Korea Utara Siap Tambah Bantuan bagi Rusia

Sejak Pakta Strategis Rusia-Korut pada Juni 2024, Korea Utara mengirim senjata dan prajurit ke Rusia. Rusia juga membantu ekonomi dan teknologi Korut.

30 Nov 2024 09:37 WIB · Internasional

Oleh Iwan Santosa

PYONGYANG, SABTU — Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyambut Menteri Pertahanan Rusia Andrei Belousov dalam rangkaian acara megah di ibu kota Pyongyang, Jumat-Sabtu (29-30/11/2024). Korea Utara menegaskan siap menambah bantuan militer bagi Rusia yang sedang berperang di Ukraina.

Kim menyatakan Korut sebagai teman seperjuangan yang memiliki kesamaan pandangan dengan Rusia. Pyongyang siap memperdalam kerja sama dengan Rusia, termasuk di dalam bidang militer.

Kim memuji langkah Presiden Rusia Vladimir Putin menjaga martabat bangsa Rusia. Dia menilai langkah itu setara dengan tindakan Korut dalam menyikapi tekanan Amerika Serikat dan negara-negara Barat.

Peneliti Rusia di Universitas Dongseo, Korea Selatan, Chris Monday, kepada NKnews.org, mengatakan, kunjungan Belousov adalah langkah asimetris yang diambil Putin dalam melawan AS dan sekutu-sekutunya. ”Bantuan pasukan dan persenjataan akan ditambah seusai kunjungan ini,” kata Monday.

Sejauh ini, Korut tidak saja mengirimkan munisi artileri dan rudal ke Rusia, tetapi juga sistem persenjataan artileri. Korut juga mengirimkan lebih dari 10.000 prajurit yang kini berada di wilayah Kursk, Rusia, untuk berperang melawan Ukraina.

This photograph taken and released on November 29, 2024 by the Russian Defence Ministry press service shows Russia's Defence Minister Andrei Belousov (4th-L) and his delegation attending a bilateral talks with North Korean delegation in Pyongyang. Russian Defence Minister Andrei Belousov arrived in North Korea on November 29 for military discussions, Russia's defence ministry said, following a strategic partnership treaty signed in June between the two countries. (Photo by HANDOUT / Russian Defence Ministry / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO / RUSSIAN DEFENCE MINISTRY" - NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS

Dalam pidatonya, Kim memuji sikap Rusia dalam menanggapi serangan Ukraina yang menggunakan senjata buatan AS dan Barat ke dalam wilayah Rusia. ”Itu tindakan bela diri yang dilakukan Rusia. Langkah yang diambil sangat tepat dan efektif dalam menyikapi petualangan militer Amerika Serikat, Barat, dan Ukraina,” katanya.

Kunjungan Belousov ke Pyongyang, menurut Monday, juga untuk menyikapi kunjungan Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina Rustem Umerov ke Seoul, Korea Selatan, pekan ini. Diyakini kehadiran Belousov menjadi peringatan bagi Korsel yang mendukung Ukraina.

Kementerian Pertahanan Ukraina mengonfirmasi kepada kantor berita AFP, Rabu (27/11/2024), bahwa Umerov berada di Seoul dan bertemu dengan para pejabat tinggi Korsel membahas kemungkinan bantuan militer untuk Ukraina.

Kantor berita Korsel, Yonhap, melaporkan rencana pertemuan Umerov dengan Presiden Korsel Yoon Suk Yeol. Namun, Istana Kepresidenan Korea Selatan menolak memberi komentar.

Sejauh ini, menurut sumber anonim, delegasi Ukraina akan berbagi informasi intelijen tentang gelar pasukan Korut di Rusia seraya meminta bantuan militer bagi Ukraina.

”Di sisi lain, Rusia menyatakan siap memperdalam hubungan kerja sama militer dengan Korea Utara walau itu menimbulkan ketidakstabilan di kawasan Asia Timur,” kata Monday.

This picture taken on November 29, 2024 and released from North Korea's official Korean Central News Agency (KCNA) on November 30, 2024 shows North Korean leader Kim Jong Un meeting with Russia's Minister of Defence Andrei Belousov (R) in Pyongyang. (Photo by KCNA VIA KNS / AFP) / South Korea OUT / ---EDITORS NOTE--- RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO/KCNA VIA KNS" - NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS / THIS PICTURE WAS MADE AVAILABLE BY A THIRD PARTY. AFP CAN NOT INDEPENDENTLY VERIFY THE AUTHENTICITY, LOCATION, DATE AND CONTENT OF THIS IMAGE --- /

Sebelum disambut Kim, Belousov pada Kamis (28/11/2024) diterima Panglima Angkatan Bersenjata Korea Utara No Kwang Chol dan beberapa pejabat tinggi terkait. Konser Musik Patriotik digelar tuan rumah untuk menyambut kedatangannya.

Harian Korut, Rodong Sinmun, Sabtu (30/11/2024), melaporkan, Kim dan Belousov memiliki kesamaan pandangan yang luas tentang berbagai isu dalam upaya memperdalam kerja sama strategis menyeluruh Korut-Rusia.

Pejabat tinggi Partai Komunis Korea Utara, di antaranya Pak Jong Chon dan Jo Chun Ryong, dan para petinggi militer Korut hadir dalam jamuan makan malam menyambut Belousov.

Pada 19 Juni 2024, Putin dan Kim menandatangani pakta untuk saling membantu jika kedua negara menghadapi agresi. Pakta tersebut disepakati sejalan dengan meningkatnya kebuntuan dalam perang melawan Ukraina dan sekutu-sekutunya.

Kesepakatan Putin dan Kim adalah perjanjian paling mendalam antara Rusia dan Korut sejak akhir Perang Dingin tahun 1989. Korut dan Rusia sama-sama menyatakan akan bekerja sama di bidang pertahanan, perdagangan, investasi, dan kemanusiaan.

This frame grab taken from handout video footage taken and released on November 29, 2024 by the Russian Defence Ministry press service shows Russian Defence Minister Andrei Belousov (L) inspecting the guard of honour upon his arrival at an airport in Pyongyang. Russian Defence Minister Andrei Belousov arrived in North Korea on November 29 for military discussions, Russia's defence ministry said, following a strategic partnership treaty signed in June between the two countries. (Photo by Handout / Russian Defence Ministry / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO / RUSSIAN DEFENCE MINISTRY" - NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS

Kesepakatan diambil setelah Putin mengunjungi Korut untuk pertama kali dalam 24 tahun. AS dan sekutu-sekutunya menyatakan keprihatinan terhadap kemungkinan pengiriman amunisi Korut untuk digunakan militer Rusia di Perang Ukraina. Sebaliknya, Rusia akan menyediakan bantuan ekonomi dan alih teknologi bagi Korut yang akan memperkuat kemampuan dalam bidang senjata rudal balistik dan nuklir.

Sejauh ini, meski terjadi eskalasi dalam Perang Ukraina, mantan Direktur Badan Pusat Intelijen AS (CIA) dan panglima militer pendudukan AS di Afghanistan Jenderal David Petraeus kepada RBC Ukraina mengatakan, kecil kemungkinan Rusia akan menggunakan senjata nuklir. ”Mitra utama Rusia, yakni China dan India, sudah menyatakan keberatan jika senjata nuklir digunakan Rusia. Secara ekonomi, Rusia bergantung pada China dan India,” katanya.

Di sisi lain, militer Ukraina sudah kehilangan 40 persen wilayah Rusia di Kursk yang mereka kuasai ketika melancarkan serangan kilat pada September 2024. Adapun di front timur di Donetsk dan Luhansk, Ukraina terus mundur dalam menghadapi serangan Rusia.

Kepemimpinan presiden baru AS, Donald Trump, pada Januari 2025 diyakini akan membawa perubahan besar dalam situasi Perang Ukraina. Dalam berbagai kampanye pemilihan presiden, Trump sesumbar dapat segera mengakhiri Perang Ukraina dan akan fokus dalam membangun ekonomi dan infrastruktur di dalam negeri. (REUTERS/AFP/AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Iwan Santosa
 | 

Editor:

Fransisca Romana Ninik W
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan