Kali Krukut Dinormalisasi Sepanjang 1,3 Km

Rencana normalisasi Kali Krukut sudah ada sejak 10 tahun lalu. Namun, hal itu tak kunjung direalisasikan sampai banjir akhir Oktober 2025.

07 Nov 2025 15:38 WIB · Metropolitan

KOMPAS/FRANSISKUS WISNU WARDHANA  DANY

Oleh Fransiskus Wisnu Wardhana Dany

JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah Provinsi Jakarta berencana menormalisasi Kali Krukut di area Petogogan, Jakarta Selatan, sepanjang 1,3 kilometer. Normalisasi harus dilakukan karena bantaran kali penuh bangunan dan pengerukan tidak lagi ampuh untuk meminimalkan potensi banjir.

Gubernur Jakarta Pramono Anung seusai peninjauan Kali Krukut, Jumat (7/11/2025), menekankan bahwa sudah waktunya normalisasi. Sebab, aliran kali sudah tidak normal dengan okupasi bangunan di kiri-kanan dan badan air.

”Jika tidak dilakukan, apa pun upaya yang dilakukan, seperti pengerukan, tidak akan cukup. Dampaknya, jika di sini banjir, wilayah sampai Kemang Village, Kem Chicks, dan sekitarnya pasti akan terdampak,” kata Pramono.

Kepala Dinas Sumber Daya Air Jakarta Ika Agustin Ningrum mengatakan, normalisasi akan dimulai 2026 mulai dari segmen Tarakanita sampai Jembatan Tendean. Area terdampak seluas 1,52 hektar dengan kebutuhan pembebasan 65 bidang tanah.

”Mudah-mudahan berjalan lancar. Kami akan koordinasikan dengan Mampang Prapatan,” ujar Ika. Area yang akan dinormalisasi berada di dua kecamatan, yaitu Kebayoran Baru dan Mampang Prapatan.

Bangunan berdiri pada bantaran hingga badan Kali Krukut di Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Jumat (7/11/2025). Akibatnya kali menyempit dan kerap banjir.

Pemprov Jakarta juga akan menormalisasi Kali Mampang. Aliran kali ini bertemu dengan Kali Krukut di belakang Museum Satria Mandala.

Pramono merencanakan pembebasan lahan untuk normalisasi bisa selesai tahun depan. Setelah itu, berlanjut dengan normalisasi Kali Krukut.

Anak-anak bermain di genangan air rob di Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (6/11/2025). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta memprediksi sepuluh wilayah di Jakarta Utara berpotensi terkena banjir rob hingga 12 November 2025. Adapun 10 wilayah tersebut yakni, Kamal Muara, Kapuk Muara, Pluit, Ancol, Marunda, Cilincing, Priok, Kalibaru, Muara Angke, dan Penjaringan. Ancaman banjir rob itu disebabkan adanya fenomena supermoon dan bulan purnama yang meningkatkan ketinggian air laut.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
06-11-2025

Normalisasi Kali Krukut sebenarnya sudah direncanakan ada sejak 10 tahun lalu. Namun, hal itu tak kunjung direalisasikan sampai banjir akhir Oktober 2025. Saat itu hujan deras memicu banjir di 55 rukun tetangga. Luapan Kali Mampang dan Kali Krukut juga merobohkan lima tanggul, sementara tiga tanggul lainnya longsor.

Salah satu area terdampak ada di RT 004 RW 002 Petogogan, Kebayoran Baru. Rumah-rumah warga di bantaran Kali Krukut ini terendam hingga ketinggian 1 meter.

Rumah milik Horiah (70), misalnya, seluruh lantai satu terendam sehingga keluarganya mengungsi ke lantai dua. ”Di sini bukan hanya langganan banjir. Setiap kali hujan, pasti air naik ke rumah,” ujar Horiah pada Jumat (7/11/2025). Keluarganya sudah berpuluh tahun menetap di RT 004 RW 002.

Luapan kali kerap membanjiri rumah-rumah warga karena badan Kali Krukut menyempit. Banyak bangunan berdiri di bantaran sepanjang kawasan tersebut. Bahkan, sampai mengokupasi badan kali.

Warga RW 002 Petogogan mengharapkan normalisasi. Sebab, beronjong setinggi 1,5 meter tak lagi cukup menghalau luapan air. ”Usulan dari warga dinormalisasi. Sekalian dibikin turap permanen,” kata Ketua RW 002 Petogogan, Iwan.


Kerabat Kerja

Penulis:

Fransiskus Wisnu Wardhana Dany
 | 

Editor:

Siwi Yunita Cahyaningrum
 | 

Penyelaras Bahasa:

Retma Wati