Lebih dari 4.000 prajurit Korea Utara gugur, hilang, atau tertawan dalam perang Ukraina-Rusia. Meski ditarik mundur, diyakini ada pengiriman tambahan pasukan.
01 Feb 2025 14:00 WIB · Internasional
KYIV, SABTU – Ukraina mengklaim prajurit Korea Utara sudah mundur dari garis depan pertempuran di Kursk, Rusia. Juru bicara militer Ukraina, Oleksandr Kindratenko, dikutip kantor berita AFP, Sabtu (1/2/2025) mengatakan, pasukan Korea Utara ditarik mundur karena mengalami kehilangan besar hingga 4.000 prajurit yang ditempatkan di garis depan pertempuran Ukraina-Rusia.
Lembaga intelijen Barat, Korea Selatan, dan Ukraina memperkirakan lebih dari 10.000 prajurit Korut ditempatkan di garis depan Kursk yang diserang dalam serbuan kilat Ukraina pada Agustus 2024. Ukraina berhasil merebut belasan perkampungan di Kurk, Rusia.
Semula, Ukraina menguasai 1.376 kilometer persegi wilayah Kursk. Dalam serangan balik Rusia, wilayah yang dikuasai Ukraina pada awal Desember 2024 tersisa 800 kilometer persegi.
Demi memperkuat dan merebut kembali wilayah Kursk yang diduduki Ukraina itulah serdadu Korut dikirim untuk bertempur bersama prajurit Rusia. Namun, keberadaan prajurit Korut tidak pernah secara resmi diakui Korut dan Rusia.
Setelah enam bulan, pasukan Ukraina masih mampu mempertahankan pijakan di wilayah Kursk. Posisi itu menjadi penting bagi Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy untuk berunding dengan Rusia dalam mengakhiri perang.
”Dalam tiga pekan terakhir kami tidak terlibat pertempuran ataupun mendeteksi gerakan pasukan Korea Utara di garis depan,” kata Kindratenko.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/01/f76922132e06e24f05a119bd69f2a728-Russia_Ukraine_126967227.jpg)
Dia meyakini, pasukan Korut ditarik mundur karena mengalami kerugian besar dalam pertempuran secara personel dan material. Pemerintah Ukraina mengatakan telah menangkap atau menewaskan sejumlah prajurit Korut di wilayah Kursk.
Zelenskyy telah mengeluarkan foto dan video interogasi terhadap orang yang disebut tawanan perang asal Korut yang ditangkap Ukraina di medan pertempuran Kursk. Para pejabat Ukraina mengatakan, prajurit Korut memilih mati dengan meledakan granat daripada ditangkap hidup-hidup oleh Ukraina.
Moscow Times pada Jumat (31/1/2025) melaporkan, sekurangnya 4.000 prajurit Korut gugur, terluka, hilang, atau tertawan dalam pertempuran. Mereka mengalami kerugian besar karena sebagai pasukan khusus, mereka di bawah komando Rusia, berperang sebagai prajurit infanteri biasa.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/01/b4613f8290e9de2724e535dd69949f06-Russia_Ukraine_War_North_Korean_Troops_126681655.jpg)
Adapun pejabat militer Amerika Serikat memperkirakan para prajurit Korut kini menjalani pelatihan tambahan. Mereka juga mendapat tambahan personel dari Korut dalam dua bulan ke depan.
Barat menyebut Korut memasok roket, rudal, dan jutaan peluru artileri kepada Rusia. Rusia menembakkan hingga setengah juta peluru artileri tiap hari.
Sebagai imbal balik, Rusia akan membantu program peluru kendali strategis Korut.
Ditanya tentang penarikan mundur prajurit Korut dari Kursk, Rusia menolak menjawab pertanyaan tersebut. ”Banyak kabar beredar dan perbedaan pandangan di luar yang sebagian benar dan sebagian salah. Tentunya tidak perlu ditanggapi setiap saat,” kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov.
Ukraina dan Barat menilai gelar prajurit Korut di Kursk sebagai puncak eskalasi perang yang sudah berlangsung tiga tahun. Ukraina mengatakan, ada 2.000 rakyat Rusia yang hidup di wilayah Kursk yang diduduki Ukraina. Mereka terputus dari informasi perkembangan perang yang terjadi.
Banyak kabar beredar dan perbedaan pandangan di luar yang sebagian benar dan sebagian salah. Tentunya tidak perlu ditanggapi setiap saat.
Banyak warga Rusia di perbatasan merasa tidak puas terhadap kegagalan Rusia merebut kembali wilayah yang diduduki Ukraina dan juga tidak mendapat kabar perkembangan perang.
Meskipun Ukraina berhasil menduduki sebagian wilayah Rusia, militer Rusia berhasil terus bergerak maju di palagan timur Ukraina di Luhansk dan Donetsk yang didominasi penduduk etnis Rusia. Pasukan Rusia terus bergerak maju sejauh 1.000 kilometer.
Militer Rusia, Jumat (31/1/2025), mengatakan berhasil merebut Desa Novovasylivka yang menjadi persimpangan strategis jalan raya dan logistik militer. Novovasylivka terletak di dekat kota Pokrovsk di Donetsk timur yang berjarak 40 kilometer dari Dnipropetrovsk. Dnipropetrovsk yang dibelah Sungai Dnipro membagi Ukraina bagian barat dan timur.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/25/32e5798caa9f40055da1aa4713eb7f57-000_36N922U.jpg)
Wilayah Dnipropetrovsk sejauh ini belum terjamah perang. Terdapat kota Dnipro yang bernilai strategis dan menjadi pusat industri dan perdagangan sepanjang alur Sungai Dnipro yang bermuara di Laut Hitam.
Rusia pada 2022 mengklaim aneksasi terhadap wilahah Donetsk yang belum sepenuhnya mereka kuasai. Rusia sejauh ini belum mengklaim terhadap Dnipropetrovsk. (AFP)
Penulis:
Iwan SantosaEditor:
Fransisca Romana Ninik W