Kekalahan yang Melecut Atletico Madrid

Real Madrid memanfaatkan gim pertama di kandang dengan positif. Namun, Atletico Madrid telah menemukan antitesis dari gaya menyerang sang juara bertahan.

05 Mar 2025 06:42 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

MADRID, RABU — Duel pertama derbi Madrid pada babak 16 besar Liga Champions 2024-2025, Rabu (5/3/2025) WIB, di Stadion Bernabeu dimenangi Real Madrid 2-1. Meski kalah, Atletico Madrid membawa pulang kepercayaan diri tinggi demi revans di gim kedua.

Tiga aksi individu brilian dari tiga pemain berbeda menjadi pembeda derbi Madrid pertama di Liga Champions sejak 2017. Rodrygo Goes (4’), Julian Alvarez (32’), dan Brahim Diaz (55’) mencatatkan nama di papan skor dari situasi yang probabilitas golnya amat minim.

Rodrygo membawa ”Los Blancos” unggul di awal laga melalui sepakan dari dalam kotak penalti yang hanya catatkan 0,16 expected goals (xG). Di tengah kawalan pemain belakang Atletico, sejatinya peluang Rodrygo menghasilkan gol setara hanya 16 persen. Tetapi, ia tetap mampu menaklukkan kiper tim tamu, Jan Oblak.

Di babak kedua, giliran Diaz yang menyajikan momen sensasional. Ia mencetak gol di tengah kawalan tiga pemain Atletico dan ruang tembak yang amat minim. Diaz mampu mencetak gol di tengah probabilitas peluang itu menghasilkan gol hanya 10 persen.

Namun, aksi yang lebih memukau patut disematkan kepada gol Alvarez. Pemain asal Argentina itu sempat membuat publik Bernabeu terdiam karena mencetak gol dari posisi yang tidak disangka-sangka dari ujung kanan sisi luar kotak penalti Real.

Penyerang Real Madrid, Brahim Diaz (kanan), mencetak gol penentu kemenangan timnya saat melawan  Atletico Madrid pada laga 16 besar Liga Champions di Santiago Bernabeu, Madrid, Rabu (5/3/2025) dini hari WIB. Real menang 2-1.

Kemungkinan Alvarez menaklukkan kiper Real, Thibaut Courtois, melalui sepakan itu hanya 3 persen atau 0,03 xG. Itu adalah satu-satunya peluang bersih yang mampu diciptakan Atletico selama 90 menit pertama duel perdelapan final Liga Champions itu. Alvarez pun selalu mencetak gol pada dua derbi Madrid di Bernabeu.

Gol bernuansa keajaiban dari Alvarez itu mampu menumbuhkan kepercayaan diri Atletico untuk gantian menyambut Real di kandang, pekan depan. Laga penentu di Stadion Civitas Metropolitano bakal menjadi momen pembuktian lainnya bagi skuad Atletico untuk mengakhiri kutukan dari Real di Liga Champions.

Atletico tidak pernah kalah pada tiga gim kandang terakhir menghadapi Real. Satu gim berakhir imbang, lalu dua duel lainnya berakhir dengan kemenangan margin dua gol. Catatan keunggulan dua gol itu kembali dibutuhkan ”Los Rojiblancos” untuk menyingkirkan Real, sang juara bertahan Liga Champions musim ini.

Keyakinan itu pun terpancar dari air muka pemain-pemain Atletico setelah wasit asal Perancis, Clement Turin, meniupkan peluit akhir. Anak asuhan Diego Simeone itu puas dengan penampilan mereka, lalu memetik pelajaran berharga dari kecolongan dua gol Real yang memanfaatkan kesalahan super kecil mereka.

”Mereka mencetak gol di momen yang tepat ketika kami mengontrol permainan. Kami tahu laga kedua tidak akan mudah, tetapi kami hanya tertinggal satu gol dan memiliki 90 menit tersisa di hadapan suporter kami di kandang,” ujar Alvarez kepada Movistar.

Spain Soccer Champions League

Bek tengah Atletico, Clement Lenglet, menyatakan, Atletico mampu meredam mayoritas situasi serangan Real. Terlepas dua gol dari duo pemain sayap Los Blancos, Atletico mampu meredam dua penyerang tengah Real, yakni Kylian Mbappe dan Vinicius Junior. Bahkan, Real gagal sekali pun menghasilkan situasi fast-break alias serangan balik yang berbahaya.

”Kami menemukan solusi untuk meredam kekuatan Real Madrid. Ini hasil yang mengecewakan, tetapi masih ada laga kedua untuk kami menyajikan sesuatu berbeda,” kata Lenglet dilansir laman UEFA.

Tembakan kotak penalti

Atletico sejatinya mampu menghasilkan persentase tembakan dari dalam kotak penalti lebih baik dari Real. Lima dari total enam tembakan Los Rojiblancos dieksekusi dari zona 16 meter akhir Real.

Hal itu setara 83 persen tembakan tim tamu hadir dari dalam kotak penalti. Satu-satunya tembakan luar kotak Atletico dihasilkan gelandang Paulo Barrios pada menit ke-27.

Adapun Real hanya menghasilkan 57 persen tembakan dari dalam kotak penalti. Rapatnya pertahanan Atletico membuat enam dari 13 tembakan Los Blancos tercipta dari luar kotak penalti.

Penyerang Atletico Madrid, Julian Alvarez (kiri), melakukan tendangan saat melawan Real Madrid pada laga 16 besar Liga Champions di Santiago Bernabeu, Madrid, Rabu (5/3/2025) dini hari WIB.

Selain itu, keunggulan Real yang amat efektif melancarkan serangan balik tidak terlihat. Mbappe dan kawan-kawan hanya mampu menghasilkan satu tembakan dari situasi serangan balik khas mereka. Itu tercipta pada menit 90+1 melalui tembakan Vinicius yang mampu diantisipasi Oblak.

Simeone menilai Atletico seharusnya bisa lebih baik mengantisipasi dua peluang Real yang berbuah gol. Ia pun menganggap Los Rojiblancos seharusnya bisa lebih baik memanfaatkan peluang ketika tampil lebih mendominasi sebelum turun minum.

”Kami mengakhiri gim dengan perasaan yang positif. Kami harus melanjutkan permainan dengan ritme baik ini di laga kedua yang juga akan berjalan tangguh dan sulit. Bedanya, kami akan mendapat sokongan suporter yang selalu mampu mendorong kami,” ucap Simeone dilansir Marca.

Pelatih Real Carlo Ancelotti tidak gusar akibat Los Blancos hanya mampu bermodal keunggulan satu gol untuk melakoni gim kedua di markas Atletico. Menurut dia, skuad Real telah bermain dengan baik serta secara individu pemain-pemain tampil luar biasa, utamanya perbedaan yang diciptakan Rodrygo dan Diaz.

Spain Soccer Champions League

”Selalu sulit untuk membongkar pertahanan Atletico yang merupakan salah satu tim terbaik di Eropa. Kami mampu meraih sedikit keunggulan menuju gim kedua. Itu sesuai dengan tujuan kami dari laga pertama ini,” ujar Ancelotti seperti dikutip laman UEFA.

Selain superior skor agregat sementara, Real akan bertandang ke kandang Atletico dengan kondisi skuad lebih baik. Pasalnya, Jude Bellingham sudah bisa bermain setelah menjalani hukuman akumulasi kartu kuning di gim pertama.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto