seekor labrador dari unit USAR K9 Thailand, bermain dengan pawangnya, Alongkot Chukaew (kiri), di lokasi runtuhnya bangunan yang sedang dibangun di Bangkok pada Rabu (2/4/2025).
K9 bernama Safari menghibur pengungsi gempa di Bangkok, Thailand, Senin (31/3/2025).
Dua anjing pelacak berbaring di perkemahan mereka di lokasi gedung tinggi yang sedang dibangun dan runtuh setelah gempa bumi di Bangkok, Thailand, Rabu (2/4/2025).
Naun, seekor anjing labrador retriever dari unit penyelamatan K9 Thailand, berjalan dengan sepatu bot pelindung sebelum mengambil bagian dalam operasi pencarian dan penyelamatan di lokasi runtuhnya bangunan yang sedang dibangun di Bangkok pada Selasa (1/4/2025).

Dalam bencana gempa bumi di Myanmar dan Thailand yang mengakibatkan banyaknya bangunan runtuh di berbagai tempat, keberadaan anjing ini sangat membantu regu penolong.

Di bagian lain, beberapa anjing pelacak terlihat berkeliling mendekati pengungsi. Mereka mengendus-endus dan duduk di depan pengungsi. Anak-anak dan orang dewasa lantas mendekat lalu memeluk serta mengelus-elus mereka. Anjing itu seakan sedang menghibur pengungsi dan korban bencana gempa bumi.

Kale, anjing retriever dari unit K9 Thailand dibawa untuk menghibur orang-orang yang menunggu kabar tentang orang-orang terkasih yang hilang di lokasi runtuhnya gedung yang sedang dibangun di Bangkok pada tanggal 2 April 2025, lima hari setelah gempa bumi melanda Myanmar bagian tengah dan Thailand.

Dari foto yang dirilis, tim penyelamat China, Rusia, dan India memberangkatkan regu penolong, lengkap dengan anjing pelacak mereka. Tim penolong dari Indonesia yang diberangkatkan sore hari ini, Rabu (2/4/2025), juga menyertakan tiga anjing penyelamat. Anjing dengan pelatihan khusus ini diharapkan membantu mengidentifikasikan korban, terutama korban hidup yang tertimbun reruntuhan bangunan.


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Demitrius Wisnu Widiantoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra