Tim LKG BRI Indonesia kemas modal penting sebelum bertarung di Piala Gothia 2025. Laskar Kera Sakti memburu final kedua sebagai duta Liga Kompas U-14 sejak edisi 20
28 Jun 2025 17:55 WIB · Olahraga
DEPOK, KOMPAS — Tim LKG BRI Indonesia menaklukkan tim U-16 Persija Jakarta, 3-1, pada laga uji tanding, Sabtu (28/6/2025), di Lapangan Latihan Persija, Depok, Jawa Barat. Duel kontra tim seleksi ”Macan Kemayoran” itu menjadi pertandingan terakhir skuad ”Laskar Kera Sakti” sebelum bertolak ke Gothenburg, Swedia, untuk Piala Gothia 2025, 11 Juli mendatang.
Berbeda dengan masa uji coba terakhir menghadapi Cipta Cendikia, Senin (23/6/2025) lalu, di Lapangan Ayo Arena, Sentul, Bogor, Jabar, sebanyak 18 anggota skuad LKG BRI Indonesia sudah dalam kondisi bugar. Hal itu berbeda dibandingkan saat mengalahkan Cipta Cendikia, 3-2. Ketika itu, dua gelandang serang, Lutfi Helmi Hanafi dan Radhitya Javas Nugraha, tidak bisa bermain akibat masalah di kaki mereka.
Lutfi bahkan sudah bermain sejak menit pertama pada pertandingan uji coba menghadapi Persija. Ia bersama Oksal Kristian Gani dan M Hazwan Haidar membentuk trio lini tengah yang menjadi motor permainan tim LKG BRI Indonesia. Sementara itu, Radhitya mulai bermain pada babak kedua.
Dalam laga yang berlangsung 3 x 30 menit itu, LKG BRI Indonesia konsisten mencetak satu gol di setiap babak. Ketiga gol itu dicetak oleh Oksal. Sebuah gol di babak pertama diawali kemenangan meraih second ball alias bola kedua di muka kotak penalti tim Persija, lalu diakhiri sepakan keras dari luar kotak penalti.
Pada babak kedua, Oksal mengonversi peluang penalti dengan baik. Wasit menunjuk titik putih setelah bek Persija, yang diproyeksi untuk mengikuti Elite Pro Academy U-16 musim 2025, melakukan handball untuk menghadang tembakan penyerang sayap, Rayina Pamungkas, di muka gawang.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/28/83c30abd2110f7575f404e91f0e0d1bb-IMG_4265.jpeg)
Oksal, yang berasal dari Cipta Cendikia, mengunci kemenangan Laskar Kera Sakti melalui sepakan terarah dari sisi kiri pertahanan Persija. Gol itu diinisiasi Oksal melalui aksi individunya di zona kiri luar tim tuan rumah.
”Alhamdulillah, kami bisa menang dan seluruh pemain bisa menjalani pertandingan dengan baik. Saya bertekad untuk bisa membantu tim di Piala Gothia nanti,” tutur Oksal, kapten LKG BRI Indonesia, seusai pertandingan.
Menurut Oksal, kemenangan atas tim U-16 Persija menjadi modal penting untuk menyempurnakan masa persiapan sebelum menuju Swedia. Selain menang, lanjutnya, semua pemain LKG BRI Indonesia terhindar dari cedera.
”Hasil ini belum membuat kami puas. Masih banyak yang harus kami benahi. Tujuan utama kami adalah meraih prestasi terbaik di Swedia,” ucap Oksal.
Pelatih Tim LKG BRI Indonesia Tb Wahyudiansyah menyambut positif kemenangan atas tim Persija yang masih dalam tahap seleksi untuk pemain kelahiran 2009-2010. Kata Wahyu, kemenangan tercipta karena para pemain mampu mengeksekusi rencana dengan baik.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/28/27777cfdd26531ca44a85f8e0bac3646-IMG_4248.jpeg)
”Menghadapi tim yang seumuran dengan mereka, tim ini membuktikan mereka memiliki kualitas secara individu dan tim yang sangat baik. Ini menjadi bekal kami untuk menyempurnakan persiapan sebelum bermain di turnamen sesungguhnya,” ujar Wahyu yang merupakan Pelatih Oneway Soccer School di Liga Kompas U-14 Powered by BRI musim 2024-2025.
Variasi taktik
Pada laga menghadapi tim U-16 Persija selama 90 menit, Wahyu bersama asisten pelatih, Eddy, melakukan rotasi pemain. Tidak ada pemain yang bermain penuh selama tiga babak pertandingan.
Sejumlah pemain bahkan dicoba untuk menempati dua posisi. Hal itu berlaku untuk Oksal yang bermain sebagai gelandang serang dan penyerang sayap. Dimas Anggara juga tidak sekadar menempati bek sayap kiri, tetapi ditugaskan pula mengisi posisi nomor sembilan atau penyerang tengah.
Hasil ini belum membuat kami puas. Masih banyak yang harus kami benahi. Tujuan utama kami adalah meraih prestasi terbaik di Swedia.
Muhammad Fadlan, di sisi lain, menjalani dua peran berbeda sebagai penyerang sayap, juga bek sayap kanan. Selain itu, dua kiper, Fikri Pratama Gunawan dan Fazil Darvesh, mendapat menit bermain nyaris setara selama tiga babak.
Satu gol Persija dicetak di babak ketiga saat Fikri bertugas di bawah mistar. Fazil, yang sempat melakukan satu kali tangkapan tak sempurna di babak kedua, membalas kesalahan melalui satu penyelamatan krusial ketika laga masih berjalan dengan skor 2-1 pada paruh ketiga.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/28/e3677446b7faaacac0ac0bfb5035d112-IMG_4263.jpeg)
LKG BRI Indonesia tergabung di Grup 29 pada kategori Boys 15 (usia 15 tahun). Dua tim tuan rumah, AFC Eskilstuna dan Ojersjo IF, akan menjadi pesaing Laskar Kera Sakti bersama tim asal Inggris, Prep Schools District. Adapun total peserta di Boys 15 adalah 250 tim atau yang terbanyak di antara kategori lainnya.
Merujuk jadwal Piala Gothia 2025, tiga pertandingan babak penyisihan akan tersaji mulai Senin hingga Rabu (14-16/7/2027). Agenda pertandingan LKG BRI Indonesia bakal semakin padat apabila lolos ke fase gugur yang disebut babak playoff.
Pada Kamis (17/7/2025), diagendakan akan berlangsung dua pertandingan sekaligus di fase gugur, yaitu masing-masing untuk babak 128 besar dan 64 besar. Sehari berselang, tim LKG BRI Indonesia berpotensi tampil tiga kali untuk babak 32 besar, 16 besar, hingga perempat final. Adapun babak semifinal dan final akan digelar pada hari terakhir Piala Gothia 2025, Sabtu (19/7/2025).
Selain bersaing memperebutkan gelar juara, LKG BRI Indonesia adalah satu-satunya perwakilan Indonesia untuk upacara pembukaan Piala Gothia 2025, Minggu (13/7/2025), di Stadion Ullevi, Gothenburg. Piala Gothia tahun ini merupakan edisi istimewa karena menginjak edisi ke-50.
Prestasi terbaik tim Liga Kompas U-14 di Piala Gothia tertulis pada 2013. Kala itu, tim Liga Kompas yang menggunakan nama ASIOP Apacinti SKF Indonesia kalah adu penalti 3-4 dari duta Slovenia, NK Krsko, di final.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Rosdiana Sitompul