Menjalani momen genting, para pemain Real Madrid justru kehilangan sentuhan ajaibnya hingga takluk dari Manchester City. Alonso belum tentu terdepak setelah ini.
11 Des 2025 06:44 WIB · Olahraga
AFP/Thomas COEX
MADRID, KAMIS — Posisi Xabi Alonso di Real Madrid kian terjepit menyusul kekalahan 1-2 dari Manchester City dalam lanjutan Liga Champions Eropa di Stadion Bernabeu, Kamis (11/12/2025) dini hari WIB. Meski meraih hasil minor dalam satu bulan terakhir, termasuk dua kekalahan beruntun di kandang, para petinggi Real dikabarkan masih ingin melihat sejauh mana Alonso bisa membawa Real melaju.
Jamak diketahui, Real merupakan tim yang sangat menuntut. Tidak peduli seberapa besar kemajuan yang diperlihatkan tim, hasil tetap yang terpenting. Merujuk laporan The Athletic, posisi Alonso sangat kritis jelang laga penting melawan City.
Hanya saja, Alonso baru enam bulan berada di Real. Para pejabat Real masih akan terus memantau perkembangan tim di bawah Alonso. Meski demikian, bukan tidak mungkin Alonso akan kehilangan pekerjaannya jika masih gagal mengangkat performa Real dalam beberapa waktu ke depan.
Faktor krusial lain yang membuat Alonso belum akan didepak adalah performa Real saat menghadapi City. Real menunjukkan mentalitas pemenang meski kehilangan banyak pemain kunci, seperti Dean Huijsen, Eder Militao, Trent Alexander-Arnold, Dani Carvajal, dan Kylian Mbappe.
Buktinya, ”Los Blancos” mampu unggul lebih dulu lewat sepakan mendatar Rodrygo pada menit ke-28. Kehilangan banyak pemain penting, Real sanggup mengimbangi intensitas permainan City yang tampil penuh dan menerapkan garis pertahanan tinggi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/11/055f736ad655f51b1176e6ced9af72f4-1000038975.jpg)
”Setiap kali mereka menguasai bola, mereka menghukum kami, terutama dengan Rodrygo. Kami tidak bisa masuk ke dalam permainan sampai gol itu tercipta. Bagi banyak pemain saya, ini adalah pertama kalinya mereka datang ke stadion ini,” kata Manajer City Pep Guardiola memuji penampilan Real.
Ironisnya, keberhasilan mencetak gol lebih dulu itu gagal dioptimalkan Real. Setelah unggul, City mampu membalikkan keadaan lewat gol Nico O’Reilly pada menit ke-35 dan eksekusi penalti Erling Haaland dua menit jelang waktu normal babak pertama usai.
Kebobolan dua gol setelah mampu memimpin menandakan ada ketidakstabilan dalam tim Alonso. Artinya, Rodrygo dan rekan-rekannya gagal memaksimalkan momentum keunggulan hingga harus kebobolan dua gol dalam rentang waktu yang relatif singkat.
Unggul satu gol semestinya bisa dimanfaatkan Real untuk mencetak lebih banyak gol tambahan. Dalam situasi tertinggal, City tentu terdorong untuk lebih gencar menyerang sehingga mestinya ada celah di lini belakang mereka yang bisa dieksploitasi. Nyatanya, para pemain Real kehilangan sentuhan ajaibnya setiap kali berhasil menembus area sepertiga akhir pertahanan City.
Kelemahan itu tampak dari statistik laga. Real lebih dominan dengan melepaskan 16 tendangan, tetapi hanya satu yang tepat sasaran. Sementara City lebih efisien dengan delapan tembakan tepat sasaran dari 12 percobaan. Kualitas peluang Real pun hanya sebesar 1,44 xG (expected goal). Adapun City mencatatkan nilai xG sebesar 2,58 yang menandakan betapa berbahayanya peluang-peluang mereka.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/11/d8e1f53dbcf92f7f6496a2c41c1b46dd-1000038976.jpg)
Kegemilangan kiper Real, Thibaut Courtois, menggagalkan sederet peluang City, termasuk dua tendangan keras beruntun dari Haaland dan Rayan Cherki. Courtois sampai harus jatuh bangun menyelamatkan gawangnya. Kiper timnas Belgia itu membukukan enam penyelamatan penting.
City dan Real sama-sama membutuhkan kemenangan untuk keluar dari tren negatif. Real didera inkonsistensi setelah hanya meraih dua kemenangan dari lima laga. Sementara City, meski mampu meraih tiga kemenangan beruntun di Liga Inggris, posisi mereka kurang kuat di Liga Champions menyusul kekalahan telak 0-2 dari Bayer Leverkusen pada laga sebelumnya. Kondisi itulah yang mendorong Real dan City bermain sangat agresif sejak pertandingan dimulai.
Real cenderung mencoba mengeksploitasi skema transisi dari bertahan ke menyerang. Garis pertahanan tinggi City jadi sasaran empuk eksploitasi para pemain Real yang coba memindahkan bola secara cepat ke depan dengan umpan-umpan lambung. Situasi transisi ini juga yang mengawali gol Rodrygo.
”Ini momen yang sulit, bagi kami, dan juga baginya. Segalanya tidak berjalan sesuai keinginan kami dan saya ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa kami bersatu dengan pelatih kami. Kami membutuhkan persatuan ini untuk terus maju dan mencapai tujuan kami,” kata Rodrygo.
Setelah balik tertinggal, Real berupaya keras membongkar pertahanan City dengan memindahkan aliran bola dari area kiri ke kanan, begitu pula sebaliknya. Namun, kedisiplinan para pemain City dalam menjaga area mereka begitu menyulitkan Real. Situasi diperparah dengan performa gelandang serang Jude Bellingham yang kerap kehilangan sentuhannya di area sepertiga akhir. Pemain timnas Inggris itu jarang melepaskan umpan-umpan kunci dengan hanya menciptakan tiga peluang sepanjang laga, termasuk satu asis.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/11/7cf51356b925a1e2e787573ba032c65a-1000038973.jpg)
Alonso menilai laga ini berlangsung sangat sengit. Baik City maupun Real sempat mendominasi di fase-fase tertentu. Menelan dua kekalahan beruntun pastinya akan membuat petinggi Real tidak senang. Namun, Alonso bertekad membawa timnya bangkit pada pertandingan selanjutnya.
”Tujuan kami jelas, yaitu untuk lebih konsisten terlepas dari kompetisi mana pun yang kami ikuti atau lawan mana pun. Ini adalah pertandingan Liga Champions, dan kami meningkatkan level permainan kami dari segi konsentrasi dan tempo. Kami mencetak gol, menciptakan peluang, dan bekerja keras hingga detik terakhir. Kita perlu mengambil (hal positif) ini dan membangunnya,” kata Alonso.
Meski kalah, posisi Real di tabel klasemen Liga Champions masih aman. ”Los Blancos” menempati peringkat ketujuh dengan perolehan 12 poin, yang artinya masih dalam zona lolos otomatis ke babak 16 besar. Adapun City sukses menembus posisi empat besar dengan koleksi 13 poin. (REUTERS)
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto