Keamanan Pangan MBG

Jika tidak aman, itu bukan makanan. Prinsip keamanan pangan ini perlu ditegaskan lagi untuk menjadi fondasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

26 Apr 2025 07:18 WIB · Opini

Oleh Redaksi

Sejak program MBG diluncurkan pada 6 Januari 2025, sedikitnya empat kasus keracunan makanan dilaporkan terjadi di empat daerah berbeda. Ratusan anak setingkat SD, SMP, hingga SMA keracunan setelah menyantap makanan program MBG.

Keempat kasus itu, pertama, 40 siswa SD Negeri Dukuh 03, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, keracunan seusai menyantap makanan MBG pada 16 Januari 2025. Kedua, delapan siswa SD keracunan di Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, pada 18 Februari 2025. Ketiga, sedikitnya 60 pelajar dari sejumlah sekolah di Kabupaten Batang, Jateng, keracunan seusai menyantap paket MBG, pada 14 April 2025. Keempat, 78 siswa MAN 1 Cianjur dan SMP PGRI 1 Cianjur di Jawa Barat juga keracunan (Kompas.id, 23/4/2025).

Meskipun persentase kasus keracunan terbilang kecil dibandingkan dengan cakupan peserta program MBG yang sudah lebih dari 2 juta orang, kasus keracunan ini tidak bisa dianggap sepele. Badan Gizi Nasional diharapkan segera menyelidiki penyebab setiap kasus keracunan di lapangan. Apakah keracunan berasal dari makanan yang basi atau tempat makanan yang terkontaminasi? Apakah ada prosedur standar operasi atau SOP yang dilewati?

Karena sifatnya yang massal dengan target 82,9 juta orang tercakup hingga lima tahun ke depan, keterbukaan informasi diperlukan dalam program MBG. Hasil penyelidikan atas kasus keracunan makanan ini perlu diumumkan kepada publik untuk menjadi pembelajaran bersama mengenai bagaimana menjaga keamanan pangan MBG.

Kita memahami kompleksnya menyediakan makanan yang aman dalam jumlah yang banyak dengan keterlibatan banyak orang di dalamnya. Penyediaan makanan dalam jumlah banyak memerlukan SOP ketat agar makanan betul-betul aman dan layak dikonsumsi, seperti biasa dilakukan perusahaan katering profesional. Profesionalisme ini yang juga kita harapkan demi mewujudkan keamanan pangan program MBG.

Presiden Prabowo Subianto menginspeksi pelaksanaan makan bergizi gratis di SD Negeri Kedung Jaya 1 dan SDN Kedung Jaya 2 Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Senin (10/2/2025). Di selasar, Presiden mengecek makanan dalam kemasan guna ulang berbahas stainless steel. Makanan siap didistribusikan kepada siswa.

Prinsip keamanan pangan dari Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) serta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) selalu digaungkan setiap tanggal 7 Juni melalui Hari Keamanan Pangan Sedunia. Salah satu slogan keamanan pangan FAO/WHO berbunyi, ”Jika tidak aman, itu bukan makanan”. Penjelasannya, hanya jika aman, makanan itu akan memenuhi kebutuhan gizi dan membantu memastikan bahwa setiap orang dapat hidup aktif dan sehat.

Prinsip ini juga berlaku bagi makanan dalam program MBG bahwa makanan yang tidak aman bukanlah makanan bergizi. Makanan yang beracun dapat menegasikan tujuan dari program MBG itu sendiri, yaitu meningkatkan asupan gizi dan pengetahuan gizi pada kelompok sasaran penerima program, terutama anak sekolah.


Kerabat Kerja

Penulis:

Redaksi
 | 

Editor:

Antonius Tomy Trinugroho
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari