Fajar/Fikri kembali mengalahkan unggulan dalam turnamen bulu tangkis China Masters. Mereka akan tampil di semifinal.
19 Sep 2025 16:44 WIB · Olahraga
SHENZHEN, JUMAT — Salah satu indikator berkembangnya atlet adalah ketika dia bisa belajar dari kesalahan dan kekalahan untuk tampil lebih baik pada kesempatan lain. Hal itu dipraktikkan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri ketika berhadapan dengan pasangan top dunia asal Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izuddin.
Fajar/Fikri kalah dalam laga tiga gim dengan selisih dua poin saat bertemu Goh/Izuddin pada perempat final Jepang Terbuka Super 750, Juli. Dua bulan kemudian, mereka bertemu kembali dalam turnamen selevel di fase yang sama, perempat final China Masters.
Belajar dari kekalahan di Jepang, Fajar/Fikri bermain lebih baik. Pertandingan di Shenzhen Arena, Jumat (19/9/2025), berakhir dengan hasil berbeda: Fajar/Fikri menang dengan skor 21-16, 21-11.
Seperti dikatakan Fikri, dia dan Fajar mempelajari lagi permainan Goh/Izuddin yang saat ini menjadi ganda putra peringkat ketiga dunia. Fajar/Fikri bermain dengan cara menekan Goh/Izuddin sejak awal permainan, pada setiap perebutan poin.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/19/24bf468b8009522d8a9c3d04112d5581-FajarFikri3_QF_ChinaMasters2025_PBSI_20250919.jpg)
Cegatan Fajar atau Fikri di depan lapangan, yang juga bisa berotasi posisi dengan baik, membuat lawan tak begitu banyak mendapat kesempatan menyerang. Target untuk revans pun tercapai hingga mereka akan tampil dalam semifinal untuk kedua kali dari tiga turnamen. Semifinal sebelumnya dijalani juga di China, dalam turnamen China Terbuka Super 1000 yang menghasilkan gelar juara.
Pelajaran yang memberikan kemenangan atas Goh/Izuddin tak hanya didapat dari pertemuan di Jepang Terbuka, tetapi juga dari persaingan-persaingan lain ketika Fajar dan Fikri berpasangan dengan partner sebelumnya. Duet Fajar/Muhammad Rian Ardianto delapan kali menang atas Goh/Izuddin dari 12 pertemuan, tetapi selalu kalah dalam tiga pertandingan terakhir. Adapun Fikri memiliki pengalaman, baik saat berpasangan dengan Bagas Maulana maupun Daniel Marthin.
Pengalaman dari pertandingan sebelumnya juga akan menjadi bahan pelajaran untuk menjalani semifinal, Sabtu. Mereka akan berhadapan dengan Seo Seung-jae/Kim Won-ho atau Takuro Hoki/Yugo Kobayashi. Perempat final kedua pasangan itu berlangsung Jumat sore.
Fajar/Fikri, yang baru menjalani turnamen ketiga sejak berpasangan di Jepang Terbuka, belum pernah berhadapan dengan Hoki/Kobayashi, tetapi keduanya berpengalaman melawan juara dunia 2021 itu bersama partner sebelumnya.
Jika berhahadapan dengan Seo/Kim, Fajar/Fikri membawa bekal kemenangan pada perempat final China Terbuka. Akan tetapi, seperti yang Fajar/Fikri lakukan untuk melawan Goh/Izuddin, Seo/Kim akan tampil dengan pelajaran dari kekalahan pada pertemuan sebelumnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/19/bfdf03871c38cfb4b940b52c3f665c40-FajarFikri10_QF_ChinaMasters2025_PBSI_20250919.jpg)
Faktor lain yang harus diwaspadai adalah statistik bahwa pasangan Korea Selatan ini menjadi ganda putra paling konsisten pada 2025. Mereka meraih tujuh gelar juara, di antaranya dari Malaysia Terbuka, All England, dan Indonesia Terbuka Super 1000 serta Kejuaraan Dunia.
Maka, seperti yang pernah dikatakan Fajar di pelatnas bulu tangkis Cipayung, Jakarta, mereka harus lebih waspada. Lawan akan mempelajari permainan duo pemain depan Indonesia itu setelah menjuarai China Terbuka dengan mengalahkan beberapa pasangan top dunia.
Siapa pun lawan di semifnal, ada sikap yang harus dibawa, yaitu pantang menyerah. ”Kami juga harus bisa menikmati pertandingan. Perjalanan sejak babak pertama tidak mudah, tetapi kami menikmati setiap prosesnya. Komunikasi dengan pelatih pun lancar sehingga kami bisa tampil baik,” tutur Fajar.
Indonesia bisa menempatkan dua semifinalis ganda putra jika Leo Rolly Carnando/Bagas memenangi perempat final pada Jumat malam. Mereka berhadapan dengan pasangan Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Pemenang laga ini akan menjalani semifinal melawan Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty atau Ren Xiang Yu/Xie Haonan.
Dari persaingan tunggal putri, Putri Kusuma Wardani tak bisa tampil lebih baik hingga gagal melakukan revans atas Akane Yamaguchi. Putri kalah dari juara dunia itu dengan skor 14-21, 11-21.
Kedua pemain berjumpa pada semifinal Kejuaraan Dunia di Perancis, 25-31 Agustus, yang menjadi performa terbaik Putri dalam pertemuan keempat dengan Yamaguchi. Putri kalah, tetapi bisa memberikan perlawanan tiga gim 17-21, 21-14, 6-21.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/19/c34679ab17b672f79a19f46763479763-Putri_QF_ChinaMasters2025_PBSI_20250919.jpg)
Namun, alih-alih bisa tampil lebih baik atau menang atas Yamaguchi untuk pertama kalinya pada lima pertemuan, Putri justru kesulitan keluar dari tekanan. ”Padahal, dari awal gim hingga interval, saya bisa memegang kendali permainan. Tetapi, setelah itu Yamaguchi terus menguasai. Dia banyak melakukan spekulasi, pukulan tidak terduga yang membuat saya kesulitan membaca arah pukulan,” tutur Putri yang baru kali ini tampil di China Masters.
Laga tersebut menjadi bahan evaluasi pemain peringkat kedelapan dunia tersebut untuk mengikuti Korea Terbuka Super 500 pada 23-28 September. ”Saya harus menambah fokus dan konsistensi permainan. Saya juga harus lebih cepat peka melihat perubahan pola lawan di tengah pertandingan,” katanya.
Pemain lain yang kalah lebih awal, seperti Rian/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, Alwi Farhan, dan Anthony Sinisuka Ginting, juga bersiap mengikuti Korea Terbuka. Mereka tersingkir pada babak pertama atau kedua di China Masters.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Retma Wati