Indonesia tidak mendapat medali dari cabang tenis di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Tidak ada satu pun petenis yang bisa lolos ke perempat final.
01 Okt 2026 06:00 WIB · Olahraga
KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN
NAGOYA, RABU — Setelah mendapat medali dalam dua Asian Games sebelumnya, tim tenis Indonesia pulang dari Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan tangan hampa. Perjalanan terjauh petenis Indonesia dalam persaingan di Jepang ini adalah babak ketiga yang dicapai tunggal putra, M Rifqi Fitriadi.
Petenis Indonesia yang bersaing di Higashiyama Park Tennis Center, Nagoya, Jepang, sejak 27 September dipastikan habis setelah Christopher Rungkat/Aldila Sutjiadi tersingkir pada babak kedua ganda campuran. Dalam pertandingan yang berlangsung pada Rabu (30/9/2026) malam, Christopher/Aldila kalah dari Wu Yi Bing/Guo Han Yu (China) dengan skor 6-7 (3), 3-6.
Siang harinya, M Rifqi Fitriadi hanya bisa memenangi tiga gim saat melawan Wu Yi Bing (China) pada babak ketiga tunggal putra. Rifqi kalah 1-6, 2-6. Pemain pada nomor lainnya tersingkir pada babak pertama atau kedua.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/07/51b036a1d92424eb4fc8560a8d746183-DSC08342.JPG)
Dengan hasil tersebut, tenis Indonesia gagal meneruskan mendapat medali seperti di Jakarta-Palembang 2018 dan Hangzhou 2022. Delapan tahun lalu di negara sendiri, Christopher/Aldila meraih medali emas. Ini menjadi emas pertama Indonesia dari cabang tenis sejak Asian Games Busan 2002 ketika medali didapat dari beregu putri. Namun, setelah Incheon 2014, nomor beregu tidak dipertandingkan.
Pada Asian Games Hangzhou 2022, yang penyelenggaraannya mundur setahun karena pandemi Covid-19, Aldila kembali mempersembahkan medali. Bersama Janice Tjen, dia mendapat perunggu ganda putri.
Semula, Aldila akan bermain dalam dua nomor, ganda putri dan campuran, di Nagoya seperti yang dilakukannya di Jakarta-Palembang dan Hangzhou. Akan tetapi, partisipasinya di ganda putri dibatalkan karena Janice tak jadi tampil di Asian Games. Janice pun awalnya didaftarkan untuk bermain pada dua nomor, tunggal dan ganda putri.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2018/08/31/b86f69ff-7dca-4513-aad0-e693ead6f0c4.jpg)
Saat petenis-petenis Asia bersaing di Asian Games, Janice mengikuti WTA 1000 Beijing, 30 September-11 Oktober, dan dia memenangi babak pertama yang berlangsung Rabu. Dengan posisinya di peringkat ke-49 dunia saat ini, Janice harus harus tampil dalam semua turnamen WTA 1000 yang berstatus turnamen wajib. Jika absen dengan alasan di luar cedera, petenis akan mendapat nol poin ranking dan denda dengan jumlah berdasarkan ranking mereka.
Di Nagoya, hanya Aldila yang punya banyak pengalaman bersaing dalam turnamen profesional level tinggi. Christopher memasuki persaingan profesional pada 2007 dan bermain dalam turnamen ATP sejak 2011. Akan tetapi, dia tak lagi bertanding sejak November 2025. Saat ini, statusnya adalah sebagai pelatih bagi Aldila. Rifqi aktif tampil dalam turnamen profesional, tetapi masih pada level turnamen ITF.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/12/9eb266812545541fc1396dce5a78a2a0-IMG_4573.jpg)
Petenis lain, seperti Anjali Junarto yang berusia 18 tahun, masih minim pengalaman. Atlet putri lainnya, Meiydiana Reinnamah, dalam laman resmi Federasi Tenis Internasional (ITF) tak tercatat mengikuti turnamen internasional pada tahun ini. Mereka pun tersingkir pada babak pertama tanpa bisa memenangi satu gim pun.
Meiydiana kalah double bagel, 0-6, 0-6, dari Yang Ya Yi (Taiwan) dan, dengan skor sama, Anjali disingkirkan Wang Xi Yu (China). Dalam 12 gim pertandingan, Meiydiana hanya bisa mendapat 14 poin, sementara Anjali 17 poin. Artinya, mereka hanya bisa memenangi kurang dari dua poin pada setiap gim.
Ketika petenis-petenis Indonesia kesulitan, atlet-atlet dari Asia Timur, seperti China dan Taiwan, menempatkan banyak wakil di perempat final. Sementara itu, tak banyak petenis Asia Tenggara yang bisa mencapai babak-babak akhir. Hingga Rabu, hanya ada Alexandra Eala (Filipina) yang memastikan lolos ke semifinal dan Samrej Kasidit (Thailand) yang akan bermain pada perempat final, Kamis.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/06/fc84c836ed02f9f797c644a06d80c2cf-tenis_eala_shot_forehand.jpeg)
Eala, tunggal putri ranking ke-18 dunia, juga seharusnya menjalani turnamen wajib WTA Beijing, tetapi dia memilih untuk bermain di Asian Games dengan konsekuensi denda dan tak mendapat poin ranking. Targetnya adalah mendapat medali emas agar bisa mendapat tiket Olimpiade Los Angeles 2028. Ini karena tenis menjadi salah satu cabang olahraga yang menjadikan Asian Games 2026 sebagai kualifikasi untuk Olimpiade.
”Tampil di Olimpiade adalah impian saya. Kita lihat bagaimana hasilnya nanti,” komentar Eala yang akan berhadapan dengan Wang Xi Yu (China) di semifinal. (AP)
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra