Kehadiran Mosquera, Perwujudan Prinsip Baru Mikel Arteta

Bersama bek Christhian Mosquera, Manajer Mikel Arteta bisa menerapkan prinsip baru di Arsenal. Prinsip itu membutuhkan minimal dua pemain berkualitas di tiap posisi.

25 Jul 2025 20:50 WIB · Olahraga

Oleh Kelvin Hianusa

Pengumuman transfer bek baru Arsenal, Cristhian Mosquera, sama sekali tidak mengejutkan. Salah satu penggemar Arsenal sudah memergokinya sedang bersama bersama para pemain ”Si Meriam” di Singapura, beberapa jam sebelum pengumuman dirilis. Tim media sosial Arsenal kecolongan.

Namun, hal tersebut sama sekali tidak mengurangi antusiasme di kubu Arsenal. Mosquera, 21 tahun, datang dari Valencia dengan status salah satu bek muda paling berbakat di Liga Spanyol. Dia resmi dibeli dengan nilai total 13 juta pound sterling (Rp 286,1 miliar) pada Kamis (24/7/2025).

”Sebagai bek 21 tahun, Cristhian sudah menunjukkan performa konsisten dan pengalaman signifikan di Liga Spanyol. Dia adalah pemain cerdas yang punya kecepatan tinggi dan bisa bermain di dua sisi (bek tengah). Potensinya luar biasa,” kata Manajer Arsenal Mikel Arteta. 

Jam terbang Mosquera tidak perlu diragukan. Dia sudah tampil reguler bersama Valencia sejak berusia 19 tahun. Mosquera bahkan memainkan 73 dari total 76 laga Valencia selama dua musim terakhir di Liga Spanyol. Sebanyak 70 kali, di antara itu, dia berperan sebagai pemain mula.

Jumlah bermainnya dalam dua musim mencapai 6.394 menit. Menurut Opta, itu adalah catatan tertinggi dari seluruh pemain di bawah 22 tahun dalam lima liga terbaik Eropa. Menariknya, Mosquera bermain di posisi vital yang biasanya lebih sering dipercayakan ke pemain veteran nan berpengalaman.

Bek Arsenal, Cristhian Mosquera (kanan), mengikuti latihan pramusim bersama klub barunya itu di Stadion Nasional Singapura, 25 Juli 2025.

Arteta terkenal sebagai manajer yang cukup saklek dalam penempatan posisi bek tengah. Dia menginginkan pemain dengan kaki kanan lebih dominan berada di sisi kanan. Begitu juga sebaliknya. Mosquera bisa bermain di dua sisi bek tengah, bahkan bek sayap, tetapi lebih sering turun di sisi kanan. 

Bukan kebetulan, pemain pelapis dari bek inti Arsenal, William Saliba, di posisi tersebut mengalami kekosongan dalam dua tahun terakhir sejak kepergian Rob Holding. Biasanya, opsi cadangan di sisi kanan itu diisi oleh bek sayap Jurrien Timber dan Ben White atau bek tengah kidal, Jakub Kiwior. 

Quote

Ketika datang bersama keluarga, Anda bisa merasakan kebesaran klub ini. Cristhian Mosquera

Mosquera sengaja didatangkan guna melapisi Saliba. Tipe mereka nyaris serupa, yaitu andal dalam duel satu lawan satu. Menurut The Analyst, Mosquera tercatat sebagai pemain dengan tingkat kesuksesan tekel tertinggi (76,7 persen) di Liga Spanyol musim lalu. Adapun Saliba menempati peringkat kedua di Liga Inggris (79,5 persen) dalam aspek yang sama.

Kesempatan bermain menjadi kekhawatiran terbesar untuk Mosquera. ”Si Meriam” sudah memiliki duet bek inti terbaik, Saliba dan Gabriel Magalhaes. Sangat sulit untuk menggantikan mereka, kecuali salah satunya cedera atau sedang rotasi skuad di piala domestik. 

Lihat saja pelapis Gabriel, Kiwior. Dia hanya menjadi starter sebanyak 10 kali di liga pada musim lalu, walaupun Gabriel sempat cedera selama tiga bulan. Total, dia hanya bermain 1.122 menit. Situasi serupa kemungkinan besar berlaku untuk Mosquera. 

Arsenal's Brazilian defender #06 Gabriel Magalhaes leaves the pitch after being substituted off injured during the English Premier League football match between Arsenal and Fulham at the Emirates Stadium in London on April 1, 2025. (Photo by Glyn KIRK / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE. No use with unauthorized audio, video, data, fixture lists, club/league logos or 'live' services. Online in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No video emulation. Social media in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No use in betting publications, games or single club/league/player publications. /

Mosquera menyadari tantangan besar itu, tetapi tidak punya pilihan selain menghadapinya. ”Kesempatan itu muncul dan saya tidak bisa melewatkan begitu saja. Saya bisa bergabung dengan klub yang besar dan bersejarah. Ketika datang bersama keluarga, Anda bisa merasakan kebesaran klub ini,” kata pemain tim nasional sepak bola U-21 Spanyol itu. 

Tingkatan pemain

Mosquera cukup beruntung. Dia datang di waktu yang tepat. Arteta berkata jelang musim baru, akan mengubah prinsip ”tingkatan pemain” yang digunakan pada musim-musim sebelumnya. Dalam prinsip itu, kategori pemain dibagi menjadi ”tingkat satu”, ”tingkat dua”, dan ”tingkat tiga”.

Pemain utama, seperti Saliba dan Gabriel, masuk kategori ”tingkat satu”. Mereka akan diprioritaskan sebagai pemain mula ketika tersedia. ”Tingkat dua” berisi para pemain pelapis yang digunakan dalam rotasi skuad. Khusus ”tingkat tiga”, hanya untuk pemain yang diturunkan dalam situasi darurat.

Menurut Arteta, prinsip itu sudah tidak relevan. ”Permainan sudah berevolusi. Ada tuntutan kami untuk bermain 70 sampai 75 laga per musim. Pada akhirnya, kami harus membentuk skuad seperti tim lain. Tidak ada yang tahu siapa yang akan diturunkan pada laga selanjutnya,” katanya. 

Pada musim baru, tidak ada pemain yang mendapat jaminan pemain inti. Sebelas pemain mula akan ditentukan pada hari-H berdasarkan kondisi, tren performa, dan kebutuhan taktik. Sang manajer tidak akan mempertahankan pemain inti hanya karena menang di laga sebelumnya.

Manajer Arsenal Mikel Arteta (kanan) berbincang dengan pemainnya, Trent Alexander-Arnold, seusai berakhirnya laga versus Liverpool pada laga Liga Inggris di Stadion Anfield, Liverpool, Sabtu (11/5/2025) waktu setempat. Laga itu berakhir imbang, 2-2.

Itulah alasan utama Arsenal mendatangkan Mosquera. Mereka menginginkan setidaknya dua pemain di setiap posisi. Jarak kualitas kedua pemain itu juga harus tidak terlampau jauh. Sebab, para pemain akan bersaing memperebutkan status pemain inti di setiap pekan. 

Mosquera sangat mungkin memberikan persaingan sengit kepada Saliba. Apalagi, jika pemain setinggi 191 sentimeter itu bisa meningkatkan kemampuan duel udara. Adapun baik Mosquera dan Saliba sama-sama kurang dominan dalam beradu sundulan. (AP/AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase