LIGA INGGRIS

Kegugupan Arsenal dan Keruwetan Manchester City

Perburuan gelar liga akan ditentukan oleh bagaimana Arsenal dan City mengurai masalah masing-masing. Arsenal melawan kegugupan, City bergelut dengan jadwal.

02 Mar 2026 19:44 WIB · Olahraga

AFP

Oleh Kelvin Hianusa

Manajer Arsenal Mikel Arteta berada di pinggir lapangan pada pengujung laga derbi London versus Chelsea, tetapi serasa sedang menaiki roller coaster ekstrem di taman hiburan. Pengalaman sang Manajer Arsenal itu pula yang turut dirasakan seluruh penggemar tuan rumah di Stadion Emirates.

Enam menit injury time menjadi seperti satu jam bagi Arsenal. Waktu terasa melambat, apalagi saat umpan silang penyerang tim tamu Alejandro Garnacho melaju kencang ke sisi tiang jauh. ”Jantung saya hampir berhenti, tetapi tangan David (Raya) di sana mengembalikan nyawa saya,” kata Arteta.

Itulah momen dramatis yang nyaris mengubah takdir derbi di Stadion Emirates, London, Senin (2/3/2026) dini hari WIB. Arsenal cukup beruntung bisa menjaga keunggulan 2-1 dalam duel bertajuk ”adu bola mati” itu. Adapun seluruh gol dari kedua tim dihasilkan dari tendangan sudut.

Kemenangan Arsenal sangat cemerlang dari sisi hasil, terutama dalam konteks perburuan gelar Liga Inggris. Namun, ada yang mengganjal dari sisi performa. Mereka tampak kesulitan menghadapi sepuluh pemain Chelsea, tepat setelah insiden kartu merah Pedro Neto pada menit ke-70.

Dalam 20 menit terakhir waktu normal dan injury time, Arsenal yang unggul jumlah pemain malah kehilangan kontrol. Mereka hanya menguasai bola sebanyak 35 persen. Umpan sukses yang mereka ciptakan juga hanya 56 kali, jauh di bawah Chelsea (115 kali). ”Si Meriam” benar-benar tertekan.

Arsenal's Spanish goalkeeper #01 David Raya (C) makes a save in extra time during the English Premier League football match between Arsenal and Chelsea at the Emirates Stadium in London on March 1, 2026. (Photo by Adrian Dennis / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE. No use with unauthorized audio, video, data, fixture lists, club/league logos or 'live' services. Online in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No video emulation. Social media in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No use in betting publications, games or single club/league/player publications. /

Uniknya, Arsenal bermain jauh lebih baik saat situasi laga masih 11 versus 11. Mantan penyerang Arsenal, Ian Wright, menilai anomali itu terjadi lebih karena masalah psikologis. Bukayo Saka dan rekan-rekan memperlihatkan rasa gugup seperti yang sering muncul dalam beberapa pekan terakhir.

”Saya senang kami menyelesaikan tugas (di derbi), tetapi saya jadi gugup di laga selanjutnya karena melihat (masalah) itu lagi. Arsenal memperlihatkan kegugupan, kegelisahan di tahap akhir pertandingan. Anda seperti bisa menangkap Arsenal di paruh kedua,” kata Wright dalam Premier League Productions.

Kegugupan Si Meriam begitu terasa saat menguasai bola. Dengan unggul jumlah pemain, mereka semestinya bisa memanfaatkan lubang di sistem bertahan Chelsea. Mereka bisa lebih mudah melakukan kombinasi umpan pendek untuk mengontrol penuh permainan. Namun, itu tidak dilakukan.

Quote

Jika tidak diatasi, kegugupan di kubu Arsenal bisa menjadi bom waktu. Tekanan juara akan semakin besar di sembilan laga terakhir.

Lini belakang Arsenal berulang kali mengirimkan umpan jauh setelah merebut bola. Pada menit ke-87, contohnya, bek sayap Jurrien Timber mengirim umpan jauh ke penyerang Gabriel Martinelli. Padahal, ada opsi umpan pendek yang jauh lebih mudah ke tiga gelandang sekaligus.

derbi london

Masalahnya, seperti kata Wright, kegugupan itu sudah berulang kali muncul belakangan ini. Masalah tersebut pula yang membuat mereka kehilangan poin di kandang Wolverhampton Wanderers dan Brentford. Sebagai tim yang mengutamakan kontrol, mereka akan menderita jika terlihat panik.

Di situasi seperti ini, pemain yang paling diharapkan dari kubu Arsenal adalah gelandang asal Spanyol, Martin Zubimendi. Dia semestinya menjadi yang paling ahli dalam mengatur tempo. Namun, kepercayaan diri sang pemain belum kembali sejak melakukan blunder ketika melawan Manchester United.

Beban di skuad Arsenal memang sangat berat. Mereka harus menyudahi paceklik gelar selama 22 tahun setelah hanya finis di posisi runner-up selama tiga musim beruntun. Namun, Si Meriam harus mulai menikmati perburuan gelar jika tidak ingin gagal keempat kali beruntun.

Alasannya, tim pesaing terdekat, Manchester City, terlihat begitu tenang dalam laju perburuan gelar. Lihat saja di akhir pekan lalu, mereka menang dengan cukup mudah atas Leeds United, 1-0. Walaupun hanya menang satu gol, mereka memegang kontrol penuh di paruh kedua ketika sudah unggul.

Jika tidak diatasi, kegugupan di kubu Arsenal bisa menjadi bom waktu. Tekanan juara akan semakin besar di sembilan laga terakhir, termasuk dengan City yang terus menempel. ”Kami harus menikmatinya. Suatu kehormatan bisa berada di posisi ini, di perebutan gelar,” kata Timber.

Keruwetan City

City saat ini tertinggal lima poin dari Arsenal dengan satu laga lebih sedikit. Meskipun berada dalam posisi mengejar, tim asuhan Manajer Pep Guardiola itu tampak lebih meyakinkan. Mereka unggul dari sisi pengalaman juara ataupun tren performa dan hasil yang semakin positif sejak pergantian tahun.

Kehadiran dua pemain baru di jendela transfer Januari, bek Marc Guehi dan penyerang Antoine Semenyo, benar-benar krusial bagi City. Guardiola memiliki amunisi tambahan untuk bersaing dalam perburuan gelar. Berstatus veteran di liga, Guehi dan Semenyo langsung memberikan pengaruh instan untuk City.

Manchester City's Antoine Semenyo, center, scores against Leeds United during the Premier League soccer match between Leeds United and Manchester City in Leeds, England, Saturday, Feb. 28, 2026. (Danny Lawson/PA via AP)

Hanya saja, ketahanan City baru akan diuji dari keruwetan jadwal di sepanjang Maret. Erling Haaland dan rekan-rekan harus menghadapi enam laga sulit dari empat kompetisi sekaligus dalam 20 hari ke depan. Rotasi tim menjadi tantangan utama bagi Guardiola.

”Kami hanya punya tiga hari (untuk melawan Nottingham Forest),” kata Guardiola seusai laga versus Leeds. ”Lalu, kami akan bermain di Piala FA. Terima kasih karena kami harus bermain pukul 20.00 (waktu setempat) alih-alih pukul 15.00. Itu membuat waktu pemulihan kami lebih singkat untuk bertemu Real Madrid,” kata sang manajer dengan nada menyindir.

Guardiola akan kesulitan merotasi tim di pertandingan luar liga. Mereka dinanti Newcastle United di putaran kelima Piala FA, Real Madrid di babak 16 besar Liga Champions, dan Arsenal di final Piala Liga Inggris. Di antara itu, terdapat dua pertandingan liga, yaitu versus Forest dan West Ham United.

Adapun City harus bertandang ke markas West Ham, yaitu pada 15 Maret, di tengah-tengah pertemuan dengan Madrid. Guardiola berpotensi kehilangan beberapa gelar sekaligus jika salah melakukan rotasi. ”Inilah realitas yang kami hadapi, tetapi Anda harus bisa mengatasi situasi itu,” ujar Guardiola.

Arsenal akan melewati jadwal padat serupa, tetapi diuntungkan dalam undian. Mereka hanya akan bertemu tim dari divisi ketiga Inggris, Mansfield Town, di Piala FA. Di Liga Champions Eropa, mereka ditantang Bayer Leverkusen yang secara level masih jauh di bawah Madrid.

Alhasil, tidak ada tim yang benar-benar diunggulkan untuk melenggang mulus ke garis finis. Arsenal harus mengatasi kegugupan, sementara City perlu mengurai masalah keruwetan jadwal. Tim yang bisa mengatasi masalah masing-masing berpotensi besar menjadi kampiun. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar