420 aktivis Global Sumud Flotilla telah dibebaskan Israel. Meski gagal masuk ke Palestina, perjuangan mereka menjadi simbol solidaritas yang tidak pernah mati.
22 Mei 2026 18:05 WIB · Internasional
AP Photo/Emrah Gurel
Mengenakan pakaian olahraga abu-abu dan kain keffiyeh, sekitar 420 aktivis Global Sumud Flotilla menuruni tangga pesawat Turkish Airlines di Bandara Istanbul, Istanbul, Turki, Kamis (21/5/2026) malam Waktu Indonesia Barat. Mereka menuruni tangga menuju landasan pacu sambil mengacungkan salam dua jari dan meneriakkan ”Bebaskan Palestina”. Beberapa tampak pincang.
Para aktivis ini, sembilan di antaranya dari Indonesia, tiba di Turki setelah dideportasi Pemerintah Israel. Sebelumnya mereka ditangkap tentara Israel saat mencoba masuk ke wilayah Palestina untuk memberikan bantuan makanan, minuman, obat-obatan, dan kebutuhan lainnya.
Kedatangan para aktivis ini disambut pejabat Pemerintah Turki, staf kedutaan besar dari berbagai negara, dan aktivis kemanusiaan. Semua aktivis akan menjalani pemeriksaan medis, sebagaimana dilaporkan kantor berita milik Pemerintah Turki, Anadolu, yang dikutip kantor berita AP.
Bekas luka baik di kepala dan bagian tubuh yang lain menjadi saksi bagaimana tentara Israel memperlakukan para aktivis. Bahkan, sejumlah aktivis harus ditandu, duduk di kursi roda, maupun ranjang dorong saat dibawa menuju mobil ambulans. Mereka akan mendapat perawatan di rumah sakit setempat.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/22/fe65277f46590acdfb11bba895c06c67-AP26141588660316.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/22/4bc43f54b65cd63db6980c95abbe25f8-AP26141591989552.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/22/c1806807e750b4d76ee5da1ebc030a5a-000_B3MG68M.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/22/7e52b0d29a215fc22295e6edf774d14d-000_B3MP9VY.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/22/2ff927089f6ea6e6770662c1f141a557-000_B3MQ92X.jpg)
Para aktivis dari Global Sumud Flotilla turun dari pesawat setibanya di Bandara Istanbul, Istanbul, Turki, Kamis (21/5/2026). (AP Photo/Emrah Gurel)
Aktivis Global Sumud Flotilla tiba di Bandara Istanbul, Istanbul, Turki, Kamis (21/5/2026). (AP Photo/Emrah Gurel)
Aktivis Global Sumud Flotilla mengenakan kefiyeh dan meneriakkan ”bebaskan Palestina” saat tiba di Turki. (AFP/Ozan Kose)
Aktivis Global Sumud Flotilla dibawa mobil ambulans untuk mendapat perawatan setelah tiba di Turki. Sebelumnya mereka mendapat penyiksaan dan keamanan Israel. (AFP/Ozan Kose)
Jejak penyiksaan yang dilakukan petugas keamanan Israel terhadap salah satu aktivis Global Sumud Flotilla. (AFP/Ozan Kose)
Video provokatif yang menunjukkan Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir dengan mengejek para aktivis konvoi perahu yang ditahan yang diborgol dan berlutut menuai kecamanan dari berbagai kalangan. Ben-Gvir merilis video pada hari Rabu yang menunjukkan dirinya berjalan di antara beberapa tahanan. Dalam salah satu foto, para aktivis berlutut dengan tangan terikat di belakang punggung, kepala mereka menyentuh lantai di dalam apa yang tampak seperti area penahanan darurat di dek kapal.
Peristiwa tersebut mendorong beberapa negara untuk memanggil utusan Israel guna mendengarkan kekhawatiran mereka. Beberapa negara, termasuk Inggris, Perancis, dan Portugal, memanggil utusan Israel pada hari Kamis karena kekhawatiran tentang perlakuan terhadap para aktivis armada dan sebagai protes atas tindakan Ben-Gvir.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/05/21/2b7c68fe-e00d-4754-8e3f-b26a3f9ca717.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/05/21/bfea5c78-d608-4118-8faa-23c9901627c1.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/05/21/9486534b-1e53-4096-8254-7cf2a9626fc5.jpg)
Perlakuan tidak manusiawi itu juga memicu gelombang protes di banyak negara. Mereka berunjuk rasa mengecam tindakan tersebut. Para demonstran juga memperagakan posisi berlutut dengan tangan terikat di belakang badan sebagai simbol perlawanan dan perjuangan.
Penyiksaan oleh pasukan Israel diceritakan aktivis dari Italia. Mereka mengaku telah dipukuli dan diperlakukan dengan buruk.
Dario Carotenuto, seorang anggota parlemen Italia, mengatakan, dia mengalami ”detik-detik terpanjang” dalam hidupnya ketika pasukan Israel mengarahkan senapan ke para aktivis di dalam fasilitas penahanan.
”Mereka menendang kaki saya dan memukul wajah saya,” kata Alessandro Mantovani, seorang jurnalis surat kabar Italia. Saat ini para aktivis dari Italia tersebut telah kembali ke negaranya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/22/443a4ecf76da58110035edb84f81b882-AP26141805111261.jpg)
Kain kefiyeh yang dikenakan para aktivis Global Sumud Flotilla terasa spesial karena memiliki makna khusus. Kain tersebut telah menjadi simbol perlawanan terhadap pendudukan Israel dan simbol solidaritas untuk Palestina. Kain dengan motif hitam putih ini menggambarkan jaring ikan dan kawat berduri. Jaring ikan melambangkan kekayaan laut Palestina sedangkan motif kawat berduri melambangkan perjuangan melawan pendudukan Israel.
Kain ini dipopulerkan oleh Pemimpin Palestina Yasser Arafat. Hampir di setiap kesempatan tampil di tempat umum, Arafat selalu mengenakan kain kefiyeh. Arafat menjabat Pemimpin Palestina selama periode 1996–2004. Selain itu, Arafat juga menjadi Ketua Organisasi Pembebasan Palestina (PLO). (AP).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/22/f14ff04fa7277bc797ed22a7e4b0bf9a-AP701014025.jpg)
Penulis:
Heru Sri KumoroEditor:
Iwan SetiyawanPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase