Permintaan emas dunia untuk investasi tahun ini mengungguli kebutuhan fabrikasi perhiasan dunia.
10 Nov 2025 14:54 WIB · Ekonomi & Bisnis
KOMPAS/KRISTI DWI UTAMI
JAKARTA, KOMPAS — Permintaan emas dunia terus meningkat sehingga mengungkit harga emas ke level tertinggi sepanjang masa pada 2025. Selain dalam bentuk emas fisik, kebutuhan investasi emas kini juga diikuti permintaan produk keuangan turunannya, seperti exchange-traded fund (ETF).
Harga emas dunia pada Senin (10/11/2025) pagi menembus level 4.053 dollar AS per troy ons setelah sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa lebih dari 4.300 dollar AS per troy ons pada pertengahan Oktober 2025. Sejak awal 2025, harga emas dunia sudah naik lebih dari 55 persen.
Pengamat komoditas Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya menjelaskan, kinerja dollar AS yang menurun menjadi salah satu pemicu utama penguatan harga emas dunia. Nilai mata uang dollar AS dalam indeks telah melemah 8 persen lebih sejak awal 2025 hingga kini di bawah level 100. Jika penurunan ini berlanjut karena efek geopolitik dan ekonomi, harga emas global akan semakin terdorong naik.
Jika penurunan ini berlanjut karena efek geopolitik dan ekonomi, harga emas global akan semakin terdorong naik.
Ibrahim juga menilai, efek prospek kebijakan moneter AS juga turut menekan dollar AS. Di tengah kondisi ekonomi AS yang membaik, Bank Sentral AS (The Fed) diperkirakan akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin dari level 4 persen pada Desember 2025. The Fed sebelumnya sudah menurunkan suku bunga 50 basis poin pada 2025.
”Ini, antara lain, faktor yang membuat masyarakat dunia akan kembali ke emas sebagai alat lindung. Ketika ekuitas berguguran, emas akan menjadi alat lindung nilai ke depan,” ujarnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/10/5c90ac0cdbbdeac862ca70ab60aabd88-Screenshot_20251110_125056_Samsung_Internet.jpg)
Hal ini juga terbaca dalam laporan terbaru World Gold Council yang mencatat permintaan emas dunia untuk fabrikasi perhiasan, teknologi, investasi, dan sarana hedging oleh institusi per akhir triwulan III-2025. ”Investor tetap memegang kendali penuh pada triwulan ketiga,” demikian laporan tersebut.
Pada Januari-September 2025, total permintaan emas untuk investasi mencapai 1.566 ton. Fabrikasi emas menggunakan 1.199 ton emas dan institusi seperti bank sentral dan lainnya juga membeli 633 ton emas sampai akhir September 2025.
Sebelumnya, pada triwulan III dan IV tahun 2024, kebutuhan fabrikasi perhiasan sebanyak 1.070 ton, mengungguli permintaan emas untuk investasi sebanyak 708 ton.
Konsumsi perhiasan pada triwulan III-2025 turun dua digit secara tahunan menjadi 371 ton akibat harga yang mencapai rekor. Hal ini kontras dengan peningkatan nilai penjualan sebesar 13 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024. Nilai penjualannya mencapai 41 miliar dollar AS.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/09/20/e63f6958-d3f1-4ad2-b23a-ec117b69a3fe.jpg)
Permintaan emas yang tinggi untuk investasi terdiri dari produk emas batangan dan koin serta produk reksa dana di pasar modal atau ETF emas. Data World Gold Council menunjukkan, permintaan emas batangan dan koin mencapai 316 ton pada Juli-September 2025, naik dibandingkan periode yang sama pada 2024 sebesar 270 ton.
Pembelian produk ETF emas di triwulan III-2025 juga melonjak drastis hingga lebih dari dua kali lipat menjadi 221,7 ton.
Pembelian oleh institusi seperti bank sentral pada 2025 juga tetap tinggi. Selama periode Juli-September 2025, terjadi pembelian emas sebanyak 220 ton, naik 28 persen dibandingkan triwulan sebelumnya.
Namun, jika dihitung sejak awal 2025, permintaan emas sampai September 2025 adalah 634 ton, melambat dibandingkan pembelian pada tiga triwulan pertama 2024 sebanyak 724 ton.
Sementara itu, permintaan emas untuk teknologi pada triwulan III-2025 sedikit lebih lemah dibandingkan triwulan III-2024. Ini terjadi akibat faktor kebijakan tarif Amerika Serikat dan lonjakan harga emas di tengah meningkatnya pengembangan teknologi akal imitasi (AI).
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/22/9ab518dc-973c-4c88-9901-6c68938ee49d_jpg.jpg)
World Gold Council juga melaporkan bahwa ketersediaan emas untuk memenuhi kenaikan permintaan didukung oleh peningkatan produksi di tambang-tambang emas dunia.
Produksi tambang, yang biasanya mengalami pertumbuhan musiman di triwulan ketiga, mengalami kenaikan 2 persen secara tahunan menjadi 977 ton. Produksi di triwulan III-2025 juga lebih tinggi daripada empat triwulan sebelumnya. Sejak awal 2025, produksi tambang emas mencapai 2.716 ton.
Sementara itu, produksi emas dari hasil daur ulang secara triwulanan relatif stagnan pada 2025, dengan hasil per triwulan III-2025 sebanyak 344 ton, turun 1 persen dari triwulan sebelumnya dan naik 6 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024.
”Aktivitas daur ulang sedikit tertahan oleh ekspektasi kenaikan harga lebih lanjut dan kondisi ekonomi yang secara umum mendukung,” demikian laporan World Gold Council.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2021/11/23/07d2ffea-1c43-4e7e-8b49-4c5b29b620a4_jpeg.jpg)
Di Indonesia, perusahaan tambang dan pengolahan emas, seperti PT Aneka Tambang (Antam) Tbk, justru melaporkan penurunan produksi karena keterbatasan pasokan emas mereka.
Berdasarkan laporan triwulanan yang dirilis akhir Oktober lalu, Antam mengumumkan produksi emas asal lokasi tambang mereka di Pongkor, Jawa Barat, hanya sebanyak 151 kilogram (kg) atau 4.855 troy ons per triwulan III-2025. Ini turun 50,3 persen dibandingkan produksi emas pada Juli-September 2024 sebanyak 304 kg atau 9.774 troy ons.
Sejak awal 2025, total produksi emas Antam ikut tertekan hingga 20,9 persen menjadi 590 kg. Di periode yang sama pada 2024, produksinya mencapai 746 kg.
Walau demikian, penjualan emas Antam di dalam negeri yang dipenuhi impor emas tetap meningkat. Sekretaris Perusahaan Wisnu Danandi Haryanto dalam laporannya menyebutkan, Antam membukukan penjualan emas pada Januari-September 2025 sebanyak 34.164 kg atau 1.098.398 troy ons.
”Jumlah penjualan meningkat 20 persen dari sembilan bulan di 2024. Ini didorong oleh tingkat permintaan dalam negeri yang masih solid, dengan tingkat produksi emas pada 2025 sebesar 590 kg,” katanya.
Untuk meningkatkan produksi emas di wilayah tambang mereka, Antam terus melakukan eksplorasi di Pongkor, Jawa Barat. Saat ini, Antam melakukan pengeboran yang terdiri dari in mine drilling (underground) dan deep drilling (surface). Hal ini untuk menaikkan produksi emas di tambang mereka yang terbatas hanya 1 ton per tahun.
Penulis:
Erika KurniaEditor:
FX Laksana Agung SaputraPenyelaras Bahasa:
Priskilia Bintang Cornelia Sitompul