Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 momentum comeback pesenam Indonesia, Joseph Judah Hatoguan, yang setengah tahun terakhir melawan kanker.
17 Okt 2025 17:01 WIB · Olahraga
Joseph Judah Hatoguan (23) menjalani podium training, latihan resmi yang dilakukan di arena kompetisi Stadion Indonesia Arena, Jakarta, Jumat (17/10/2025). Tiga hari mendatang, di tempat yang sama, Joseph bersama empat pesenam putra Indonesia lain akan tampil.
Bagi Joseph, Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 tidak hanya menjadi kesempatan pertamanya tampil di ajang level dunia di hadapan publik sendiri. Kejuaraan Dunia ini juga momen perdananya kembali menunjukkan aksi setelah setengah tahun terakhir absen karena berjuang melawan kanker.
”Ada code point baru, sedangkan rangkaian gerakan aku masih yang enam bulan lalu. Tapi, enggak apa-apa, ini bisa dibilang comeback aku di kompetisi senam. Aku baru saja remisi kanker,” kata Joseph.
Remisi kanker adalah kondisi ketika sel kanker berkurang atau menghilang. Alhasil, sel kanker itu tidak lagi terdeteksi oleh pemeriksaan medis dan gejalanya berkurang atau menghilang.
Aku sedih pas tahu ada kanker. Aku kira aku bakal berhenti, bakal pensiun.
Selepas tampil di PON Aceh-Sumut 2024, Joseph mengalami cedera di tulang kering. Dia pun berencana melakukan operasi untuk mengatasi cedera yang mulai membentuk benjolan itu. Namun, ketika pemeriksaan, justru diketahui ada sel kanker di tubuhnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/17/f81943f59326db341d9013b55f943be2-PHOTO_2025_10_13_22_39_55.jpg)
Selama 1,5 bulan, Joseph terbaring di rumah sakit. Setelah itu, peraih medali perak nomor senam lantai pada ASEAN School Games 2018 itu rutin melakukan kontrol dalam enam bulan terakhir. Pola hidupnya pun dijaga ketat, terutama asupan makanan.
”Sebelum tahu ada kanker itu, sebenarnya aku sudah merasa enak banget nih rangkaian gerakanku di senam. Makanya, aku sedih pas tahu ada kanker. Aku kira aku bakal berhenti, bakal pensiun,” kata Joseph.
Apalagi, lantaran kanker, Joseph didepak dari pemusatan latihan nasional. Peraih medali perunggu alat senam lantai di SEA Games Kamboja 2023 ini pun vakum latihan intensif.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/15/d58d54c199d618d40bdf6a4098b3a761-FAK_7919.jpg)
Namun, sebulan menjelang Kejuaraan Dunia, Joseph dipanggil pelatnas untuk ikut tampil dengan empat pesenam putra lain. Joseph menggantikan Fajar Abdul Rohman yang cedera.
”Larasati Rengganis menggantikan Ameera Rahmajanni Hariadi di tim putri. Sementara Joseph Judah Hatoguan bergabung dengan empat pesenam putra pelatnas,” ujar Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Federasi Gimnastik Indonesia Hesti Diwayanti terkait perubahan susunan akhir wakil Indonesia.
Ketika pemanggilan itu, pelatih Joseph, Jonathan Mangiring Sianturi, sempat bertanya lebih dahulu kepada anak asuhannya itu apakah mau bergabung atau tidak. Apalagi, Joseph sempat kecewa karena didepak dari pelatnas dengan alasan kondisi kesehatannya.
Jonathan mengatakan, setelah tidak di pelatnas, mereka tidak berlatih intensif karena tidak berpikir akan ikut Kejuaraan Dunia. Dokter sebenarnya memperbolehkan Joseph tetap berlatih asalkan dalam pemantauan. Namun, lantaran tidak di pelatnas, Joseph hanya berlatih ringan bersama pelatda DKI Jakarta.
Belum lagi, Joseph tahu bahwa jika memutuskan untuk bergabung, waktu persiapan akan singkat. Pengalaman ketika mempersiapkan diri untuk SEA Games Kamboja 2023 pun bakal berulang. Padahal, pesenam butuh paling tidak tiga bulan untuk mempersiapkan diri jelang perlombaan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/08/04/453e986f-21f4-4f57-9eed-4da519b0a3b4_jpg.jpg)
Namun, Joseph akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan pesenam putra Indonesia lainnya dan tampil di Kejuaraan Dunia. Dia ingin ikut ambil bagian bersama para pesenam kelas dunia lain, termasuk peraih dua medali emas Olimpiade Paris 2024, Carlos Yulo (Filipina).
Meskipun dengan keputusan itu, Joseph merasa sedih. Joseph tidak bisa benar-benar menampilkan aksi terbaik lantaran persiapan minim. Dia baru berlatih tiga minggu terakhir, sedangkan empat pesenam lain sudah persiapan selama 11 bulan.
Adapun dengan kondisi tersebut, Jonathan pun tak menuntut banyak pada atletnya yang akan turun di alat senam lantai. Mantan pesenam nasional ini hanya berpesan agar Joseph bisa menunjukkan kemampuan, tetapi tetap menjaga aspek keselamatan.
Sementara itu, di tengah kesedihannya, Joseph mencoba mencari hikmah dari penunjukannya. ”Mungkin Tuhan punya rencana buat aku setelah dapat kesulitan karena kanker,” kata Joseph.
Penulis:
Rebiyyah Salasah, Kelvin HianusaEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar