Bayern Muenchen lolos ke perempat final Piala Dunia Antarklub seusai menaklukkan Flamengo. Kekalahan telak Flamengo mengingatkan kembali akan tragedi maracanazo.
30 Jun 2025 07:01 WIB · Olahraga
FLORIDA, SENIN — Jika bisa memilih, warga Brasil tidak ingin kembali merasakan ”tamparan Maracana” atau maracanazo. Istilah itu mengacu pada tragedi kekalahan timnas Brasil dari Uruguay pada Piala Dunia 1950. Namun, maracanazo berkali-kali bangkit. Setelah kekalahan telak dari Jerman di Piala Dunia 2014, sepak bola Brasil kembali berduka dengan tersingkirnya Flamengo seusai kalah dari raksasa Jerman, Bayern Muenchen, di babak 16 besar Piala Dunia Antarklub, Senin (30/6/2025) dini hari WIB.
Dari empat tim Brasil yang lolos ke fase gugur, Flamengo bisa dibilang merupakan yang terkuat. Tim arahan Pelatih Filipe Luis tersebut memuncaki klasemen Serie A Brasil dan tampil mengesankan selama penyisihan grup. Gaya bermain mereka yang atraktif sekaligus progresif berbuah posisi puncak Grup D. Kekalahan telak 2-4 dari Muenchen menampar wajah sepak bola Brasil yang punya harapan besar pada Flamengo untuk melaju lebih jauh di Piala Dunia Antarklub.
Skor cukup mencolok tersebut membawa ingatan fans sepak bola Brasil terhadap kekalahan telak dari Jerman pada Piala Dunia 2014. Brasil yang tampil di kandang sendiri dan digadang-gadang menjadi juara justru kalah 1-7.
Saking menyakitkannya, kekalahan telak dari Jerman itu sampai disejajarkan dengan tragadi maracanazo pada Piala Dunia 1950. Tragedi maracanazo tidak pernah benar-benar lenyap, tetapi hanya bersalin rupa. Kali ini tragedi itu kembali muncul di Piala Dunia Antarklub.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/30/3d059047769013e127a5460e14e23318-IMG_2885.jpeg)
Flamengo yang mewakili Brasil harus takluk secara tragis dari Muenchen yang tidak lain merupakan bagian dari sepak bola Jerman. Kiper Muenchen, Manuel Neuer, dan gelandang Thomas Mueler yang masih aktif bermain hingga saat ini jadi saksi hidup tragedi itu pada 2014.
Menghadapi Muenchen yang punya materi pemain lebih baik, Flamengo berani tampil terbuka dan menekan sejak awal. Pendekatan ini terlalu naif untuk diperagakan Flamengo, apalagi setelah kebobolan secara prematur akibat gol bunuh diri Erick Pulgar pada menit ke-6. Pulgar salah mengantisipasi tendangan sudut Joshua Kimmich sehingga bola justru berbelok ke gawang Flamengo.
Gol cepat itu meruntuhkan kepercayaan diri para pemain Flamengo. Tiga menit berselang, penyerang Harry Kane menggandakan keunggulan Muenchen lewat sepakan jarak jauh. Gol Kane berawal dari pressing tinggi Muenchen sehingga gelandang Flamengo, Giorgian De Arrascaeta, gagal mempertahankan bola dan direbut Jonathan Tah.
Luis mengakui para pemainnya terlalu banyak melakukan kesalahan sehingga laga berjalan sangat sulit bagi Flamengo sejak awal. Dia menggarisbawahi ketimpangan kualitas timnya dengan Muenchen.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/30/deeccfead1ba73cf264d2a1511e79aba-IMG_2884.jpeg)
”Semua itu (kesalahan kami sendiri) karena lawan yang menyebabkannya. Terkadang kami bisa melepaskan diri dari tekanan mereka, kadang juga tidak. Di lain kesempatan saat kami melepaskan bola-bola panjang, mereka punya kualitas untuk memenangi duel (perebutan bola). Itu semua tentang lawan yang memaksa Anda berbuat kesalahan dan bukan soal bagaimana cara kami bermain,” kata Luis seusai laga yang berlangsung di Stadion Hard Rock, Miami, Florida, Amerika Serikat.
Gerson sempat menghidupkan harapan Flamengo saat mencetak gol lewat tendangan keras dari dalam kotak penalti. Namun, kualitas pemain Muenchen membuat mereka kembali memperlebar keunggulan saat Leon Goretzka melepaskan sepakan jarak jauh yang membuat kiper Flamengo, Agustin Rossi, salah langkah.
Di babak kedua, Flamengo mampu memperkecil ketertinggalan menjadi 3-2 lewat eksekusi penalti mantan gelandang Arsenal, Jorginho. Wasit memberikan hadiah penalti setelah Michael Olise didakwa menyentuh bola dengan tangannya saat mengantisipasi umpan silang.
Keberhasilan menipiskan jarak membuat suporter dan pemain Flamengo bersemangat. Stadion Hard Rock bergemuruh akibat sorakan dan teriakan puluhan ribu suporter Flamengo. Pertandingan terasa bagai laga kandang bagi Flamengo.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/30/70ffd8f8b872e47ae939934e8a7ec8ea-IMG_2883.jpeg)
Akan tetapi, lini pertahanan Flamengo kehilangan fokus jelang laga usai. Pengawalan terhadap Kane mengendur sehingga ia dengan mudah menerima bola di ruang antarlini. Tanpa melihat gawang, Kane sukses mencetak gol keempat Muenchen yang sekaligus menyudahi perlawanan Flamengo.
”Saya pikir kami bermain lebih baik di sepanjang laga. Tapi, setiap kali kami berhasil memimpin, mereka bangkit dan mempersulit kami. Gol keempat penting untuk meredakan ketegangan dan sejak saat itu kami berhasil mengatasinya dengan baik,” ujar Kane, yang dinobatkan sebagai pemain terbaik di laga ini.
Munchen dengan pengalaman bermain di kompetisi Eropa yang tingkat persaingannya lebih ketat berhasil lolos ke perempat final. Meski mencatatkan nilai harapan gol (expected goal/xG) sebesar 0,91, Muenchen nyatanya mampu melesakkan hingga empat gol. Hal itu menandakan Muenchen yang mampu tampil sangat efektif.
Di perempat final, Muenchen akan ditantang juara Liga Champions Eropa, Paris Saint-Germain, yang di laga lainnya mengalahkan Inter Miami 4-0.
(Reuters)
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto