Kemenangan empat gol tanpa balas atas Persita cukup untuk mencerminkan betapa berbahaya Persija pada musim baru. ”Macan Kemayoran” tampil cemerlang tanpa rasa takut.
10 Agt 2025 21:38 WIB · Olahraga
JAKARTA, KOMPAS — Persija Jakarta membuka lembaran musim baru Liga Super 2025-2026 dengan penuh keberanian. Bersama gaya bermain ofensif yang sangat agresif ala pelatih asal Brasil, Mauricio Souza, Persija berhasil menumbangkan Persita Tangerang di pekan pertama.
Saat banyak tim masih mencari ritme di laga pembuka, Persija tidak demikian. Mereka langsung tampil beringas dengan menaklukkan Persita 4-0 di Stadion Internasional Jakarta (JIS), Minggu (10/8/2025) malam WIB. ”Macan Kemayoran” mengaum di depan para Jakmania.
Sumbangan satu gol dari bek Rizki Ridho dan penyerang Maxwell serta brace dari pemain sayap Allano Brendon sukses mengandaskan ”Pendekar Cisadane”. Pelatih Persita Carlos Pena harus rela menjalani reuni pahit di JIS. Pena merupakan sosok yang memimpin Persija pada musim 2024-2025.
Persija, tampil dengan formasi 4-3-3, begitu berani memainkan intensitas tinggi sejak sepak mula. Mereka menampilkan garis pertahanan super tinggi. Duet bek tengah Jordi Amat dan Rizki Ridho sering maju hingga tengah lapangan. Saat kehilangan bola, mereka langsung menyergap lawan.
Alhasil, Persita tidak banyak berkembang. Tim tamu lebih banyak menunggu di separuh lapangan sendiri dan mengincar serangan balik. Ketika mereka ingin menyerang, para pemain Persija selalu menekan dengan sangat sigap. Persita pun hanya mampu menghasilkan penguasaan bola 38 persen.
Sempat sulit menembus pertahanan Persita yang tampil disiplin dengan formasi 4-5-1, tuan rumah akhirnya menemukan ritme di paruh babak pertama. Persija mendapatkan dua peluang beruntun lewat sepakan gelandang Gustavo Franca dan pemain sayap Arlyansyah Abdulmanan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/11/5eb5cb541b7743c08be7b5388c1ac5ee-antarafoto_persija_jakarta_kalahkan_persita_tangerang_1754876643.jpg)
Hanya beberapa menit setelah itu JIS bergemuruh. Persija membuka keunggulan lewat tembakan Rizky di kotak penalti. Gol dari sang kapten dihasilkan lewat skema tendangan sudut pendek. Keputusan eksekutor bola mati, Allano Brendon, untuk tidak melambungkan bola berbuah manis.
Penampilan intens skuad Persija patut dipuji. Bahkan, setelah unggul 1-0, Rizky dan rekan-rekan tetap tidak gentar memainkan blok tinggi. Para pemain Persita pun kesulitan menembus sepertiga akhir lawan. Saat tim tamu ingin mengandalkan umpan jauh, mereka sudah dinanti jebakan off-side.
Keberanian tim asuhan Souza terbayar tuntas di paruh kedua. Macan Kemayoran menambah dua gol pada menit ke-67 (Allano) dan ke-71 (Maxwell). Sepasang gol tersebut bermula dari tekanan agresif Persija yang memaksa pemain Persita kehilangan bola di area sendiri.
Saat Persita sudah mengibarkan ”bendera putih”, Allano kembali menghukum tim tamu saat injury time. Dia memanfaatkan tekanan pasif para pemain bertahan Persita di luar kotak penalti. Allano menutup kemenangan Persija lewat tembakan jarak jauh yang meluncur seperti roket.
Berupaya bangkit, Persita menekan lebih tinggi pada paruh kedua. Namun, Persija tetap tidak gentar untuk membangun serangan dari bawah. Kiper asal Brasil, Carlos Eduardo, sangat tenang membagi umpan ke para pemain bertahan di tengah tekanan skuad Pendekar Cisadane.
Skuad Persija memiliki banyak pemain Brasil. Sebanyak 6 dari 11 pemain starter berasal dari ”Negeri Samba”, antara lain Allano dan Gustavo. Walaupun Brasil dikenal dengan permainan indah, sang pelatih tidak menuntut tim asuhannya bermain cantik sepanjang laga.
Kewajiban kami bukan bermain dengan indah. Kewajiban kami adalah bertarung sepanjang waktu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/11/f66355658b4bd0d326ec3fcc87b4a120-antarafoto_persija_jakarta_kalahkan_persita_tangerang_1754876636.jpg)
Souza lebih mementingkan hasil. Ketika bisa bermain apik seperti lawan Persita, dia sangat senang. Namun, jika harus menang dengan cara kurang elok, sang pelatih juga tidak masalah. ”Kewajiban kami bukan bermain dengan indah. Kewajiban kami adalah bertarung sepanjang waktu,” katanya.
Gaya Persija bukan tanpa risiko. Mereka nyaris kecolongan beberapa kali saat bola berhasil dipotong di area tengah. Salah satunya terjadi pada paruh kedua. Pemain pengganti Persita, Andrejic Aleksa, nyaris menghukum tuan rumah dengan serangan balik, tetapi tembakannya masih membentur tiang.
Souza sudah menekankan, kemenangan di laga pembuka memang penting. Namun, itu hanyalah awal dari perjalanan panjang tim. ”Hal terpenting adalah jika kami bisa lebih baik dan baik lagi selama latihan. Itu membuat kami akan berada di level terbaik,” ujar pria yang sebelumnya melatih Madura United tersebut.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/11/9042f245e453c2059662baefaa1312ed-antarafoto_persija_jakarta_kalahkan_persita_tangerang_1754876650.jpg)
Jordi, pemain yang sempat membela tim nasional Indonesia, bermain sangat baik dalam debutnya. Dia mampu membatasi ancaman transisi dengan sigap bersama Rizky. Menurut Jordi, dirinya dan seisi skuad sangat siap mengarungi musim karena sudah bekerja sangat keras dalam sebulan terakhir.
Kemenangan atas Persita akan menjadi modal yang sangat positif untuk Persija. Mereka bisa membangun optimisme dari hasil dan performa apik tersebut. Macan Kemayoran enggan mengulang prestasi musim lalu, saat hanya mampu finis di peringkat ketujuh.
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Didik Durianto