Kacamata Kuda Real Madrid dan Barcelona

Dua kandidat juara Liga Spanyol untuk sementara terpaksa mengalihkan fokus di liga demi susunan pemain terbaik pada final Piala Raja Spanyol.

24 Apr 2025 14:56 WIB · Olahraga

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

GETAFE, KAMIS — Final Piala Raja Spanyol menyita fokus Barcelona serta Real Madrid. Seperti kacamata kuda, perhatian kedua tim tersebut untuk sementara sudah tidak lagi sepenuhnya di Liga Spanyol, melainkan sudah menatap final Piala Raja Spanyol, Minggu (27/4/2025) dini hari WIB.

Dua tim calon kuat juara liga itu menempuh kebijakan rotasi demi mendapatkan susunan pemain yang paling ideal pada laga final. Meski tampil dengan skuad rotasi, Barca dan Real tetap mampu mengandaskan lawan masing-masing.

Persaingan pada puncak klasemen Liga Spanyol tidak berubah dibandingkan pekan lalu. ”Blaugrana” tetap memimpin empat poin di depan Real yang menempati peringkat kedua. Dengan liga yang tinggal menyisakan lima pekan lagi, persaingan antara Real dan Barca diperkirakan akan terus berlanjut hingga akhir.

Walau demikian, Real terkesan berjudi dengan menurunkan sejumlah pemain yang jarang mendapatkan kesempatan bermain saat menghadapi tuan rumah Getafe di Stadion Coliseum, Kamis (24/4/2025) dini hari WIB.

Real Madrid's Arda Guler scores his side's opening goal during a Spanish La Liga soccer match between Getafe and Real Madrid at the Coliseum Alfonso Perez stadium in Getafe, Spain, Wednesday, April 23, 2025. (AP Photo/Manu Fernandez)

Secara total, Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti membuat enam perubahan pemain dibandingkan pertandingan sebelumnya melawan Athletic Bilbao. Selain Lucas Vazquez, yang rutin dipasang sebagai bek kanan, David Alaba, Fran Garcia, Arda Guler, Brahim Diaz, dan Endrick tiba-tiba bermain sejak awal. Kelima pemain itu sebelumnya jarang masuk susunan pemain mula pilihan Ancelotti.

Keputusan Ancelotti memainkan mereka dipengaruhi oleh kebutuhan Real mendapatkan susunan pemain mula yang ideal pada final Piala Raja Spanyol. Real akan menantang Barca pada final yang berlangsung di Stadion de la Cartuja, Sevilla.

Ancelotti terpaksa mengingkari perkataannya sendiri bahwa dirinya tidak begitu memikirkan final Piala Raja Spanyol. Susunan pemain Real untuk menghadapi Getafe mencerminkan prioritas jangka pendek Ancelotti.

Pelatih asal Italia itu berkepentingan menurunkan susunan pemain mula terbaik demi mengalahkan Barca dan meraih trofi pertama musim ini. Meski demikian, hal itu berarti Real bisa saja semakin jauh tertinggal dari Barca lantaran menurunkan banyak pemain pelapis menghadapi Getafe.

Ekspresi pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti saat laga La Liga antara Real dan Getafe di Stadion Coliseum, Kamis (24/4/2025) dini hari WIB.

Keberanian Ancelotti merotasi pemain pada laga sepenting melawan Getafe dipengaruhi tersingkirnya Real dari Liga Champions Eropa. Seusai kalah dari Arsenal, posisi Ancelotti semakin tertekan.

Di liga, Real tertinggal dari Barca di puncak klasemen dan belum sekalipun memenangi ”El Clasico” musim ini. Rumor mengatakan, Ancelotti bisa saja dipecat jika kembali kalah dari Barca pada final nanti.

Ini karena kans Real memenangi Piala Raja Spanyol sedikit lebih besar dibandingkan liga. Dengan begitu, mengalahkan Barca di final bisa menjadi salah satu cara Ancelotti memperpanjang kariernya di Madrid.

”Pada final mungkin mereka (Barca) difavoritkan. Namun, final adalah final dan apa pun bisa terjadi. Di final, kami bisa memainkan formasi 4-4-2 dengan enam gelandang dan tanpa penyerang. Kami harus bertahan dengan baik dan saya yakin kami akan melakukannya dan menciptakan peluang di sisi lain juga,” kata Ancelotti seusai laga lawan Getafe.

Real Madrid's Brazilian forward #16 Endrick (R) controls the ball challenged by Getafe's Paraguayan defender #15 Omar Alderete during the Spanish league football match between Getafe CF and Real Madrid CF at the Coliseum Alfonso Perez stadium in Getafe, on April 23, 2025. (Photo by Thomas COEX / AFP)

Menurunkan lima pemain yang jarang mendapat kesempatan musim ini, Real tetap memetik hasil manis. ”Los Blancos” sukses mengalahkan Getafe, 1-0, berkat gol semata wayang Arda Guler.

Jarang mendapatkan menit bermain musim ini, Guler rupanya mampu membayar tuntas kepercayaan Ancelotti. Keputusannya menembak dari jarak jauh membuahkan hasil di tengah rentetan kegagalan upaya Real mencetak gol.

”Kami tahu pertandingan ini akan berjalan sulit. Tapi, kami berhasil mematahkan tekanan mereka di babak pertama, dan ini adalah kemenangan yang sangat penting,” kata Guler.

Seperti Real, Barca pun seperti memakai kacamata kuda untuk saat ini. Tim besutan Pelatih Hansi Flick ini untuk sementara mengalihkan fokus menjelang final Piala Raja Spanyol.

Spain Soccer La Liga

Flick pun merombak enam pemain saat Barca menghadapi Real Mallorca. Jules Kounde, Pau Cubarsí, Gerard Martin, Frenkie De Jong, Raphinha, dan Fermin Lopez yang biasanya mendapat kepercayaan lebih ternyata dicadangkan oleh Flick.

Akibat menurunkan pemain pelapis, ketajaman Barca terkikis. Blaugrana hanya mampu menang 1-0 atas Mallorca yang tengah dilanda inkonsistensi. Keenam pemain yang dicadangkan pada laga La Liga tersebut kemungkinan besar akan dimainkan Flick sebagai pemain mula menghadapi Real di final.

Meski sudah memenangi Piala Super Spanyol awal musim ini, Barca punya prioritas yang sama untuk sukses di Piala Raja Spanyol. Saat ini, Barca bersama Paris Saint-Germain menjadi tim di Eropa yang berkesempatan memenangi tiga gelar dalam semusim (treble winner). Memenangi Piala Raja Spanyol jadi semacam pemantik untuk mewujudkannya. 

”Bagi kami, itu adalah bagian dari rencana saya sebelum pertandingan (final). Maka dari itu, saya melakukan pergantian pemain agar memberi mereka waktu istirahat,” ujar Flick. (REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti