PROGRAM PEMERINTAH 

Kasus Keracunan MBG di Garut Jadi Ujian Perdana Kepala BGN yang Baru

Lebih dari 100 pelajar di Garut, Jawa Barat, keracunan diduga setelah mengonsumsi menu MBG. Kasus ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemimpin BGN yang baru.

23 Jul 2026 16:22 WIB · Kesehatan

DOKUMENTASI RIDWAN MUSTOFA UNTUK KOMPAS

Oleh Fabio Maria Lopes Costa

GARUT, KOMPAS — Keracunan yang menimpa sedikitnya 100 pelajar penerima makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Garut menjadi ujian pertama bagi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru dilantik, Sudaryono. Kasus yang terus berulang itu memunculkan tuntutan agar BGN segera membenahi tata kelola keamanan pangan di dapur MBG.

Kasus keracunan terakhir terjadi di Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (21/7/2026). Korbannya berasal dari Pondok Pesantren Al Mansuriah, Paud Al-Mukhtar, SDN 1 Sukanagara, dan SDN 4 Sukanagara. Mereka keracunan setelah menyantap nasi putih, telur bumbu rendang, tempe asam manis, sayur sop, dan susu.

Para korban keracunan makanan diduga setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis di Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (23/7/2026).

Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ubaid Matraji memaparkan, kasus keracunan MBG seharusnya tidak boleh terjadi lagi. Menurut Ubaid, evaluasi menyeluruh seharusnya sudah dilakukan agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Dia khawatir, apabila tanpa evaluasi dan solusi, bakal semakin banyak penerima manfaat menjadi korban. Apalagi, saat ini jumlah satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) terus bertambah. Data yang dikumpulkan JPPI dari BGN hingga Kementerian Kesehatan menyebut terdapat sedikitnya 26.000 SPPG di seluruh Indonesia.

Sejauh ini, berdasarkan pemantauan JPPI, Jabar menjadi daerah dengan kasus keracunan MBG tertinggi pada tahun 2025, sebesar 24,34 persen. Hasil pemantauan JPPI bersumber dari catatan medis puskesmas, rumah sakit, dan rilis resmi dinas kesehatan di tiap wilayah terdampak.

Bupati Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyampaikan keterangan pers terkait musibah dalam acara syukuran pernikahan anak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang menewaskan tiga orang pada Jumat (18/7/2025) malam.

Adapun total pelajar yang keracunan MBG di seluruh Indonesia menurut data yang dikumpulkan JPPI pada awal 2025 hingga April 2026 tercatat 33.626 pelajar.

”Dapur SPPG memproduksi makanan dalam jumlah yang sangat besar. Hal ini menyebabkan makanan tidak matang sempurna dan waktu tunggu distribusi terlalu lama. Jika tidak ditangani, hal itu rentan memicu kasus keracunan. Kasus keracunan di Garut menjadi ujian bagi Kepala BGN yang baru,” tutur Ubaid.

Penyisiran sampel makanan

Setelah kasus ini, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Garut Asep Surahman mengatakan langsung menyisir dan mendata siswa yang diduga terdampak.

Selain itu, lanjutnya, Dinkes Garut mengumpulkan sampel makanan yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut. Sampel itu selanjutnya akan dikirim ke laboratorium untuk diperiksa.

”Bagi siswa yang saat ini mengalami gejala keracunan, kami mengimbau agar segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat,” kata Asep.

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin membenarkan lebih dari 100 pelajar di Cibatu mengalami keracunan akibat MBG. Dia mengklaim telah mengambil berbagai langkah untuk menangani kasus ini.

”Telah dilaksanakan rapat koordinasi dengan instansi terkait. Kami akan memberikan bantuan kerohiman kepada para korban,” tuturnya.

Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ubaid Matraji saat ditemui di sela acara forum konsultasi publik SPMB di Jakarta, Kamis (30/1/2025).

Problem transparansi

Sebelumnya, Kepala BGN yang baru dilantik, Sudaryono, dalam publikasi Kompas.id (22/7/2026) mengakui adanya persoalan dalam pengelolaan lembaga serta program MBG. Ia mengajak jajaran BGN agar berani menyelesaikan problem transparansi, penyelewengan, hingga pelanggaran hukum tersebut.

Sudaryono dilantik sebagai Kepala BGN di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu sore. Ia didapuk untuk menggantikan Nanik S Deyang yang mengundurkan diri dari jabatan Kepala BGN pada Rabu pagi.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono di Gedung BGN, Rabu (22/7/2026).

Hanya berselang beberapa jam setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto, Sudaryono langsung menggelar rapat dengan jajaran BGN. Rapat itu menjadi langkah pertamanya sebagai Kepala BGN.

”Kami sadar, kami mengakui, dan kami semua juga tahu bahwa ada masalah dalam tata kelola kami. Ada penyelewengan, ada pelanggaran hukum, dan juga ketidaktransparanan yang selama ini terjadi,” ujar Sudaryono.


Kerabat Kerja

Penulis:

Fabio Maria Lopes Costa
 | 

Editor:

Cornelius Helmy Herlambang
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji