Keajaiban Sungai Han dan ”Affectionate Intelligence” LG

Korea Selatan tengah memasuki era masyarakat super tua. LG Electronics menjawabnya melalui pengembangan industri 4.0 dan AI ”home appliance”.

27 Apr 2025 07:00 WIB · Ekonomi

Oleh Hendriyo Widi, dari Seoul, Korea Selatan

Korea Selatan tengah memasuki era penuaan penduduk. Bahkan, penuaan penduduk di ”Negeri Ginseng” itu masuk kategori masyarakat super tua. Namun, ada ”keajaiban” Sungai Han yang berupaya mengimbangi tantangan itu.

Pada 2024, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat, jumlah warga Korea Selatan (Korsel) yang berusia 65 tahun atau lebih bakal mencapai 10,24 juta jiwa. Jumlah itu mencakup 20 persen dari total populasi sebanyak 51,22 juta jiwa.

Quote

Sektor teknologi canggih Korsel dan sejarah adopsi teknologi yang cepat, yang sering disebut sebagai ’keajaiban’ di Sungai Han, memosisikan Korsel menghadapi era masyarakat super tua dengan baik.

Tak mengherankan jika PBB memasukkan Korsel dalam daftar negara dengan masyarakat super tua (super-aged society). Status itu lebih tinggi dibandingkan aging society (7 persen penduduk berusia 65 tahun atau lebih) dan aged society (14 persen penduduk berusia 65 tahun atau lebih).

Korsel membutuhkan waktu sekitar tujuh tahun untuk mencapai status masyarakat super tua. Lebih cepat dibandingkan dengan 11 tahun untuk Jepang yang merupakan negara dengan masyarakat super tua pertama di dunia, dan 19 tahun untuk Uni Eropa.

Infografik Penuaan Penduduk Korea Selatan

Darurat demografi

Bank of Korea (BOK) atau Bank Sentral Korsel menyebutkan, jika jumlah populasi pekerja Korea Selatan terus menurun, ekonomi Korsel berpotensi terkontraksi pada 2040. Artinya, ekonomi Korsel bakal tumbuh minus atau jauh di bawah pertumbuhan ekonomi pada 2024 sebesar 2 persen.

”Pemerintah Korsel tidak melebih-lebihkan hal itu ketika mengumumkan keadaan darurat demografi nasional dan menyebutnya sebagai krisis populasi pada Juni 2024,” kata Kathleen Oh, Kepala Ekonom Korea Selatan dan Taiwan Morgan Stanley.

Kendati begitu, Pemerintah Korsel menghadapi urgensi itu dengan melahirkan sejumlah kebijakan reformasi struktural. Selain telah membangun dan menyiapkan berbagai fasilitas bagi warga berusia lanjut, Korsel juga diselamatkan dengan adopsi teknologinya yang cepat di berbagai lini kehidupan.

”Sektor teknologi canggih Korsel dan sejarah adopsi teknologi yang cepat, yang sering disebut sebagai ’keajaiban’ di Sungai Han, memosisikan Korsel menghadapi era masyarakat super tua dengan baik. Salah satunya melalui integrasi teknologi akal imitasi (AI) ke dalam ekonominya,” kata BOK dalam laporan itu.

Quote

Sektor teknologi canggih Korsel dan sejarah adopsi teknologi yang cepat, yang sering disebut sebagai ’keajaiban’ di Sungai Han, memosisikan Korsel menghadapi era masyarakat super tua dengan baik.

Selama ini, Sungai Han atau Hangang mejadi saksi sejarah dan perkembangan peradaban Korsel. Sungai yang dahulu menjadi jalur perdagangan strategis Korsel-China ini pernah diperebutkan tiga kerajaan di Korsel, yakni Goguryeo, Baekje, dan Silla pada 57 SM hingga 698 M.

Di era Dinasti Joseon (1392-1910), berbagai tanaman pertanian ditanam di sejumlah daerah aliran sungai. Hingga kini, sungai sepanjang 508 kilometer itu menjadi saksi bisu transformasi peradaban Korsel mulai dari pertanian, perdagangan, indusri, hingga teknologi informasi berbasis IoT (internet untuk segala) dan AI.

Salah satu sudut Sungai Han atau Hangang di Seoul Korea Selatan, pada Kamis (24/4/2025). Sungai sepanjang 508 kilometer itu menjadi saksi perubahan peradaban di Korea Selatan.

Dalam laporan itu, BOK juga menunjukkan, adopsi AI dapat meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi negara hingga 12,6 persen. Hal itu lantaran AI menawarkan peluang signifikan untuk melawan tantangan penyusutan tenaga kerja dan populasi yang menua.

Analisis BOK menunjukkan, AI dapat meningkatkan produktivitas Korsel sebesar 1,1-3,2 persen. Adopsi AI juga berpotensi meningkatkan produk domestik bruto (PDB) sebesar 4,2 persen.

Quote

AI dapat meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi negara hingga 12,6 persen.

Tanpa integrasi AI, PDB negara tersebut diproyeksikan turun sebesar 16,5 persen dari 2023 hingga 2050 karena berkurangnya tenaga kerja. Namun, dengan adopsi AI, penurunan itu dapat dikurangi menjadi hanya 5,9 persen.

Laporan tersebut juga menyorot dampak AI terhadap pekerja. Lebih dari separuh (51 persen) pekerja Korsel secara signifikan terpengaruh adopsi AI. Jumlah penduduk yang bekerja di Korsel pada 2024 sebanyak 28,58 juta orang.

Quote

Lebih dari separuh (51 persen) pekerja Korsel secara signifikan terpengaruh adopsi AI.

Dari jumlah itu, sekitar 24 persen termasuk dalam kategori paparan tinggi dan komplementaritas tinggi. Kategori itu menunjukkan para pekerja dapat memperoleh manfaat dari peningkatan produktivitas.

Sebaliknya, 27 persen pekerja diklasifikasikan sebagai kelompok paparan tinggi dan komplementaritas rendah. Ini menunjukkan kemungkinan para pekerja menghadapi pemindahan pekerjaan atau pengurangan pendapatan.

Seorang pedagang lanjut usia tengah menanti pembeli di Pasar Gyengdong, Seoul, Korea Selatan, Kamis (24/4/2025). PBB menyebut Korea Selatan telah memasuki era masyarakat super tua pada 2024.

Sifat ganda

BOK menekankan sifat ganda AI sebagai krisis sekaligus peluang, khususnya bagi perempuan, pemuda, dan kelompok yang berpendidikan tinggi dan berpendapatan tinggi. Tingkat dampak AI pada demografi itu bergantung pada paparan dan komplementaritas mereka terhadap teknologi AI.

Korsel memiliki kemampuan teknologi yang kuat. Pada 2023, negara tersebut berada di peringkat ke-15 dari 165 negara dalam indeks kesiapan AI. Namun, negara tersebut tertinggal dalam pemanfaatan sumber daya manusia dan kebijakan pasar tenaga kerja, dengan peringkat ke-24.

Menurut BOK, untuk mengatasi kesenjangan tersebut diperlukan peningkatan strategis dalam penempatan tenaga kerja untuk sepenuhnya memanfaatkan potensi AI. Salah satunya melalui program pendidikan dan pelatihan ulang.

Selain itu, adopsi AI di berbagai lini kehidupan perlu lebih masif baik untuk mengatasi penuaan penduduk dan potensi penyususan tenaga kerja. Jaring pengaman sosial bagi kelompok rentan, termasuk warga lanjut usia, juga perlu digulirkan.

Salah satu dudut pabrik pembuatan kulkas di LG Smart Park, Changwon, Busan, Korea Selatan, Rabu 23/4/2025). Pabrik tersebut memadukan tenaga kerja manusia dengan teknologi revolusi industri manufaktur 4.0, seperti kecerdasan buatan, robotik, dan data raksasa.

Industri 4.0

Hingga kini, banyak perusahaan di Korsel berlomba-lomba mengadopsi dan mencipta berbagi teknologi yang mempermudah produksi, pekerjaan, hingga kehidupan. LG Electronics, misalnya, yang telah mengembangkan teknologi AI, data raksana, robotik, dan IoT.

Di Changwon, Busan, Korsel, LG mengembangkan LG Smart Park, pabrik pintar LG yang memproduksi kulkas dengan teknologi revolusi industri manufaktur keempat (4IR atau 4.0) berbasis AI, robotik, data raksasa, dan IoT.

Quote

Implementasi Digital Twin telah mengurangi pengembalian produk cacat sebesar 70 persen (dari 2020 hingga 2021). Penerapan teknologi itu juga turut memperkuat daya saing kualitas produk LG.

Kompas bersama sejumlah jurnalis dari Singapura, Thailand, dan Vietnam berkesempatan mengunjunginya dalam rangka LG HS Asia Press Tour di Seoul dan Busan, 21-24 April 2025.

Di pabrik tersebut, berbagai komponen kulkas, antara lain kompresor, evaporator, kondensor, rak dan pintu, serta dispenser air dan pembuat es, dirakit secara otomatis. Dalam satu jalur porduksi, pabrik pintar itu mampu memproduksi hingga 58 model kulkas.

Sejumlah pekerja juga terlibat dalam produksi tersebut. Mereka menangani beberapa komponen yang tidak dapat ditangani mesin. Di antaranya adalah penyempurnaan pengelasan, pemasangan papan perangkat sensor, dan pengoperasian teknologi industri 4.0.

Salah satu dudut pabrik pembuatan kulkas di LG Smart Park, Changwon, Busan, Korea Selatan, Rabu 23/4/2025). Pabrik tersebut memadukan tenaga kerja manusia dengan teknologi revolusi industri manufaktur 4.0, seperti kecerdasan buatan, robotik, dan data raksasa.

Digital Twin

Pabrik LG Smart Park itu juga dilengkapi teknologi Digital Twin. Teknologi tersebut mampu menganalisis data setiap 30 detik, serta memprediksi secara akurat dan menginformasikan kepada para pekerja tentang potensi masalah yang mungkin terjadi dalam 10 menit mendatang. Potensi masalah yang dimaksud seperti kekurangan bahan baku pada jalur produksi.

Implementasi Digital Twin telah mengurangi pengembalian produk cacat sebesar 70 persen (dari 2020 hingga 2021). Penerapan teknologi itu juga turut memperkuat daya saing kualitas produk LG.

Quote

Implementasi Digital Twin telah mengurangi pengembalian produk cacat sebesar 70 persen (dari 2020 hingga 2021).

LG Smart Park juga dilengkapi AI canggih, yaitu sistem PIE (Plug-in for Intelligent Equipment). Teknologi ini berfungsi untuk melakukan pemeliharaan prediktif pada fasilitas pabrik melalui pemantauan real-time dan analisis data berakurasi tinggi.

”LG Smart Park merupakan salah satu bentuk komitmen kuat kami untuk mengadopsi teknologi revolusioner sebagai pemimpin pasar peralatan rumah tangga premium global,” ujar Lyu Jae-cheol, President of The LG Electronics Home Appliance Solution Company, di Changwon, Rabu (23/4/2025).

Berkat penerapan teknologi 4.0 itu, Forum Ekonomi Dunia (WEF) menyematkan gelar Lighthouse Factory terhadap LG Smart Park pada 2022. Saat ini, LG Electronics tengah merampungkan LG Smart Park 2 untuk memproduksi kulkas, oven, dan mesin pencuci piring. Pabrik pintar kedua LG tersebut ditargerkan kelar pada 2025.

<p>Fungsi Kecerdasan Buatan (AI) Mendukung Perkembangan Fungsi Bisnis Infografik</p>

”Affectionate intelligence”

LG Electronics juga mengembangkan berbagai peralatan elektronik rumah tangga berbasis AI, IoT, dan ThinQ. Beberapa produk elektronik itu antara lain adalah kulkas, mesin pencuci piring dan pakaian, AC, televisi, oven, dan lemari pakaian.

Untuk mesin cuci pakaian, misalnya, LG menerapkan teknologi AI Direct Drive (DD) untuk mencuci (Wash) dan mengeringkan pakaian (Dry). Teknologi AI DD Wash dan Dry sama-sama berfungsi untuk mendeteksi jenis kain dan berat total pakaian dalam mesin cuci.

Bedanya, setelah bahan dan berat pakaian, AI DD Wash akan menyesuaikan siklus pencucian, pergerakan drum, penggunaan air, dan tingkat deterjen. Sementara AI DD Dry bakal mengontrol pengeringan pakaian berdasarkan jenis bahan dan berat pakaian.

LG bahkan mengintegrasikan berbagai peralatan elektroniknya dengan IoT dan ThinQ. Platform teknologi tersebut memungkinkan perangkat rumah tangga dan gawai pintar LG terhubung dan dikontrol melalui Wi-Fi dan aplikasi seluler.

Platform ini memungkinkan pengguna untuk mengontrol perangkat dari jarak jauh, menerima notifikasi, dan mengotomatiskan rutinitas rumah. Dengan begitu, pengguna dapat melakukan aktivitas lain sembari menyuci atau menanaskan makanan di oven.

Hal itu juga menjadi solusi bagi warga atau keluarga di sejumlah negara yang mengalami krisis pekerja rumah tangga. Hal tersebut juga menjadi solusi efisiensi pengeluaran menggaji pekerja rumah tangga bagi banyak warga atau keluarga di sejumlah negara.

Salah satu produk LG Electronics, yakni LG Tiiun, ditampilkan di LG Inspiration Gallery di Changwon, Busan, Korea Selatan, Rabu (23/4/2025). Perangkat elektronik berbasis kecerdasan buatan itu berfungsi untuk menananam tanaman di dalam rumah.

Solusi praktis

LG bahkan meluncurkan peralatan elektronik berkebun dalam ruangan. Perangkat bernama LG Tiiun itu menawarkan solusi praktis bercocok tanam di tengah kesibukan sehari-hari. Sejumlah sayuran segar, bumbu dapur favorit, bunga, dan buah dapat ditanam dalam lemari atau kotak pintar  langsung dari rumah sendiri.

Perangkat yang menyerupai kulkas berbentuk kubus itu dapat menyiram dan menjaga kelembaban tanaman secara otomatis. Pengoperasian perangkat itu juga dapat dilakukan dalam jarak jauh menggunakan telepon pintar.

Home Appliance Solution Asia Sales and Marketing Division Leader LG Electronics, Andrew Kim, menuturkan, pada 2025, LG berupaya meningkatkan bisnis di industri produk peralatan elektonik rumah tangga (home appliances). Strategi utamanya disebut sebagai ”ABC”.

”A” merujuk pada kepemimpinan dalam penerapan teknologi AI. Melalui platform LG ThinQ dan peralatan yang terintegrasi dengan AI, LG ingin membentuk kembali cara hidup orang-orang dan membuat rutinitas harian lebih mudah, rumah lebih intuitif, dan pengalaman lebih personal.

Tangkapan layar terkait sektor pekerjaan yang rentan digantikan oleh kecerdasan buatan atau AI. Laporan ini disusun dalam Citi Global Perspectives & Solutions (Citi GPS) bertajuk “AI in Finance: Bot, Bank & Beyond”, Juni 2024.

”LG mendefinisikan ulang AI sebagai affectionate intelligence atau kecerdasan yang penuh kasih sayang. Kami tidak membatasi AI hanya sebagai teknologi, tetapi sebagai teknologi yang benar-benar peduli terhadap para penggunanya,” tuturnya di Seoul, Selasa (22/4/2025).

”B” merujuk pada kepemimpinan produk B&O atau Best and Only (Terbaik dan Satu-satunya). Dengan strategi tersebut, Kim melanjutkan, LG berupaya menjadi yang terdepan dalam keunggulan produk baik dalam keluasan maupun orisinalitas.

Quote

LG mendefinisikan ulang AI sebagai Affectionate Intelligence atau kecerdasan yang penuh kasih sayang.

Adapun ”C” mengarah pada Customer Experience atau pengalaman pelanggan. Melalui strategi itu, LG selalu memutakhirkan produk-produknya seturut cara konsumen berinteraksi dan gaya hidup konsumen yang terus berubah di setiap generasinya.

”Gaya hidup generasi dahulu dan sekarang sangat berbeda. Kami berupaya merangkul perubahan zaman dan generasi dengan meningkatkan pengalaman pengguna, model langganan yang dipersonalisasi, dan menerapkan berbagai platform digital,” katanya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Hendriyo Widi, dari Seoul, Korea Selatan
 | 

Editor:

FX Laksana Agung Saputra
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase