Tak cuma gengsi dan kebanggaan, juara Liga Champions juga berarti klub seperti PSG makin cuan. PSG dapat dana hingga 148,12 juta euro atau sekitar Rp 2,7 triliun.
01 Jun 2025 14:00 WIB · Olahraga
Siapa bilang juara Liga Champions hanya sekadar gengsi dan kebanggaan sebagai kampiun di Eropa? Menjuarai turnamen antarklub di Benua Biru juga kesempatan bagi klub untuk makin cuan, seperti yang dialami kampiun musim 2024-2025, Paris Saint-Germain. Dengan guyuran dana hingga 148,12 juta euro atau sekitar Rp 2,7 triliun sebagai juara Liga Champions, PSG makin berjaya sekaligus kian kaya.
Obsesi Nasser Al-Khelaifi, pemilik PSG, lebih dari satu dekade untuk mendatangkan gelar Liga Champions, akhirnya terbayarkan musim 2024-2025. PSG mengangkat trofi ”Si Kuping Lebar” setelah menaklukkan Inter Milan dengan skor 5-0 di Stadion Muenchen Football Arena, Minggu (1/6/2025) dini hari WIB.
Bagi PSG, trofi Liga Champions pertama mereka ini melengkapi raihan prestasi klub sejak berdiri pada 1970. PSG telah mengoleksi lebih dari 50 gelar, termasuk 13 trofi Ligue 1 atau Liga Perancis. Tak hanya itu, gelar Liga Champions juga melengkapi perjalanan gemilang mereka musim ini sebagai juara pada tiga ajang berbeda.
PSG mengawali kejayaannya dengan meraih Trophee des Champions atau Piala Super Perancis dengan mengalahkan AS Monaco, 1-0, pada awal 2025. Selanjutnya, PSG mengangkat trofi Liga Perancis pada April lalu. ”Les Parisiens” sangat dominan dengan mengoleksi 26 kemenangan dan hanya dua kali kalah.
Anak-anak asuhan Luis Enrique unggul jauh atas pesaing terdekat, Olympique de Marseille, dengan selisih 19 poin. Sebelum final Liga Champions, mereka juga memenangi Coupe de France atau Piala Perancis setelah menaklukkan Stade de Reims dengan skor 3-0, Sabtu (25/5/2025).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/01/04cd6cdc0db67875acba8cf45984033d-Germany_Soccer_Champions_League_Final.jpeg)
”Saya tidak bisa berkata-kata. Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Luar biasa. Apa yang telah kami lakukan hari ini sungguh ajaib. Kami telah membuat sejarah sepak bola Perancis dan Eropa dan saya sangat senang dengan bagaimana semuanya berjalan musim ini,” kata penyerang sayap Desire Doue yang menginspirasi keunggulan awal PSG atas Inter lewat sumbangan dua gol dan satu asis.
Dengan keberhasilan menjuarai Liga Champions, PSG dipastikan akan mendapatkan guyuran dana fantastis. Menurut laporan media Perancis, L’Équipe, saat PSG mencapai final saja, tim ini diprediksi akan memperoleh penghasilan hampir enam kali lipat dari yang mereka bakal terima dari hak siar Liga Perancis.
L’Équipe memperkirakan PSG akan menerima 22 juta euro dari hak siar Ligue 1. Adapun dari Liga Champions, PSG akan memperoleh 18,62 juta euro dalam bentuk bonus partisipasi, 17,5 juta euro untuk penampilan dan peringkat mereka di fase liga, 11 juta euro untuk mencapai babak 16 besar, 12 juta euro untuk perempat final, 15 juta euro untuk semifinal, dan memperoleh 18,5 juta euro untuk final.
Selain itu, PSG juga akan menerima 34 juta euro dari hak siar dan pemasaran UEFA serta 11 juta euro dari koefisien UEFA mereka selama 10 tahun terakhir. Dengan mengalahkan Inter, PSG akan menerima bonus sebesar 6,5 juta euro dan 4 juta euro karena berpartisipasi dalam Piala Super UEFA melawan pemenang Liga Europa pada Agustus mendatang.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/01/8d8d19e7a2eaf7b38a934a18633da3a0-Germany_Soccer_Champions_League_Final_1_.jpeg)
Dengan demikian, PSG mendapatkan total 148,12 juta euro atau sekitar Rp 2,7 triliun. Nominal itu membuat Desire Doue dan kawan-kawan mencatatkan rekor hadiah uang dalam satu musim dari Liga Champions, melampaui rekor sebelumnya sebesar 138,8 juta euro yang dicapai Real Madrid selepas kesuksesan mereka musim lalu.
Liga Champions 2024-2025 memang menawarkan peningkatan signifikan dalam total hadiah uang. UEFA sebelumnya mengumumkan, total dana hadiah untuk Liga Champions sebesar 2,71 miliar dollar AS (sekitar Rp 44,15 triliun), meningkat sepertiga dibandingkan dengan musim sebelumnya sebesar 2,19 miliar dollar AS (sekitar Rp 35,6 triliun).
Peningkatan total hadiah ini sejalan dengan perubahan format kompetisi yang diperluas dari 32 tim menjadi 36 tim dengan fase liga. Tak hanya memengaruhi struktur kompetisi, perumahan format berdampak pada besaran hadiah yang diterima oleh klub peserta.
Kondisi ini sempat memunculkan kekhawatiran akan tidak kompetitifnya liga domestik Eropa. Sebab, akan ada kesenjangan mencolok antara apa yang diperoleh tim yang hanya bersaing di liga domestik dan tampil di Eropa.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/01/d7a64a793464e692d835fa4a9657cc5c-Germany_Soccer_Champions_League_Final_2_.jpeg)
Di Liga Perancis, misalnya, kesepakatan TV Ligue 1 dengan DAZN yang dibatalkan setelah hanya satu musim dari jangka waktu lima tahun akan mengubah pemasukan tim dari liga domestik. L’Equipe pada Agustus lalu mengungkap penurunan tajam menanti klub-klub Ligue 1 dengan kesepakatan tersebut.
Di papan atas, klub akan mengantongi dana kurang dari sepertiga dari musim lalu. Begitu juga dengan tim papan bawah. Dengan peningkatan pemasukan dari Eropa, hal ini berisiko memperlebar kesenjangan dalam liga domestik yang sudah sangat menderita karena kurangnya persaingan di papan atas.
Kendati demikian, peningkatan hadiah dari UEFA menekan penghasilan sekaligus menopang klub yang meraih tiket ke kompetisi tersebut. Tiga klub Perancis lainnya yang bergabung dengan PSG di Liga Champions, yakni LOSC Lille, AS Monaco, dan Brest, telah memperoleh lebih banyak uang dari Eropa daripada yang mereka peroleh dari kompetisi dalam negeri.
Di sisi lain, guyuran dana dari Liga Champions jelas akan membuat PSG semakin kaya. Dalam laporan Forbes, PSG merupakan klub sepak bola terkaya ketujuh di dunia pada 2025. Pendapatan mereka mencapai 870 dollar AS atau setara Rp 14,17 triliun. Dengan menjuarai Liga Champions, Forbes memprediksi PSG akan akan mengalami lonjakan pendapatan tahun depan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/10/26/9ab4613e-95b9-485e-8e3d-b0fd2f3f6492.jpg)
Uang, bagi PSG, memang bukanlah segalanya. Sejak diambil alih oleh Nasser Al-Khelaifi lewat Qatar Sports Investments (QSI) pada 2011, PSG telah menggelontorkan miliaran dollar AS untuk mengubah tim. Mereka mendatangkan begitu banyak pemain megabintang, termasuk Kylian Mbappe, Neymar Jr, dan Lionel Messi.
Dana yang dikeluarkan untuk proyek ”Galactico” itu tentu tidak sedikit. Saat memboyong Neymar dari Barcelona pada 2017, misalnya, PSG membayar ongkos transfer hingga 222 juta euro (setara Rp 4,1 triliun dengan kurs saat ini). Kedatangan Neymar memecahkan rekor pembelian paling fantastis delapan tahun lalu. Upaya itu dilakukan demi ambisi meraih gelar Liga Champions pertama.
Dengan tambahan dana dari Liga Champions, PSG yang sudah kaya memang akan semakin kaya. Namun, terpenting, mereka juga ”kaya” dari segi permainan tim dengan memiliki pelatih yang tepat dan para pemain solid kendati tanpa megabintang.
(AP)
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra