Tuduhan penggunaan ilmu hitam untuk memenangi laga sepak bola muncul seusai babak final playoff Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Afrika.
18 Nov 2025 15:11 WIB · Olahraga
AP Photo
Tuduhan pemakaian ilmu hitam dalam sepak bola kerap muncul pada laga-laga antarkampung di Indonesia. Tim yang kalah menuduh tim yang menang menggunakan jasa dukun untuk memenangi pertandingan. Namun, pihak penuduh biasanya sulit memberikan bukti nyata dan semua tuduhan hanya berdasarkan perasaan atau fenomena-fenomena yang ditafsirkan secara subyektif.
Tuduhan semacam itu ternyata tidak hanya ada di Indonesia. Pada laga final playoff kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Afrika di Rabat, Maroko, Minggu (16/11/2025), antara Nigeria melawan Republik Demokratik Kongo (dulu bernama Zaire), tuduhan serupa muncul.
Dalam laga tersebut, Nigeria kalah 3-4 dalam adu penalti. Sebelumnya, laga berakhir imbang 1-1 dalam waktu normal. Nigeria unggul lebih dulu melalui gol Frank Onyeka pada menit ketiga. Namun, Kongo menyamakan skor melalui Meschack Elia pada menit ke-32.
Pada saat adu penalti, para penendang Nigeria tampil tidak maksimal sehingga akhirnya mereka kalah. Kekalahan itu membuat Nigeria gagal melaju ke babak utama Piala Dunia untuk kedua kalinya secara berturut-turut.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/11/18/8ce6c66e-9c5c-4bbe-adde-3cbab70aab01_jpg.jpg)
”Selama adu penalti, ada orang dari tim Kongo yang melakukan voodoo. Sepanjang waktu, sepanjang waktu. Jadi ini mengapa saya agak merasa gelisah tentang dia,” kata Eric Chelle, Pelatih Timnas Nigeria, dalam jumpa pers seusai laga.
Saat ditanya apa yang dia lihat, Chelle melambaikan tangan kanannya, tetapi tidak dapat mengonfirmasi secara spesifik mengenai tuduhannya.
”Sesuatu seperti itu (melambaikan tangannya). Saya tidak tahu apakah itu air atau sesuatu yang lain,” kata Chelle.
Meskipun pelatih timnasnya melontarkan tuduhan yang sulit dibuktikan, Federasi Sepak Bola Nigeria (NFF) memilih bersikap rasional dan meminta maaf atas kegagalan mereka melaju ke Piala Dunia.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/11/18/f9c2db6e-ba66-478d-883e-6296be9e6fd3_jpg.jpg)
”NFF meminta maaf kepada Presiden Bola Ahmed Tinubu, pemerintah federal, dan jutaan warga Nigeria, terutama kepada para pendukung yang setia, atas kegagalan ’Elang Super’ (julukan timnas Nigeria) untuk lolos ke Piala Dunia 2026,” tulis juru bicara NFF di akun media sosial X.
”Kekalahan atas Kongo pada babak final playoff kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Afrika di Rabat, Maroko, merupakan momen yang menyedihkan bagi sepak bola Nigeria. Bagi bangsa, di mana Elang Super melayani sebagai simbol persatuan, harapan, dan kebanggaan bersama, kegagalan melaju ke Piala Dunia untuk kedua kalinya merupakan kekecewaan yang besar,” tulis NFF.
Bagi Kongo, kemenangan itu masih membuka jalan bagi mereka untuk maju ke Piala Dunia melalui jalur playoff interkonfederasi. Sebagai wakil dari Afrika, Kongo akan menghadapi wakil dari Asia, Oseania, CONCACAF (Amerika Tengah dan Utara), atau CONMEBOL (Amerika Selatan).
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/11/18/9c0786ba-dd1f-4c44-9751-c1d461d7f27a_jpg.jpg)
Enam negara akan bersaing melalui jalur tersebut pada Maret mendatang. Keenam negara akan dibagi dalam dua grup berbeda. Dua negara dengan ranking FIFA terendah dalam grup akan saling bertanding lebih dulu dan pemenangnya akan menghadapi negara dengan ranking paling tinggi dalam grup. Juara grup akan mendapat tiket ke Piala Dunia 2026.
Kongo hanya pernah sekali lolos ke Piala Dunia pada 1974, saat negara itu bernama Zaire.
Penulis:
Emilius Caesar AlexeyEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto