Pada Pemilu 2029, pemilih Gen Z bakal dominan. PKS susun program untuk memikat mereka agar raihan suara partai bisa menembus dua digit.
11 Nov 2025 20:18 WIB · Politik & Hukum
Kompas/Willy Medi Christian Nababan
JAKARTA, KOMPAS — Meski masih empat tahun lagi hingga Pemilu 2029, Partai Keadilan Sejahtera atau PKS memanaskan lebih dini mesin politiknya untuk mengejar target dua digit suara. Generasi muda jadi target partai. Tiga modal partai selama ini, yakni kader yang militan, struktur yang solid, hingga kerja kolektif, akan diperkuat.
Untuk memastikan hal itu, PKS menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2025 bertajuk ”Kokohkan Barisan, Tingkatkan Pelayanan, Raih Kemenangan” di Hotel Peninsula, Jakarta, pada Senin-Rabu (10-12/11/2025). Rakernas pertama pada masa kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS periode 2025-2030 itu dihadiri sebanyak 865 peserta. Pimpinan wilayah dari 38 provinsi hadir secara langsung di Jakarta, sedangkan 514 pemimpin kabupaten/kota mengikuti secara daring.
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera pada Selasa (11/11/2025), mengatakan, Rakernas 2025 ini bertujuan untuk mendetailkan keputusan Musyawarah Nasional (Munas) VI PKS pada akhir September lalu. Saat itu, Munas menetapkan satu visi dan empat misi PKS, 19 arah kebijakan, dan 22 program strategis.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2018/09/03/df48e102-1326-49db-946b-747637b1910a.jpg)
”Rakernas ini mendetailkan bagaimana visi-misi itu diimplementasikan mulai 2026. Semua itu diteknokrasikan menjadi delapan program unggulan, dengan masing-masing leading agency dan supporting agency,” ujar Mardani.
Sejumlah program unggulan PKS itu, seperti ”Rumah Keluarga Indonesia”, ”Sekolah Patriot”, dan ”Jawara atau Jaring Wakil Rakyat”.
Implementasi dari program-program itu penting karena di Pemilu 2029, PKS memasang target tinggi, yakni meraih dua digit suara.
Sebab, sejak pertama kali mengikuti pemilu pada 2004, raihan suara PKS selalu di bawah 10 persen. Pada Pemilu 2004, perolehan suaranya 7,34 persen atau 8,3 juta suara. Kemudian, pada Pemilu 2009 raihan suara PKS turun menjadi 8,2 juta suara, tetapi perolehan suara secara persentase meningkat menjadi 7,88 persen.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/08/03/a4548db2-13ac-4ef8-979d-fc4d9e33c0ae.jpg)
Namun, perolehan suara itu anjlok pada 2014 atau di angka 6,79 persen meski jumlah suaranya meningkat menjadi 8,4 juta suara. Suara PKS kembali meningkat pada Pemilu 2019. Saat itu, PKS memperoleh 8,21 persen suara dengan total 11,4 juta suara. Selanjutnya, pada Pemilu 2024 raihan suara PKS meningkat tipis dengan perolehan 8,4 persen suara atau sekitar 12,7 juta suara.
Untuk mencapainya, PKS berfokus mendekati pemilih dari kalangan generasi muda. Pada Pemilu 2029, mayoritas pemilih atau mencapai sekitar 60 persen disebut berasal dari kalangan anak muda.
Kami tengah mempelajari kebiasan Gen Z yang menginginkan demokrasi yang asyik, tidak mau yang serius-serius dan memiliki preferensi unik.
”Kami tengah mempelajari kebiasaan Gen Z yang menginginkan demokrasi yang asyik, tidak mau yang serius-serius dan memiliki preferensi unik, seperti cuteness atau kelucuan. Ini yang kami lagi fokuskan,” kata Mardani.
PKS juga akan meningkatkan kolaborasi dengan local hero dari berbagai kalangan, termasuk organisasi masyarakat sipil, aktivis perempuan, dan pemimpin muda. Langkah ini juga diambil sebagai bagian dari penguatan good party governance atau tata kelola partai yang baik. ”Kita akan mengadvokasi keadilan untuk kota. Tapi, saat yang sama kita mendorong kesejahteraan untuk desa,” tambahnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/09/29/792f150e-75d0-4b99-bb46-97d542f7d2ff_jpg.jpg)
Rakernas PKS 2025 dijadwalkan akan ditutup pada Rabu (12/11/2025). Rakernas PKS akan ditutup oleh Ketua Majelis Syura PKS Sohibul Iman.
Sekretaris Jenderal PKS Muhammad Kholid menambahkan, tema Rakernas PKS 2025 ”Kokohkan Barisan, Tingkatkan Pelayanan, Raih Kemenangan” mencerminkan arahan Ketua Majelis Syura PKS. Ada tiga modal besar partai yang mesti diperkuat, yakni membuat kader yang militan, struktur yang solid, dan kerja kolektif.
”Di sinilah (rakernas) kita menerjemahkan seluruh semangat dan arahan menjadi program kerja konkret,” katanya.
Pada Senin (10/11/2025) seusai membuka Rakernas 2025 itu, Presiden PKS Almuzzammil Yusuf mengatakan, rakernas pertama merupakan kelanjutan konsolidasi struktural setelah Munas PKS pada akhir September dan Bimbingan Teknis Nasional, awal November lalu.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/05/b4741a7a547523c8d14e0538f20d8c7a-cropped_image.jpg)
Hasil rakernas akan menjadi fondasi bagi seluruh kader di daerah agar terarah dalam bekerja. ”Setelah ini, setiap wilayah akan bergerak berdasarkan hasil rakernas yang telah dirumuskan,” ujar Al Muzzammil.
Al Muzzammil juga menekankan, pihaknya berfokus memperkuat program K2P2, yakni Kader-Kaderisasi dan Pelayanan Publik, untuk pemenangan Pemilu 2029. Rakernas ini juga akan merumuskan strategi internal partai jangka panjang.
Terkait dukungan politik, Al Muzzammil menegaskan bahwa ada delapan program unggulan PKS yang diarahkan untuk mendukung kesuksesan program Pemerintah Prabowo Subianto. PKS berkomitmen untuk bekerja aktif mendukung program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sekaligus tetap memberikan masukan yang kritis, konstruktif, dan solutif.
”Kami memberikan dukungan sekaligus masukan yang kritis, konstruktif, dan solutif agar program Pak Prabowo dan program PKS berjalan dengan baik untuk seluruh masyarakat Indonesia,” katanya.
Penulis:
Hidayat SalamEditor:
A. Ponco AnggoroPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase