Kala Dewi Fortuna Berpaling dari Tottenham Hotspur

Spurs layak menang, tetapi terbentur kegemilangan penjaga gawang Frankfurt, Kaua Santos. Hasil imbang kian membenamkan Ange Postecoglou dalam jurang ketidakpastian.

11 Apr 2025 08:16 WIB · Olahraga

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

LONDON, JUMAT – Dewi Fortuna tidak pernah lagi tersenyum kepada Tottenham Hotspur. Bahkan dengan penampilan impresif sekalipun kemenangan masih gagal diraih “Si Lily Putih”. Dominasi Spurs hanya mengantarkan mereka meraih hasil imbang 1-1 kontra Eintracht Frankfurt pada pertemuan pertama perempat final Liga Europa. Butuh upaya ekstra keras memenangkan pertemuan kedua di markas Frankfurt.

Analogi Dewi Fortuna digunakan Manajer Spurs, Ange Postecoglou, untuk mendeskripsikan apa yang terjadi pada timnya. Spurs tampil gigih dengan sederet peluang, tetapi tetap gagal menang pada akhirnya. Setelah penampilan yang inkonsisten dalam lima pertandingan terakhir, Spurs mampu memperagakan sepak bola menyerang yang cukup menghibur.

“Saya pasrah dengan kenyataan bahwa para dewa sepak bola telah mengalihkan pandangan mereka ke tempat lain tahun ini. Mereka jelas sibuk dengan klub dan manajer lain. Jadi apa pun yang kami dapatkan, kami harus melakukannya tanpa mereka tahun ini,” kata Postecoglou usai laga di Stadion Tottenham Hotspur, London, Inggris, Jumat (11/4/2025) dini hari.

Demi meraih kemenangan, Spurs sudah tampil menekan sejak laga dimulai. Mereka menerapkan garis pertahanan tinggi dan mengurung para pemain Frankfurt di area pertahanannya. Akan tetapi, satu kesalahan yang dilakukan James Maddison saat sedang membangun serangan dari bawah berubah jadi malapetaka bagi Spurs.

Pemain Eintracht Frankfurt Hugo Ekitike merayakan golnya ke gawang Tottenham Hotspur pada laga pertama perempat final Liga Europa di Stadion Tottenham Hotspur, London, Inggris, Jumat (11/4/2025) dini hari. Laga itu berakhir imbang 1-1.

Maddison gagal melindungi bola sehingga berhasil direbut oleh lawan. Hugo Ekitike yang menerima bola seketika langsung merangsek ke pertahanan Spurs. Dengan beberapa kali sentuhan, Ekitike kemudian melepaskan sepakan keras mendatar yang gagal dibendung kiper Guglielmo Vicario. Gol prematur pada menit keenam itu langsung menampar keras wajah para pemain Spurs yang sejak awal berniat tancap gas.

“Saya hanya mengambil bola dan yakin bisa mencetak gol dari posisi itu. Saya pikir itu gol yang bagus, tetapi saya berharap saya bisa lebih membantu tim, meskipun itu terasa menyenangkan,” ucap Ekitike.

Spurs kian meningkatkan intensitas serangan usai tertinggal. Hasilnya, Pedro Porro menyamakan kedudukan pada menit ke-26 lewat sontekan tumitnya. Gelombang serangan Spurs tidak berhenti, bahkan makin menjadi. Dominasi Spurs terlihat dari banyaknya sentuhan yang mereka ciptakan di wilayah pertahanan Frankfurt. Spurs tercatat melepaskan 262 operan, sementara Frankfurt hanya 135 operan.

Kerja keras para pemain Spurs membuahkan sejumlah peluang emas seperti yang diciptakan Lucas Bergvall dan Rodrigo Bentancur. Sayangnya upaya keduanya masih terhalang mistar gawang. Sepanjang pertandingan, Spurs melepaskan enam tembakan tepat sasaran, tetapi hanya satu yang mampu dikonversi menjadi gol. Adapun Frankfurt yang lebih banyak menahan gempuran tampil lebih efisien dengan hanya mencatatkan dua tembakan tepat sasaran tetapi satu di antaranya berbuah gol.

Pemain Tottenham Hotspur Pedro Porro (kanan) merayakan golnya ke gawang Eintracht Frankfurt pada laga pertama perempat final Liga Europa di Stadion Tottenham Hotspur, London, Inggris, Jumat (11/4/2025) dini hari. Laga itu berakhir imbang 1-1.

Menciptakan sederet peluang tetapi gagal menambah gol membuat lini serang Spurs yang dihuni Son Heung-min, Brennan Johnson, dan Dominic Solanke frustrasi. Dewi Fortuna memang telah berpaling dari Spurs. Di sisi lain, Frankfurt memiliki “Dewi Fortuna” mereka sendiri yang terwujud dalam diri kiper Kaua Santos.

Kiper asal Brasil itu tampil gemilang dengan melakukan lima penyelamatan gemilang. Satu yang paling krusial adalah sundulan Micky Van De Ven. Sundulan Van De Ven membuat para pendukung Spurs hampir melompat kegirangan. Namun, Santos dengan sigap mementahkannya.

“Kami bermain bagus, terutama di babak kedua saat kami memiliki banyak peluang untuk mencetak gol. Itu pertandingan yang sulit, tetapi kami masih memiliki segalanya untuk dimainkan minggu depan,” kata Bergvall.

Kiper Eintracht Frankfurt Kaua Santos menepis bola tendangan pemain Tottenham Hotspur pada laga pertama perempat final Liga Europa di Stadion Tottenham Hotspur, London, Inggris, Jumat (11/4/2025) dini hari. Laga itu berakhir imbang 1-1.

Hasil imbang 1-1 semakin membenamkan Postecoglou ke dalam jurang ketidakpastian. Posisi Postecogou saat ini tengah dalam tekanan hebat menyusul inkonsistensi penampilan Spurs. “Si Lili Putih” saat ini tercecer di peringkat 14 klasemen sementara Liga Inggris. Bahkan memenangkan Liga Europa saja dinilai tidak akan cukup untuk mengembalikan kepercayaan para pendukung Spurs kepada Postecoglou.

“Pertandingan leg kedua pasti akan ketat, bahkan mungkin harus sampai perpanjangan waktu, kami butuh semua pemain siap bertanding. Hal baiknya adalah sebagian besar dari mereka sudah kembali dan dalam kondisi sehat, itu yang penting,” ujar Postecoglou. (REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .