Anjing pelacak turut dilibatkan dalam penanganan gempa bumi di Myanmar dan Thailand.
03 Apr 2025 08:33 WIB · Foto
Seorang anggota regu penyelamat Thailand menuntun beberapa anjing dengan talinya mendekati reruntuhan gedung 33 tingkat yang roboh di Bangkok, Thailand. Sejenak dia berjongkok dan terlihat memberi aba-aba, sebelum melepaskan tali dari leher dua anjing pertama.
Dua anjing itu seakan mengerti dan bergegas mencari jalan di antara puing-puing sambil mengendus-endus dicelah celah reruntuhan. Dua anjing itu terus bergerak, sesekali merangkak mencoba masuk ke lubang reruntuhan.
Tak berapa lama dua anjing itu menggonggong sambil mengibas-ibaskan ekornya, seakan memberi tahu pawangnya keberadaan pekerja gedung yang tertimpa reruntuhan. Regu penyelamat segera berdiskusi untuk memulai evakuasi dari titik terakhir anjing menggonggong.
Anjing-anjing lain lantas dilepaskan di bagian lain yang menjadi tumpukan reruntuhan gedung.
Sejak terjadi gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang melanda Myanmar pada Jumat (28/3/3035) pukul 12.50 waktu setempat, ribuan bangunan di Myanmar rata dengan tanah. Ribuan korban diyakini terkubur dalam reruntuhan itu.
Gempa juga merubuhkan sebuah gedung 33 tingkat yang sedang dibangun di Bangkok. Puluhan pekerja terkubur dalam bangunan runtuh ini.
Keberadaan anjing dalam operasi penyelamatan korban sangat sering ditemukan. Sebuah tim penyelamat, selain dibekali peralatan bermesin atau manual, biasanya juga dilengkapi dengan anjing pelacak.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/02/e1e27af6-1180-473a-a877-10dd0bab78c7_jpg.jpg)
Anjing yang terlatih dengan penciuman dan penginderaan yang tajam dianggap lebih fleksibel dibawa dalam upaya penyelamatan korban. Terlebih jika lokasi pencarian cukup sulit, seperti reruntuhan gedung di Bangkok ini. Anjing lebih gampang dibawa berpindah-pindah. Beberapa tim juga mengandalkan peralatan elektronik yang bisa mendeteksi panas suhu tubuh manusia.
Anjing-anjing ini biasanya disebut K9, sebuah homofon dari kata canine, merujuk kepada anjing yang telah mendapatkan pelatihan khusus sesuai tugas dan fungsinya. Selain anjing penyelamat, terdapat juga anjing pendeteksi narkoba, bahan peledak, ataupun anjing dengan keterampilan penjaga dan penyerang.
Penggunaan pertama K9 diawali pada 1942 oleh Korps K9 militer Amerika Serikat yang diciptakan oleh Menteri Perang AS Robert P Patterson. Sampai kini, penyebutan ini masih berlanjut.
Dalam bencana gempa bumi di Myanmar dan Thailand yang mengakibatkan banyaknya bangunan runtuh di berbagai tempat, keberadaan anjing ini sangat membantu regu penolong.
Di bagian lain, beberapa anjing pelacak terlihat berkeliling mendekati pengungsi. Mereka mengendus-endus dan duduk di depan pengungsi. Anak-anak dan orang dewasa lantas mendekat lalu memeluk serta mengelus-elus mereka. Anjing itu seakan sedang menghibur pengungsi dan korban bencana gempa bumi.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/02/df030930-fe9c-4567-b18b-0ad2929e3fd8_jpg.jpg)
Dari foto yang dirilis, tim penyelamat China, Rusia, dan India memberangkatkan regu penolong, lengkap dengan anjing pelacak mereka. Tim penolong dari Indonesia yang diberangkatkan sore hari ini, Rabu (2/4/2025), juga menyertakan tiga anjing penyelamat. Anjing dengan pelatihan khusus ini diharapkan membantu mengidentifikasikan korban, terutama korban hidup yang tertimbun reruntuhan bangunan.
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Demitrius Wisnu WidiantoroPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra