Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Emmanuel Macron menegaskan komitmen kuat antarnegara sembari merayakan persahabatan Indonesia-Perancis yang terjalin lama.
29 Mei 2025 08:24 WIB · Politik & Hukum
Presiden Prabowo Subianto menggelar jamuan santap malam kenegaraan sebagai bentuk penghormatan atas kunjungan kenegaraan Presiden Republik Perancis Emmanuel Macron dan Ibu Negara Brigitte Macron di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/5/2025) malam. Kedua pemimpin negara dalam acara yang dikemas meriah dan sarat budaya tersebut pun kembali saling menegaskan komitmen kuat dan jalinan kerja sama Indonesia-Perancis.
Mengawali sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan rasa hormat dan kebanggaannya dapat menerima kunjungan kenegaraan Presiden Macron, Ibu Negara Brigitte Macron, beserta seluruh delegasi di Jakarta. Hubungan antara Perancis dan Indonesia sudah cukup lama dan meningkat terus sampai hari ini.
“Kita menyaksikan bersama bahwa hubungan antara kedua negara kita maju di hampir semua bidang. Hari ini kita telah melaksanakan pembicaran intensif dan produktif. Dan kita bersama-sama, kita bertekad, berkomitmen untuk teruskan kerja sama ini dengan sebaik-baiknya,” kata Presiden Prabowo di hadapan para tamu negara yang hadir pada jamuan kenegaraan.
Meskipun 12.000 kilometer memisahkan kedua ibu kota metropolitan kita, kita tetap terhubung oleh angin sejarah dan nafas takdir bersama kita.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/29/83d688757a0c98b735a42d660319abe9-WhatsApp_Image_2025_05_29_at_07.51.05.jpeg)
Sebelumnya, pada Rabu siang, seusai mengadakan pertemuan bilateral dengan Macron, Prabowo menuturkan, kedua pihak sepakat melangkah lebih jauh lagi dengan mengadopsi deklarasi visi bersama menuju 100 tahun hubungan Indonesia-Perancis di tahun 2050. Wujud kemitraan strategis itu dituangkan dalam penandatanganan dokumen kesepakatan yang mencakup deklarasi bersama, kerja sama antarpemerintah, antarlembaga, kemitraan swasta, hingga kerja sama antarbank sentral.
Secara total ada 21 kesepakatan strategis yang dibangun oleh Indonesia dan Perancis. Presiden Prabowo dan Presiden Macron menyaksikan langsung penandatanganan kesepakatan yang dilakukan para menteri kedua negara tersebut.
Pada kesempatan jamuan santap malam kenegaraan, Presiden Prabowo pun menyampaikan rasa terima kasih atas undangan kepadanya untuk menghadiri Hari Bastille pada 14 Juli mendatang di Paris. "Kami merasa terhormat dan kami siap mengirim kontingen tentara kita ikut serta dalam parade di Paris,” ujar Prabowo.
Menanggapi sambutan tersebut, Presiden Macron pun menyampaikan rasa hormatnya. “Ini sungguh suatu kehormatan yang luar biasa bagi istri saya dan diri saya disambut dalam kunjungan kenegaraan ini oleh Bapak. Meskipun 12.000 kilometer memisahkan kedua ibu kota metropolitan kita, kita tetap terhubung oleh angin sejarah dan nafas takdir bersama kita," ujar Presiden Macron.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/29/c7c409eac54d92b43d3c79962b098702-WhatsApp_Image_2025_05_29_at_07.56.13.jpeg)
Presiden Macron turut mengutip pengaruh budaya Indonesia terhadap tokoh-tokoh besar Perancis, seperti penyair Arthur Rimbaud yang pernah datang ke Semarang hingga ke Tuntang dan Salatiga.
Demikian pula komponis Claude Debussy yang terpesona gamelan Jawa pada Pameran Universal di tahun 1889 silam serta mendapatkan inspirasi darinya untuk mengembuskan suara puisi kepulauan negeri ini ke dalam musik barat. Tak lupa juga Henri Cartier-Bresson yang mengabadikan keanggunan tarian Bali melalui lensanya.
Para perantara budaya ini meletakkan dasar-dasar bagi hubungan kedua negara. Sama halnya dengan para pelajar dan pekerja yang mendekatkan kedua bangsa. “Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit,” ucap Macron dalam bahasa Indonesia yang disambut tepuk tangan para hadirin.
Presiden Macron menuturkan, 75 tahun lalu, Perancis mengakui kemerdekaan Republik Indonesia. Ada begitu banyak hal yang mengikat kedua negara. “Dan itulah inti dari kemitraan kita di bidang pertahanan, keamanan, dan juga budaya,” ujarnya dalam bahasa Perancis yang kemudian diterjemahkan oleh penerjemah.
Presiden Macron pun menutup pidatonya dengan sebaris kalimat dalam bahasa Indonesia. “Bersama-sama kita akan berhasil,” ucap Macron.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/29/50ba4d37a0abc9b22bdc44c61188f8e7-WhatsApp_Image_2025_05_29_at_08.01.45.jpeg)
Sebelumnya, menjelang jamuan, Presiden Prabowo menyambut langsung kehadiran Presiden Macron dan Ibu Brigitte di beranda depan Istana Negara. Ketiganya kemudian bersama-sama menuju Ruang Jamuan Kenegaraan, melewati pasukan jajar kehormatan, sambutan meriah tarian Kipas Ajer, serta deretan anak-anak berpakaian adat.
Memasuki selasar Istana Negara, rombongan disambut kembali oleh Tarian Gaba Gaba yang enerjik, menambah semarak suasana malam itu. Sebelum santap malam kenegaraan dimulai, para tamu diajak menyaksikan video sinematik.
Video sinematik dimaksud menampilkan sejumlah pertemuan sebelumnya antara Presiden Prabowo dan Presiden Macron. Salah satunya adalah saat keduanya menghadiri KTT G20 di Rio de Janeiro, Brasil, pada November lalu.
Rangkaian santap malam kenegaraan pun dimulai dengan disajikannya hidangan khas Indonesia. Menu yang disajikan mulai dari Sari Laut Jimbaran, Soto Banjar, Daging Sapi Maranggi, hingga kopi dan coklat.
Beragam pertunjukan seni budaya yang mencerminkan perpaduan keindahan Nusantara dan Perancis pun mengiringi jamuan. Penampilan pertama dibuka dengan Tari Piring, dilanjutkan dengan pertunjukan musik bertema Paris oleh duet Alfred dan Aimee Saras. Sejumlah lagu, seperti C’est Si Bon dan Les Feuilles Mortes, pun dinyanyikan.
Tari Kecak pun dipentaskan di jamuan kenegaraan. Penampilan puncak malam itu ditutup oleh penyanyi Anggun C. Sasmi bersama Purwacaraka Orchestra yang membawakan lagu-lagu ikonik seperti Je Ne Regrette Rien, Mimpi, serta lagu daerah O Ulate dan Poco-Poco.
Penulis:
Nino Citra Anugrahanto, Cyprianus Anto SaptowalyonoEditor:
A. Ponco AnggoroPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .