Kemewahan Lini Tengah Bekal Belanda Menuju Amerika Utara

Belanda melanjutkan tradisi lolos ke Piala Dunia sejak 2018. ”Oranje” akan masuk status tim unggulan pada undian fase grup Piala Dunia 2026.

18 Nov 2025 08:33 WIB · Olahraga

AFP/JOHN THYS

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

AMSTERDAM, SELASA — Keputusan Ronald Koeman untuk mereinkarnasi taktik 4-3-3 di tim nasional Belanda berbuah tiket ke Piala Dunia 2026. Skuad ”Oranje” sudah melupakan krisis penyerang tengah tradisional karena memiliki segudang gelandang serba bisa yang piawai mencetak gol ke gawang lawan.

Belanda memastikan keikutsertaan Piala Dunia ke-12 berkat menaklukkan Lituania 4-0 pada laga terakhir Grup G pra-Piala Dunia 2026, Selasa (18/11/2025) WIB, di Stadion Johan Cruyff Arena, Amsterdam. Virgil van Dijk dan kolega mempertahankan posisi puncak dengan mengemas 20 poin dari delapan laga.

Mereka unggul tiga poin dari Polandia yang duduk di peringkat kedua dan masih berpeluang ke Piala Dunia 2026 lewat jalur playoff. Polandia membawa pulang kemenangan dramatis 3-2 di kandang Malta.

Tiket ke Amerika Utara 2026 digenggam sejak menit ke-16 ketika gelandang keturunan Indonesia, Tijjani Reijnders, membuka keunggulan pada menit ke-16. Setelah turun minum, Oranje menambah tiga gol.

Pemain Belanda Tijjani Reijnders (tengah) merayakan gol ke gawang Lithuania pada laga kualifikasi Piala Dunia 2026 grup G di Stadion Johan Cruijff Arena, Amsterdam, Belanda, Selasa (18/11/2025) dini hari WIB. Belanda menang 4-0 pada laga itu.

Cody Gakpo mencetak gol lewat titik putih pada menit ke-58. Selanjutnya, Xavi Simons (60’) dan Donyell Malen (62’) menutup harapan Lituania untuk menghadirkan kejutan di Amsterdam.

Belanda bergabung dengan Inggris, Perancis, Kroasia, Portugal, Norwegia, dan Jerman yang sudah memastikan sebagai duta Eropa di pentas dunia edisi ke-23. Bagi rekor Belanda di fase kualifikasi, perhelatan di pra-Piala Dunia 2026 adalah kesempatan ketujuh mereka lolos ke babak utama tanpa menelan kekalahan.

Oranje pernah sangat perkasa di babak kualifikasi pada tiga periode beruntun, yakni 2006, 2010, dan 2014, ketika memiliki generasi emas, seperti Arjen Robben, Robin van Persie, hingga Mark van Bommel. Pada tiga edisi kualifikasi itu mereka tidak terkalahkan pula.

Nirkalah di babak kualifikasi adalah modal penting untuk moral dan psikologis skuad Belanda. Pasalnya, ketika tidak pernah menelan hasil positif pada kualifikasi, mereka minimal bisa menembus babak 16 besar alias selalu lolos fase grup.

Hal itu tercipta pada edisi 1974 dan 1978 ketika mampu lolos ke laga final. Kemudian, menembus babak 16 besar di Italia 1990 dan Jerman 2006. Pada Afrika Selatan 2010, mereka kembali menembus partai puncak, lalu membawa pulang medali perunggu di Brasil 2014.

Pemain Belanda Cody Gakpo menyundul bola ke gawang Lithuania pada laga kualifikasi Piala Dunia 2026 grup G di Stadion Johan Cruijff Arena, Amsterdam, Belanda, Selasa (18/11/2025) dini hari WIB. Belanda menang 4-0 pada laga itu.

Frenkie de Jong, gelandang Belanda, bersyukur bisa berkontribusi untuk memenuhi target lolos ke Piala Dunia. Menurut dia, menembus Piala Dunia bukan perkara mudah. Belanda pernah mengalami kegagalan di babak kualifikasi pada 1986, 2002, dan 2018.

”Kami patut menghargai capaian ini. Kami sudah lolos. Kini, pekerjaan sebenarnya untuk memulai turnamen terbesar akan dimulai dan kami akan berusaha tampil di Piala Dunia dalam kondisi terbaik,” ujar De Jong kepada NOS seperti dilansir De Telegraaf.

Melepas ketergantungan

Delapan pertandingan di babak kualifikasi Piala Dunia 2026 menunjukkan cetak biru permainan Belanda yang ingin dibawa Koeman di Amerika Utara tahun depan. Koeman tidak melestarikan formasi 3-4-3 yang diandalkan Belanda bersama Louis van Gaal pada Qatar 2022.

Formasi tradisional 4-3-3 kembali disajikan Koeman pada periode keduanya menangani Belanda. Taktik itu demi memberikan keleluasaan Koeman untuk memanfaatkan melimpahnya gelandang hebat milik Oranje saat ini.

Reijnders berperan lebih aktif menopang Memphis Depay yang berperan sebagai penyerang tunggal. Pergerakan Reijnders yang aktif di kotak penalti menjadi ikhtiar Belanda untuk melepas ketergantungan kepada Depay sebagai sumber gol utama.

Pemain Belanda Xavi Simons (kanan) dan pemain Lithuania Gvidas Gineitis (kiri) berebut bola pada laga kualifikasi Piala Dunia 2026 grup G di Stadion Johan Cruijff Arena, Amsterdam, Belanda, Selasa (18/11/2025) dini hari WIB. Simons mencetak satu gol dan Belanda menang 4-0 pada laga itu.

Depay memang mampu mencetak delapan gol di pra-Piala Dunia 2026, tetapi hanya memberikan tugas mencetak gol kepada pemain klub Brasil, Corinthians, itu menjadi mubazir merujuk kemampuannya. Penyerang berusia 31 tahun itu lebih senang bergerak bebas di sepertiga akhir pertahanan lawan.

Ketika Depay berkeliaran, Reijnders mengisi tempat di kotak penalti lawan. Itu yang terjadi pada gol pertama.

Pemain Manchester City itu adalah satu-satunya pemain Belanda di kotak penalti Lituania sehingga De Jong langsung memberikan umpan terobosan untuk melayani Reijnders. Total, torehan dua gol disumbangkan Reijnders untuk membantunya jalani turnamen debut Piala Dunia.

Selain itu, Koeman juga berusaha memaksimalkan potensi Xavi Simons yang lebih bermanfaat jika bergerak dari sektor tengah, alih-alih berjuang di sisi sayap. Serupa dengan Reijnders, Simons juga menghasilkan dua gol di pra-Piala Dunia 2026.

De Jong sulit tergantikan untuk mengemban peran nomor enam sehingga Ryan Gravenberch hanya masuk dalam sistem rotasi Koeman. Di sisi lain, Koeman juga masih memiliki stok gelandang berbakat dari Liga Belanda.

Pemain Belanda Donyell Malen (kiri) menendang bola untuk mencetak gol ke gawang Lithuania pada laga kualifikasi Piala Dunia 2026 grup G di Stadion Johan Cruijff Arena, Amsterdam, Belanda, Selasa (18/11/2025) dini hari WIB. Belanda menang 4-0 pada laga itu.

Mereka adalah Jerdy Schouten (PSV Eindhoven), Luciano Valente (Feyenoord), Sem Steijn (Feyenoord), dan Kenneth Taylor (Ajax Amsterdam), yang bisa menjadi pertimbangan untuk mempertebal opsi dari lini kedua di Piala Dunia 2026.

Khusus Valente, Koeman memberikannya kesempatan debut di laga kontra Lituania. Valente menggantikan Simons pada menit ke-78. Koeman sudah memberikan cap pertama kepada 32 pemain pada dua periode menangani timnas Belanda sejak Maret 2018.

Valente, gelandang berusia 22 tahun, bangga bisa menjalani debut disaksikan keluarganya. Menurut dia, penampilan pertama bersama Oranje menyajikan pengalaman nan sangat emosional.

”Saya sangat bangga karena menjalani mimpi sejak kecil yang menjadi kenyataan. Saya selalu menyaksikan mereka (rekan di timnas) di TV karena mereka panutan saya, tiba-tiba saya berada di lapangan bersama mereka,” kata Valente dilansir ESPN Belanda.

Di Piala Dunia 2026, tantangan utama Belanda baru akan hadir pada fase gugur. Sebab, mereka akan masuk dalam status unggulan alias pot pertama pada undian babak penyisihan, 5 Desember mendatang, di Kennedy Center, Washington DC, Amerika Serikat.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan