Real Madrid menjaga kesempurnaan dengan meraih dua kemenangan beruntun tanpa kebobolan di awal musim Liga Spanyol. Namun, kemenangan atas Real Oviedo tidak perlu terlalu dirayakan.
25 Agt 2025 12:15 WIB · Olahraga
ASTURIAS, SENIN — Seusai menuai kemenangan yang kurang memuaskan kontra Osasuna, Real Madrid meningkatkan performa saat membekap Real Oviedo, 3-0, pada laga Liga Spanyol di Stadion Carlos Tartiere, Asturias, Spanyol, Senin (25/8/2025) dini hari WIB. Akan tetapi, kemenangan telak itu pun terasa lebih seperti fatamorgana kejayaan bagi Real yang mengemban ekspektasi besar musim ini bersama pelatih baru, Xabi Alonso.
Real seharusnya mampu menyarangkan lebih dari tiga gol jika tampil lebih efektif. Menghadapi Oviedo yang berstatus tim promosi, Real mendominasi sepanjang pertandingan. Disparitas kualitas pemain di antara kedua tim terpampang nyata.
Real unggul dari segi penguasaan bola mencapai 65 persen berbanding 35 persen milik Oviedo. Dari jumlah tendangan pun, Real jauh memimpin dengan 10 tembakan tepat sasaran. Adapun Oviedo hanya mampu melepaskan tiga tembakan.
”Los Blancos” mampu melepaskan 10 tembakan tepat sasaran, tapi hanya tiga di antaranya yang mampu dikonversi menjadi gol. Hal itu sesuai dengan nilai harapan gol (expected goal/xG) Real yang menyentuh 2,67.
Dalam laga ini, Alonso melakukan dua perubahan dengan mengganti Trent Alexander-Arnold dan Vinicius Junior. Dani Carvajal menggantikan posisi Trent sebagai bek kanan, sedangkan Rodrygo mendapat kepercayaan beroperasi di sisi kiri yang biasa ditempati Vinicius.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/08/25/9a6e482f-ae48-4327-8db9-a549f8d35ab8_jpg.jpg)
Meskipun hanya bermain selama 30 menit sebagai pemain pengganti, Vinicius menunjukkan kelasnya dengan mencetak satu gol pada akhir laga dan satu asis kepada Kylian Mbappe pada menit ke-83. Mengkreasikan banyak peluang, Real baru bisa membuat gol pada menit ke-37 melalui Mbappe setelah menerima umpan dari Arda Guler.
Butuh waktu cukup lama untuk mencetak gol di tengah hujan peluang menandakan performa Real yang belum optimal di bawah Alonso pada dua laga awal musim ini. Selain itu, kelemahan mereka juga tecermin dari cara Oviedo mendapatkan peluang berbahaya saat laga baru berjalan beberapa detik.
Terkadang sulit karena Oviedo bermain rapat, tetapi ritme permainannya sangat bagus.
Luka Ilic melihat ruang besar tercipta di antara empat bek Real dan kiper Thibaut Courtois. Gelandang Serbia itu langsung melepaskan umpan akurat yang mengarah kepada dua penyerang Oviedo. Beruntung, Courtois dengan sigap menyergap bola sebelum mampu dikontrol lebih lama oleh lawan.
Di babak kedua, kelengahan pertahanan Real juga nyaris membuat Oviedo bisa mencetak gol. Kwasi Sibo bisa bermanuver bebas tanpa pengawalan ketat di dekat area kotak penalti Real. Namun, sepakan Sibo gagal berbuah gol lantaran hanya membentur tiang gawang.
”Kami seharusnya bisa menyelesaikan pertandingan lebih awal. Dengan skor 0-1, (tembakan) mereka bahkan sempat membentur tiang gawang. Kami bertahan dengan sangat serius dan menekan dengan baik. Dengan begitu, kami seharusnya bisa meraih kemenangan dengan skor lebih besar. Dalam hal serangan, kami melepaskan 10 tembakan tepat sasaran,” ujar Courtois ”seusai pertandingan dikutip dari Football Espana.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/08/25/a9201e0e-ee02-4165-860e-6723f2968628_jpg.jpg)
Di mata banyak orang, dua kemenangan pada awal musim menghadapi Osasuna dan Oviedo sangat mungkin diartikan sebagai situasi normal, bahkan ideal untuk Real. Namun, dalam konteks kegagalan musim lalu, apa yang diraih Real pada awal musim ini belum bisa dikatakan sebagai hasil maksimal.
Kondisi ini tiada ubahnya sebagai wujud kejayaan semu bagi Real. Menghadapi Osasuna, Real hanya bisa menang tipis 1-0 melalui eksekusi penalti Mbappe. Adapun melawan Oviedo, yang berstatus tim promosi, Real kesulitan mencetak gol cepat meski mendapat banyak peluang.
Courtois mengakui timnya kurang tajam, tetapi ada unsur kehebatan kiper Oviedo Aaron Escandell, yang melakukan delapan penyelamatan penting di laga ini, sehingga Real gagal menang dengan banyak gol.
”Saya sangat menikmati bermain di sini. Mereka memulai dengan baik, tetapi kami bangkit dengan cepat. Kiper mereka bermain bagus untuk mempertahankan skor 0-1 untuk waktu yang lama,” kata Courtois.
Di sisi lain, Alonso menilai pertahanan rapat Oviedo yang menumpuk banyak pemain di depan kotak penalti menghambat upaya Real mencetak banyak gol.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/08/25/5d7c1701-e9f9-4877-a5a7-93f94ee822d3_jpg.jpg)
”Terkadang sulit karena Oviedo bermain rapat, tetapi ritme permainannya sangat bagus. Di babak kedua, mungkin permainan kami sedikit menurun. Oviedo menekan ke depan dan sulit bagi kami untuk mempertahankan tempo,” ucap Alonso.
Alonso menyadari harus bergerak cepat mengatasi kelemahan timnya selagi liga baru berjalan dua pekan. Masih banyak waktu baginya untuk berimprovisasi menambal kekurangan Real. Apalagi, Alonso memikul ekspektasi besar setelah Real gagal memenangi satu pun trofi musim lalu.
Manajemen Real membekali Alonso anggaran belanja mencapai 180 juta euro (Rp 3,4 triliun) musim panas ini. Dengan dana sebesar itu, Real mendaratkan beberapa pemain bintang, seperti Franco Mastantuono, Alvaro Carreras, Trent, dan Dean Huijsen. Manajemen Real dan suporter tentu berharap Alonso bisa segera mempersembahkan trofi pada musim perdananya melatih.
Dengan begitu, kemenangan yang bernuansa kejayaan semu saat menghadapi Oviedo belumlah cukup kuat untuk meyakinkan manajemen dan suporter Real. Alonso masih harus bekerja keras membuktikan ide-idenya dalam beberapa bulan mendatang.
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Nur Adji