Setelah tarian poznan dari pendukung Sociedad, MU mendadak ”hilang”. Ketidakpastian performa di laga itu masih memperlihatkan masalah MU sepanjang musim ini.
07 Mar 2025 05:12 WIB · Olahraga
SAN SEBASTIAN, JUMAT — Semua hal berjalan baik untuk Manchester United selama 70 menit awal sampai gol penalti Real Sociead yang seolah jatuh dari langit. Setelah gol penyeimbang yang diikuti perayaan tarian poznan oleh pendukung tuan rumah, MU tiba-tiba menghilang.
Hasil imbang 1-1 di Stadion Reale Arena, San Sebastian, Jumat (7/3/2025) dini hari WIB, itu kembali menandakan performa MU yang sulit ditebak. Mereka bisa bermain bagus nyaris sepanjang permainan, lalu mendadak kehilangan arah hanya akibat satu momen dari tim lawan.
Walaupun laga kedua babak 16 besar Liga Europa akan berlangsung di Stadion Old Trafford, tidak ada jaminan hasil tandang itu menguntungkan ”Setan Merah”. ”Anda tidak pernah tahu apa yang akan Anda dapatkan dari tim MU ini,” kata legenda hidup MU, Paul Scholes, kepada TNT Sports.
Sociedad seperti bermain tanpa tujuan sejak menit pertama hingga pertengahan babak kedua. Mereka lebih dominan menguasai bola, tetapi selalu kebingungan saat masuk ke sepertiga akhir. Kehilangan gelandang tim nasional Spanyol, Martin Zubimendi, yang absen akibat sakit cukup terasa.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/07/d7df57d6da19c7b9f5055c087cb1b1cc-Spain_Soccer_Europa_League_1_.jpg)
Masalah tuan rumah pada laga itu sama dengan yang dirasakan sepanjang musim ini. Sociedad kurang kreatif dan tajam di lini depan. Di Liga Spanyol musim ini saja, mereka menempati urutan ketiga terbawah dalam urusan produksi gol (23 gol dari 26 laga).
MU, tampil dengan formasi 3-4-3 yang bisa berubah jadi lima bek sejajar saat tanpa bola, sama sekali tidak kesulitan di pertahanan. Mereka bertahan cukup dalam dan mengandalkan serangan balik kilat. Penyerang sayap Alejandro Garnacho menjadi senjata dalam transisi.
Rencana Pelatih MU Ruben Amorim tersebut sukses dieksekusi selama lebih dari satu jam awal. Mereka mendapatkan banyak peluang dari serangan balik sampai akhirnya membuka keunggulan lewat penyerang Joshua Zirkzee pada menit ke-57. Tim tamu semakin mengambil alih permainan setelah ungggul.
Bencana datang saat waktu normal tersisa 20 menit. Sociedad mendapatkan penalti setelah tinjauan asisten wasit video (VAR). Kapten MU, Bruno Fernandes, menyentuh bola di kotak penalti saat situasi tendangan sudut. Hadiah itu dikonversi langsung oleh penyerang Mikel Oyarzabal.
Kedudukan seimbang, para pendukung tuan rumah kembali ”berisik”. Sekitar 30.000 penonton langsung berbalik badan, saling merangkul, dan melompat-lompat untuk melakukan tarian poznan. ”Anda bisa merasakan itu di laga, momentum telah berpindah,” kata Amorim.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/07/ca05cf9aee78d6439b4b3bd88d523eba-Spain_Soccer_Europa_League.jpg)
Sociedad membalikkan momentum. Dua pemain pengganti di lini serang, Orri Oskarsson dan Sheraldo Becker, sukses mengacak-acak pertahanan MU. Dua peluang Oskarsson pada sepuluh menit akhir bahkan nyaris membuat tuan rumah unggul.
MU justru kehilangan jati diri. Serangan balik yang meneror ”benteng” Sociedad tidak terlihat lagi. Mereka begitu mudah kehilangan bola saat ingin memulai transisi. Jumlah tembakan MU yang berjumlah 12 kali selama 70 menit hanya bertambah satu kali setelah gol penyeimbang.
”Jika Anda melihat reaksi stadium (terhadap gol mereka) dan cara mereka menekan setelah itu, sangat terlihat mereka membutuhkan itu. Kami melawan tim yang bagus, tidak mudah. Namun, kami semestinya bisa mencetak lebih dari satu gol,” ujar Zirkzee.
Tim tamu harus menyesali begitu banyak peluang di depan gawang yang terbuang pada satu jam awal. Amorim berkata, banyak keputusan yang kurang tepat di sepertiga akhir. Mereka semestinya bisa membunuh permainan lebih awal jika unggul lebih dari satu gol terlebih dulu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/07/036465d66b7db07058825c69851ed31d-wires_photo_83_.jpg)
Alih-alih masalah mentalitas, Amorim lebih menyoroti tentang persoalan fisik tim asuhannya. ”Tim kami benar-benar kelelahan pada 30 menit terakhir dan Anda bisa merasakan itu. Kami harus lebih siap di Old Trafford karena tekanan pasti akan ada di pundak kami,” kata sang pelatih.
Seperti diketahui, bermain di Stadion Old Trafford bukan hal yang menguntungkan untuk MU pada musim ini. Fernandes dan rekan-rekan sudah mengalami delapan kekalahan di kandang sepanjang musim ini, termasuk ketika disingkirkan Fulham pada babak 16 besar Piala FA.
Pelatih Kepala Sociedad Imanol Alguacil menilai, timnya seperti mendapatkan nyawa kedua. ”Itulah yang kami inginkan untuk tetap bertahan di duel ini (saat menuju Old Trafford). Kami sekarang harus menang di sana yang mana sudah pernah kami lakukan sebelumnya (musim 2022),” ucapnya. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .