Botafogo meneguhkan dominasi wakil Amerika Selatan di Piala Dunia Antarklub. Kekuatan fisik membantu Botafogo mencetak kemenangan penting atas Paris Saint-Germain.
20 Jun 2025 15:03 WIB · Olahraga
CALIFORNIA, JUMAT — Catatan enam kemenangan beruntun Paris Saint-Germain terhenti seusai kalah 0-1 dari Botafogo dalam laga penyisihan grup Piala Dunia Antarklub di Stadion Rose Bowl, California, Amerika Serikat, Jumat (20/6/2025) pagi WIB. Kekalahan sakral PSG tersebut semakin meneguhkan superioritas wakil Amerika Selatan di Piala Dunia Antarklub.
Laga PSG kontra Botafogo cukup menyedot perhatian publik Amerika di tengah minimnya antuasisme menyaksikan Piala Dunia Antarklub. Status Botafogo sebagai tim terbaik di Amerika Selatan seusai menjuarai Copa Libertadores dan PSG yang baru saja menjuarai Liga Champions Eropa menarik minat khalayak. Tim-tim dari dua benua itu sejak lama berebut membuktikan siapa yang terbaik di ajang dunia.
Kali ini, laga berakhir tragis bagi PSG yang menodai catatan tidak terkalahkan sejak 3 Mei 2025. Dalam enam laga terakhir, PSG selalu bisa memetik kemenangan. Tim arahan Pelatih Luis Enrique itu bahkan mampu menang dengan total mencetak 12 gol, termasuk kemenangan telak 5-0 atas Inter Milan dan 4-0 atas Atletico Madrid, tanpa sekalipun kebobolan dalam tiga laga terakhir. Penampilan impresif PSG yang ditantang juara Amerika Selatan menarik minat penonton. Akan tetapi, statistik itu rupanya berakhir sebatas macan kertas di hadapan Botafogo.
Walau tampil tanpa penyerang andalannya, Ousmane Dembele, PSG tetap memperagakan permainan yang penuh energi serta menekan tinggi. Pendekatan seperti itu memaksa Botafogo lebih banyak bertahan di area sendiri. Statistik laga pun menunjukkan PSG jauh lebih dominan dengan 75 persen penguasaan bola.
Botafogo memiliki kelebihan yang tidak dimiliki tim Eropa lain, yaitu kekuatan fisik. Kelebihan fisik itu seperti sudah menjadi ciri khas pemain-pemain Amerika Selatan yang terbiasa terlibat dalam pertandingan dengan intensitas benturan fisik sedemikian tinggi. Luapan energi dari PSG tidak mampu merobohkan tembok pertahanan Botafogo yang digalang oleh Jair Cunha dan Alexander Barboza.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/20/c8628e62-45a6-424a-a8ba-3d4b8d45bee2_jpg.jpg)
Pertahanan berlapis Botafogo membuat para pemain PSG hanya berputar-putar saat menguasai bola tanpa bisa banyak mengancam gawang. Sepanjang pertandingan, PSG melepaskan 16 kali percobaan tembakan, tetapi hanya dua yang mengarah tepat sasaran. Jumlah itu lebih sedikit dibandingkan Botafogo yang tampil efektif, hanya empat kali menembak dan semuanya tepat sasaran.
”Saya mengucapkan selamat kepada Botafogo. Mereka adalah tim yang paling baik bertahan sepanjang musim dan sangat efisien. Mereka mungkin tim terbaik yang pernah kami hadapi musim ini. Mereka bertahan dengan baik, Mereka pantas mendapatkannya,” kata Enrique selepas pertandingan.
Gol semata wayang kemenangan Botafogo dicetak penyerang Igor Jesus pada menit ke-36. Gol tersebut berawal dari kelengahan para pemain PSG dalam bertransisi. Saat bola direbut di area tengah, Jesus berlari dengan dikawal dua bek PSG.
Hanya ada celah kecil di antara mereka, tetapi Jesus mampu lolos berkat kemampuan menggiring bola dan kecepatan luar biasa. Tembakan mendatar Jesus mengenai bek PSG tanpa bisa dihentikan kiper Gianluigi Donnarumma yang telanjur mati langkah.
Setelah tertinggal, PSG berupaya keras menyamakan kedudukan. Enrique memasukkan Nuno Mendez, Fabian Ruiz, dan Bradley Barcola pada babak kedua. Masuknya mereka membuat PSG tampil dengan komposisi pemain yang sama seperti saat menjuarai Liga Champions, tetapi tanpa Dembele yang tengah didera cedera.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/20/bc88a705-b657-4b72-a791-6c29ed4a5505_jpg.jpg)
Segala macam cara dilakukan PSG, termasuk membuat Khvicha Kvaratskhelia lebih aktif bergerak ke area tengah, alih-alih hanya menyisir sisi kiri. Gelandang Vitinha juga lebih rajin dalam menjemput bola saat membangun serangan sehingga memberi ruang bagi Achraf Hakimi untuk naik membantu serangan.
Hanya, segala upaya itu berakhir tanpa hasil. Hingga laga usai, ketangguhan fisik Botafogo membantu mereka menjaga keunggulan. Di saat tim-tim Eropa lain kerepotan bertahan dari permainan energik PSG, Botafogo mampu mematahkannya berbekal ketangguhan fisik serta fokus.
”Banyak orang bertanya-tanya, tetapi kami menunjukkan betapa kuatnya Botafogo. Itu adalah pertandingan yang sulit dan kami harus bertahan dengan baik. Kami melakukan tugas kami dan mencetak gol,” kata Jesus.
Kemenangan Botafogo meneguhkan dominasi para wakil Amerika Selatan di Piala Dunia Antarklub sekaligus sisi rentan para wakil Eropa. Sejauh ini belum ada tim asal Amerika Selatan yang tersentuh kekalahan. Di sisi lain, dua wakil Eropa menelan kekalahan dalam satu hari. Selain PSG, FC Porto juga takluk kepada Inter Miami yang diperkuat Lionel Messi.
Botafogo pun semakin dekat menuju fase gugur. Dengan koleksi enam poin dari dua laga, Botafogo hanya perlu hasil imbang saat bertemu Atletico Madrid pada laga terakhir penyisihan grup. Adapun PSG wajib menang saat menghadapi Seattle Sounders. (AP)
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti