Kairat Almaty, Klub Paling Asia di Liga Champions Eropa

Kairat Almaty berasal dari kota yang lebih dekat ke kantor pusat AFC dibandingkan markas UEFA. Tim-tim Eropa bakal jalani laga tandang terjauh di Liga Champions.

27 Agt 2025 10:33 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

ALMATY, RABU — Kairat Almaty membuktikan sejarah baru selalu menanti tertulis di sepak bola. Secara mengejutkan, mereka menaklukkan raksasa Skotlandia, Celtic, melalui drama adu penalti pada putaran final kualifikasi Liga Champions Eropa 2025-2026, Rabu (27/8/2025) dini hari WIB, di Stadion Sentral Almaty, Kazakhstan.

Kairat menjadi tim kedua Kazakhstan yang bakal berlaga di kompetisi antarklub terelite di Eropa, juga dunia itu. Mereka mengikuti jejak rival utama, Astana, yang sudah lebih dulu mengalami persaingan tersengit kancah kontinental pada edisi 2015-2016.

Di sisi lain, tim berjuluk ”Halyq Komandasy” alias ”Tim Bangsa” ini akhirnya bisa merasakan untuk pertama kali berlaga di Liga Champions Eropa. Sebelum mengalahkan Celtic lewat drama adu penalti dengan skor 3-2 setelah dua gim berakhir imbang tanpa gol, Kairat menyingkirkan Olimpija Ljubljana (Slovenia), 3-1, di putaran pertama kualifikasi serta Kuopion Palloseura (Finlandia), 3-2, pada putaran kedua.

Juara Liga Kazakhstan musim 2024 itu bermain efektif di bawah dukungan lebih dari 30.000 pendukung. Mereka lebih banyak mengejar bola dibandingkan menguasai bola yang tertuang dalam catatan 33 persen penguasaan bola. Meski demikian, Kairat mampu mengkreasi 12 tembakan berbanding 11 tembakan milik Celtic.

Performa kiper Kairat, Temirlan Anarbekov, patut diacungi empat jempol. Ia menyelamatkan gawang dari peluang emas Celtic yang dimiliki pemain sayap Luke McCowan pada menit ke-112.

Kazakhstan Soccer Champions League

Setelah laga selama 120 menit rampung, Anarbekov melanjutkan penampilan gemilang dengan menahan tiga tembakan eksekutor Celtic, yakni Adam Idah, McCowan, dan Daizen Maeda.

Anarbekov sejatinya hanya kiper pelapis. Ia masuk pada menit ke-75 di gim pertama kontra Celtic akibat kiper utama Kairat, Aleksandr Zarutskiy, cedera. Kiper muda berusia 21 tahun itu mampu membalas kepercayaan Pelatih Kairat Rafael Urazbekhtin.

Dalam tiga pekan mendatang tepatnya pada 16 September, seluruh pemain Kairat akan memulai persaingan di fase utama Liga Champions bersama 35 tim lainnya. Mereka akan mengetahui delapan lawan yang bakal dihadapi, termasuk empat gim di Stadion Sentral Almaty, pada pengundian, Jumat (29/8/2025) dini hari WIB, di Nyon, Swiss.

Pelatih Celtic Brendan Rodgers telah merasakan nuansa intimidatif yang dialami timnya di kandang Kairat. Setelah menempuh perjalanan udara sekitar 7.500 kilometer, Rodgers menyebut timnya merasakan kendala lain yang memengaruhi permainan tim.

”Lapangan amat buruk. Kami bertahan dengan baik, tetapi tidak bisa menciptakan peluang yang membahayakan. Jelas ini kekecewaan yang sangat pahit,” ucap Rodgers seusai pertandingan.

Kazakhstan Soccer Champions League

Gelandang dan kapten Celtic, Callum McGregor, menyesal gagal lolos ke putaran utama Liga Champions. Ia memberikan kredit terhadap pertahanan rapat Kairat.

”Mereka membuat kami kesulitan. Dalam dua pertandingan, pertahanan mereka terorganisasi dengan sangat baik,” ucap McGregor dilansir laman UEFA.

Paling jauh

Kehadiran Kairat, pemilik empat gelar Liga Kazakhstan itu, menyebabkan empat tim Eropa akan merasakan perjalanan laga tandang terjauh mereka di Liga Champions. Pasalnya, di luar sepak bola, terutama dalam lingkup sosial-politik, Kazakhstan masuk ke dalam kawasan Asia, khususnya wilayah Asia Tengah.

Kazakhstan secara umum berbatasan dengan Rusia di sisi utara dan barat, lalu di sudut lain negara itu berbatasan wilayah darat dengan China di timur, Kirgizstan di tenggara, Uzbekistan di selatan, serta Turkmenistan di sisi barat daya.

Pun dengan Almaty yang lebih terasa nuansa Asia dibandingkan Eropa. Kota Almaty adalah kota terbesar di Kazakhstan yang berada di sisi tenggara negara itu.

Kazakhstan Soccer Champions League

Menariknya, Almaty berjarak lebih dari 1.200 kilometer (km) dengan ibu kota Kazakhstan, Astana. Almaty justru lebih dekat dengan kota Urumqi, ibu kota Provinsi Xinjian, di China, yang berjarak sekitar 841 km. Jarak Almaty dengan ibu kota Kirgizstan, Bishkek, hanya 240 km.

Dalam peta sepak bola, Almaty juga sejatinya lebih dekat dengan Asia dibandingkan Eropa. Itu bisa digambarkan melalui perbandingan jarak kota itu dengan markas Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) di Kuala Lumpur, Malaysia, dan kantor pusat UEFA di Nyon, Swiss.

Melalui perhitungan jalur udara, jarak Almaty dengan Kuala Lumpur ialah 5.202 km. Adapun perwakilan klub Kairat akan menjelajah sejauh 6.783 km untuk menghadiri undian fase utama Liga Champions di Nyon.

Tak heran, Kairat pernah tercatat dua musim berlaga di Piala Winners Asia edisi 1997-1998 dan 2000-2001. Tetapi, sejak 2002, Kazakhstan pindah ke UEFA sehingga tim-tim mereka berlaga di kompetisi antarklub Eropa.

Jadi, bisa dibayangkan betapa panjangnya penerbangan yang harus ditempuh juara bertahan Paris Saint-Germain jika mendapat undian bermain di kandang Kairat. Mereka harus menempuh perjalanan sekitar 6.791 km.

Kazakhstan Soccer Champions League

Dengan pesawat komersial, merujuk laman Skyscanner, pemain PSG akan menjalani durasi di udara selama 11 jam dan 55 menit jika menggunakan kelas komersial Qatar Airways, salah satu sponsor utama mereka dan sponsor Liga Champions.

Raja Liga Champions, Real Madrid, akan mengalami perjalanan terpanjang andai bertemu Kairat. Pertandingan kedua tim bisa terjadi dengan salah satu tim harus menempuh perjalanan berjarak 8.059 km. Penerbangan komersial yang disediakan Qatar Airways tercepat berdurasi 13 jam dan 55 menit.

Meskipun mayoritas tim-tim besar Eropa menggunakan pesawat sewaan untuk menjalani perjalanan udara di Liga Champions, perjalanan amat panjang menuju Almaty tentu harus diperhitungkan dengan baik. Perubahan jadwal pertandingan di liga, bahkan penundaan laga, bisa saja diajukan klub yang bakal bertandang ke Stadion Sentral Almaty di Liga Champions musim ini.

Selain Kairat, dua tim juga akan menjalani musim debut Liga Champions. Mereka adalah Bodo/Glimt asal Norwegia dan Pafos dari Siprus. (REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto