Lebih dari sekadar toko oleh-oleh, toserba Don Quijote alias Don Donki juga menjadi penopang perekonomian warga.
11 Mei 2025 15:10 WIB · Internasional
Inflasi di negara lain, untung di negeri sendiri. Itulah yang dialami oleh Don Quijote, toko pernak-pernik serbaada di Tokyo, Jepang. Omzet mereka naik 1,7 kali dari sebelum pandemi Covid-19 berkat wisatawan yang kalap belanja.
Nama Don Quijote adalah pelesetan dari novel Don Quixote karya sastrawan Spanyol, Miguel de Cervantes. Di dalam kisahnya, Don Quixote adalah seorang ksatria yang idealis dan sering dianggap gila oleh orang lain.
Pendiri Don Quijote, Takao Yasuda (76), juga dianggap gila ketika pada tahun 1980-an ia mendirikan toko yang kini dikenal dengan nama gaul Donki atau Don Donki. Idenya ialah toserba yang menjual semua jenis barang dengan korting harga gila-gilaan dan buka sampai larut malam.
Yasuda masih hidup dan tinggal di Tokyo. Majalah Forbes pada 2023 menaksir kekayaannya mencapai 4 miliar dollar AS.
”Saya sempat bingung karena toko ini luar biasa penuh barang,” kata Garrett Bryan (27), wisatawan dari AS.
Bagaimana ia tidak bingung, dari makanan, rambut palsu, sampai kamera ada semua di Don Donki. Kebingungan Bryan tidak lama karena setelah itu ia kalap membeli oleh-oleh untuk anggota keluarga dan teman-temannya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/30/804f2760-9167-4f24-a850-6266ce5f69c6_jpg.jpg)
Bryan juga tidak lupa membeli hadiah untuk dirinya, mulai dari aneka mainan hingga sumpit berbentuk Godzilla si kadal monster raksasa. ”Semuanya cuma 70 dollar AS,” katanya.
Pada 2024, seluruh toserba Donki yang terdiri dari 501 toko di Jepang memberikan tambahan omzet 12 persen. Menurut Motoki Hara, pengelola Donki cabang Shibuya, pengunjung selalu membeli lebih dari yang mereka rencanakan.
Niat awal ingin membeli oleh-oleh. Akan tetapi, ketika keluar membawa berbagai jenis belanjaan, termasuk makanan. Cokelat Kitkat dan Pocky aneka rasa adalah jajanan terpopuler di toko itu.
Selain di Jepang, Donki juga memiliki 101 toko yang tersebar di dunia. Di Singapura saja ada 17 toko Donki. Toko terbaru mereka baru dibuka pada Februari 2025 di Hawaii, AS.
Walaupun begitu, toserba mereka di Tokyo tetap menjadi yang terpopuler. Berbagai publikasi wisata mendapuk toserba Donki, terutama cabang terbesar di Shibuya, sebagai salah satu tengara dan tempat wajib didatangi jika berplesir ke Jepang.
Toserba ini terdiri dari delapan lantai dan buka 24 jam. Mereka tetap buka di hari libur nasional. Mulai dari pernak-pernik receh sampai beras karungan dan benda-benda khusus dewasa ada di toko ini. Di lantai tiga ada area khusus untuk produk-produk bebas pajak.
”Masuk ke toserba Donki ini semua pancaindera langsung bangun,” kata Paul Kraft, pendiri firma konsultasi Japan IQ.
Selain rak-rak yang dipenuhi barang, semua disusun dengan warna-warni yang menyita perhatian. Di pelantang, lagu tema toko yang berbunyi ”don don donki” tidak berhenti diputar. Di setiap pojok ada patung Donpen, si penguin bertopi Sinterklas yang merupakan maskot toko.
”Donki sangat penting bagi iklim usaha di Jepang,” kata Kraft.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/12/29/2447e1b3-1fea-4485-a37c-464d35e6edbf.jpg)
Ia menerangkan, terlepas dari reputasinya sebagai penjual oleh-oleh receh, peran Donki signifikan bagi masyarakat Jepang, bahkan warga asing. Donki juga menjual berbagai kebutuhan pokok dengan harga miring. Di tengah inflasi, semakin banyak orang berbelanja di Donki ketimbang di pasar atau supermarket khusus kebutuhan pokok.
Media Nipino.com yang mengulas mengenai diaspora pekerja Filipina di Jepang pada edisi 23 Maret 2025 menjelaskan bahwa toko-toko Donki juga bermakna penting bagi komunitas Filipina. Banyak pekerja Filipina bekerja di bidang yang bersistem sif. Artinya, ada yang baru selesai bekerja di tengah malah atau pagi buta.
”Belum ada rumah makan yang buka. Toserba-toserba Donki banyak yang buka 24 jam dan menjadi tempat penting bagi para kababayan (diaspora Filipina) untuk makan,” tulis Nipino.com.
Donki menyediakan berbagai pilihan nasi kotak dan olahan mi yang siap santap. Selain itu, juga ada buah-buahan dan minuman hangat sehingga toko ini membantu memastikan tidak ada orang yang kelaparan dini hari.
Semangat itu juga dibawa oleh toko Donki di Honolulu, Hawaii, AS, yang buka pada Februari lalu. Mereka menyediakan aneka sushi dan makanan panas khas Jepang, AS, dan tradisional Hawaii. Area makannya terdiri dari 350 tempat duduk.
”Toko ini tidak hanya mempekerjakan warga lokal, tetapi benar-benar memberi makan semua,” kata anggota Dewan Kota Honolulu, Kanani Souza kepada media lokal, KHON. (AFP)
Penulis:
Laraswati Ariadne AnwarEditor:
Nur HidayatiPenyelaras Bahasa:
Didik Durianto