Kanada memburu kemenangan pertama pada ajang Piala Dunia di hadapan pendukung sendiri. Adapun Bosnia bertekad hadirkan kejutan dan lara untuk tuan rumah.
11 Jun 2026 19:35 WIB · Olahraga
AP/The Canadian Press/Darryl Dyc
TORONTO, KAMIS — Dunia akan menunjukkan ketidakadilannya pada Sabtu (13/6/2026) dini hari WIB di Stadion Toronto, Kanada. Toronto, sebuah kota yang tidak memiliki tradisi sepak bola nan agung, akan menggelar pesta sepak bola terakbar, Piala Dunia. Perayaan akan lebih dirasakan oleh warga kota berstatus imigran.
Berdasarkan sensus penduduk di laman Badan Statistik Kanada per 2021, warga Toronto berjumlah sekitar 2,7 juta jiwa. Dari jumlah itu, lebih dari 1,28 juta penduduk lahir di luar Kanada. Artinya, jumlah itu setara 47 persen dari total penduduk.
Jelang Piala Dunia 2026, Toronto akhirnya akan bersyukur dengan besarnya jumlah imigran dari luar negeri yang mendiami kota itu. Mayoritas imigran itu berasal dari Eropa dengan jumlah lebih dari 15 persen jumlah penduduk. Lalu, 5 persen lainnya berasal dari Amerika Latin. Mereka menyajikan antusiasme menyambut Piala Dunia 2026.
Sepak bola bukan olahraga digemari warga Kanada. Sebagai gambaran, pamor klub sepak bola Toronto FC masih kalah mentereng dibandingkan dengan tim hoki es Toronto Maple Leafs, tim bola basket Toronto Raptors, ataupun tim bisbol Toronto Blue Jays.
Pesta pembukaan yang dihadiri dua penyanyi terbaik Kanada, Michael Buble dan Alanis Morissette, bakal tersaji sebelum duel Kanada menghadapi Bosnia-Herzegovina yang menjalani sepak mula Sabtu pukul 02.00 WIB.
Menariknya, untuk pertama kali dalam sejarah Piala Dunia, timnas Kanada akan bermain di stadion dengan kapasitas tribune terendah di dalam turnamen. Stadion Toronto hanya berkapasitas 43.036 tempat duduk. Jumlah itu tentu kontras dengan laga perdana Piala Dunia 2026 antara Meksiko dan Amerika Serikat yang bakal tersaji di salah satu stadion terbesar.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/11/f3b2de08c5a9fbf63d717e7fed7a1ba9-Canada_WCup_Soccer.jpg)
Meksiko memulai perjalanan Piala Dunia 2026 di Stadion Azteca, Mexico City, yang berkapasitas lebih dari 80.000 penonton. Adapun AS bakal memulai pertarungan di Stadion SoFi, Los Angeles, yang memiliki tribune sekitar 70.000 tempat duduk.
Namun, kondisi marginal itu tidak meruntuhkan semangat skuad Kanada untuk menciptakan sejarah di markas sendiri. Piala Dunia 2026 adalah partisipasi kedua ”Les Rouges” di pesta sepak bola teragung.
Tampil di negeri sendiri merupakan kesempatan terbaik Kanada untuk mencetak sejarah ganda. Mereka memburu kemenangan pertama, sekaligus berambisi lolos untuk pertama kalinya ke fase gugur.
Duel perdana menghadapi Bosnia tentu wajib dimenangkan Kanada demi misi historis itu. Sebab, Bosnia—merujuk ranking FIFA terkini—adalah tim terlemah di Grup B. Apalagi, Bosnia juga merupakan satu-satunya kontestan di grup itu yang tidak tampil di Piala Dunia Qatar 2022. Pesaing lainnya adalah Swiss dan Qatar.
Kami lolos ke Piala Dunia ini dengan perjuangan yang sangat berat di babak playoff. Jadi, karakter tim ini terlihat ketika tengah berada di situasi sulit.
Bek kanan andalan Kanada, Alistair Johnston, mengingatkan timnya untuk tidak terlalu terbawa euforia megah Piala Dunia. Ia masih mengingat jelas pengalaman di Qatar empat tahun lalu ketika ketidakmampuan menjaga fokus menjadi alasan timnya tidak mampu meraih poin di fase grup.
Di bawah kendali John Herdman, yang kini melatih timnas Indonesia, saat tu, Les Rouges bisa menyulitkan Belgia sehingga hanya kalah 0-1. Mereka juga sempat unggul satu gol sebelum dilibas 1-4 oleh Kroasia, kemudian tumbang 1-2 dari Maroko.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/11/417d205d8cbd03b54acb140efb0506c0-Canada_WCup_Soccer_1_.jpg)
"Seberapa terang lampu stadion menyala atau seberapa banyak orang yang menonton kami, pada akhirnya, begitu wasit meniup peluit, kami harus fokus sepenuhnya pada pertandingan. Tujuan kami hanya memenangkan laga," ucap Johnston.
Pelatih Kanada Jesse Marsch menegaskan pula tujuan utama timnya bermain di markas sendiri. Ia menyebut anak-anak asuhannya wajib bermain tenang dan mengontrol emosi sejak detik pertama demi menjalani laga pertama dengan positif.
“Tujuan kami bukan sekadar tampil dan menjadi bagian turnamen sebagai tuan rumah. Kami ingin membuktikan bahwa Kanada bisa bersaing di level tertinggi sepak bola global, kemudian memutus sejarah negatif masa lalu di Piala Dunia,” kata Marsch.
Marsch tidak akan banyak mengubah susunan tim utama dibandingkan skuad pada Qatar 2022. Johnston, Tajon Buchanan, Jonathan David, Ismael Kone, dan Cyle Larin adalah tumpuan Kanada. Belum cukup bugarnya bek sayap kiri sekaligus kapten tim, Alphonso Davies, adalah satu-satunya kekhawatiran Kanada.
Secara umum, Marsch mempertahankan 14 nama skuad yang dibawa ke Piala Dunia 2022 untuk tampil di tanah sendiri tahun ini. Hal itu membuktikan bahwa Kanada tengah memiliki generasi emas sepak bola mereka saat ini.
Meski begitu, Marsch tidak lupa melakukan transisi generasi. Bek tengah Luc de Fougerolles (20), bek sayap Niko Sigur (22), serta duo gelandang Nathan Saliba (22) dan Jayden Nelson (23), adalah pemain berstatus tim U-23 yang dibawa Marsch demi regenerasi skuad tim itu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/11/c330b069e45c00a9fa4b8ddccd4b73db-20260612_H02_KID_Kanada_Bosnia_mumed.jpg)
”Menghadapi Bosnia yang sangat terorganisir, kedisiplinan melakukan transisi akan menjadi pembeda utama. Penting bagi kami bermain dengan kepala dingin, tetapi dengan hati membara karena dukungan dari suporter sendiri,” tutur Marsch yang berasal dari Amerika Serikat.
Ketika Kanada hadir dengan tumpuan generasi emas, Bosnia justru kembali ke Piala Dunia setelah edisi Brasil 2014 dengan generasi baru. Di bawah kendali Pelatih Sergej Barbarez, Bosnia menjelma sebagai tim yang tampil amat kolektif dan piawai membaca momentum laga.
Ledakan spirit dari generasi anyar tim berjuluk ”Zmajevi” itu disajikan para pemain muda, seperti Tarik Muharemovic, Amar Dedic, Benjamin Tahirovic, Esmir Bajraktarevic, dan Kerim Alajbegovic. Lima pemain itu berusia di bawah 23 tahun.
Kualitas mereka bercampur indah dengan pengalaman apik dari para veteran, misalnya Edin Dzeko, Sead Kolasinac, dan Nikola Vasilj. Dzeko bahkan satu-satunya anggota skuad Bosnia di Piala Dunia 2014 yang kembali tampil di panggung terakbar.
Tak ayal, Dzeko menjadi pemain Bosnia pertama yang tampil di dua Piala Dunia. Koleksi 148 penampilan dan 73 gol penyerang berusia 40 tahun itu adalah jaminan untuk menjaga mental bertanding skuad Zmajevi ketika menghadapi Kanada.
Dzeko juga mencetak gol pada kemenangan pertama dan masih satu-satunya Bosnia di pentas Piala Dunia. Momen itu tercipta ketika mereka menaklukkan Iran, 3-1, pada fase grup, 12 tahun silam.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/04/17/33933293-d883-4fdc-b7cd-4fb3968e4afd.jpg)
Bosnia datang ke Toronto dengan bekal mengagumkan. Mereka menyingkirkan Wales dan Italia yang jauh lebih difavoritkan tampil di Piala Dunia tahun ini. ”Kami berada di Piala Dunia dengan membawa semangat, kebanggaan, dan tanggung jawab untuk membela nama baik negara,” kata Barbarez.
Ia tidak gentar memulai Piala Dunia 2026 di kandang tim tuan rumah. Menurut dia, skuad Bosnia telah membuktikan bahwa mereka bisa menyulap tekanan menjadi keahlian untuk membalikkan prediksi.
”Kami adalah tim yang terbiasa hidup dalam tekanan. Kami lolos ke Piala Dunia ini dengan perjuangan yang sangat berat di babak playoff. Jadi, karakter tim ini terlihat ketika tengah berada di situasi sulit,” ucap Barbarez yang membela timnas Bosnia periode 1998 hingga 2006. (AFP/AP)
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Yuliana Karim