Kali Ini, Fajar/Fikri Dibalas Lawan

Fajar/Fikri tersingkir pada semifinal turnamen China Masters. Mereka kalah dari ganda putra nomor satu dunia, Seo Seung-jae/Kim Won-ho.

20 Sep 2025 22:23 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

SHENZHEN, SABTU — Setelah melakukan revans kepada Goh Sze Fei/Nur Izuddin, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menerima pembalasan dari lawan yang pernah mereka kalahkan. Fajar/Fikri kalah dari Seo Seung-jae/Kim Won-ho pada semifinal turnamen bulu tangkis China Masters.

Fajar/Fikri kalah dengan skor 13-21, 17-21 pada pertandingan di Shenzhen Arena, Sabtu (20/9/2025). Indonesia pun kehabisan wakil pada turnamen BWF World Tour Super 750 itu.

Hasil tersebut adalah kebalikan dari pertemuan mereka yang juga berlangsung di China, yaitu China Terbuka Super 1000, pada Juli. Saat itu, Fajar/Fikri menang 21-19, 21-14 pada perempat final dan perjalanan mereka berakhir dengan gelar juara.

Saat menang di China Terbuka, yang berlangsung di Changzhou, Fajar/Fikri membuat pasangan-pasangan top dunia terkejut. Apalagi, China Terbuka hanya turnamen kedua mereka setelah mencapai perempat final Jepang Terbuka.

Ketika berhadapan dengan pasangan baru, selalu ada faktor yang mengejutkan karena belum mengenal pola permainan lawan. Di Jepang dan China Terbuka, Fajar/Fikri, yang sama-sama punya peran sebagai pemain depan bersama partner sebelumnya, memiliki kecepatan dalam mengeblok pukulan lawan di depan net, termasuk ketika melawan Seo/Kim. Lawan pun selalu berada dalam tekanan.

Dua bulan setelah pertemuan itu, permainan Fajar/Fikri dan Seo/Kim berbeda. Kali ini, Seo/Kim lebih siap seperti juga yang diperlihatkan Fajar/Fikri saat melawan Goh/Izuddin pada perempat final. Mereka membalas kekalahan dari pasangan Malaysia itu yang terjadi dalam perempat final Jepang Terbuka.

Fajar Alfian bertahan dari serangan lawan pada perempat final China Masters. Fajar/Muhammad Shohibul Fikri mengalahkan Goh Sze Fei/Nur Izzuddin (Malaysia) 21-16, 21-11 di Shenzhen Arena, Jumat (19/9/2025).

Di Shenzhen, permainan cepat Fikri di lapangan depan bisa diantisipasi Seo dan Kim. Pasangan Korea Selatan yang merupakan juara dunia itu sering mendapat poin dalam kurang dari lima pukulan. Perebutan poin sering kali sudah selesai sebelum Fajar/Fikri bisa mengembangkan permainan.

Kekalahan dari Seo/Kim menjadi cermin bagi Fajar/Fikri untuk menghadapi tantangan lain, termasuk di Korea Terbuka, 23-28 September. Setelah tampil dalam tiga turnamen, ganda putra dari berbagai negara akan lebih mengenal permainan mereka.

Sejarah ganda campuran

Pada nomor ganda campuran, untuk pertama kalinya sejak China Masters diselenggarakan pada 2005, gelar juara akan menjadi milik pemain dari luar China. Gelar juara akan diperebutkan dalam laga Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran (Thailand) melawan Chen Tang Jie/Toh Ee Wei (Malaysia).

Final itu akan terjadi setelah mereka menyingkirkan dua pasangan terbaik dunia asal China. Puavaranukroh/Paewsampran menang atas pemain ranking kedua dunia yang menjadi unggulan teratas, Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin, 21-17, 22-20.

Pada pertandingan lain, Chen/Toh mempertahankan performa mereka yang datang ke China Masters setelah menjadi juara dunia. Mereka menyingkirkan ganda campuran nomor satu dunia, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping, dalam laga ketat selama 1 jam 20 menit, 22-24, 21-19, 21-17.

Chen Tang Jie, left, and Toh Ee Wei, of Malaysia, pose on the podium after winning the Mixed Doubles final match of the Badminton World Championships, Sunday, Aug. 31, 2025 in Paris. (AP Photo/Aurelien Morissard)

Kedua pasangan saling menyalip menjelang akhir setiap gim pada gim pertama dan kedua. Adapun pada gim ketiga, Chen/Toh selalu unggul sejak perebutan poin pertama hingga terakhir.

”Kami sangat lelah, tetapi sangat senang dengan hasil ini. Kami terakhir kali mengalahkan mereka di Olimpiade Paris 2024, tetapi setelah itu kalah empat kali beruntun. Tentu sangat senang ketika pada akhirnya bisa menang,” tutur Chen dalam laman resmi BWF.

Toh menambahkan, kemenangan itu didapat karena keberhasilan mereka menjaga fokus, saat tertinggal maupun unggul. ”Pelatih juga mengingatkan agar kami memperlihatkan karakter kami dan itu bisa dilakukan,” ujar Toh.

Di final, tantangan mereka adalah menghentikan kemenangan beruntun Puavaranukroh/Paewsampran pada dua pertemuan terakhir. Chen/Toh kalah dalam dua pertemuan di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, perempat final Indonesia Masters dan semifinal Indonesia Terbuka, masing-masing dalam pertandingan tiga gim.

Pemenang dari final ini menjadi pasangan pertama dari luar China yang menjuarai China Masters. Dalam 17 penyelenggaraan sejak 2005—China Masters tak digelar pada 2020-2022 karena pandemi Covid-19—sebanyak 13 pasangan China menjuarai ganda campuran, salah satunya Feng/Huang yang juara pada 2024.

Pemain tuan rumah lainnya yang menjadi juara bertahan ganda putri, Liu Sheng Shu/Tan Ning, juga, tersingkir di perempat final. Mereka kalah dari pasangan Korea Selatan, Kim Hye-jeong/Kong Hee-yong, 18-21, 21-18, 19-21. Pertandingan selama 1 jam 23 menit di antara mereka menjadi yang terlama dalam semifinal. Kim/Kong akan menghadapi tantangan dari pemain China lainnya, Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian.

China juga memiliki kesempatan meraih gelar juara dari nomor tunggal dengan lolosnya Han Yue dan Weng Hong Yang ke final. Mereka akan menghadapi juara bertahan: Han melawan An Se-young, sementara Weng berhadapan dengan Anders Antonsen.

Sementara Seo bisa mempertahankan gelar juara ganda putra dengan partner berbeda. Setelah juara pada 2024 bersama Jin Yong, Seo bisa juara lagi jika menang atas Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty di final.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Priskilia Bintang Cornelia Sitompul