Kelegaan Amorim, Permulaan Manchester United

Walaupun masih banyak catatan, MU bisa menjadikan kemenangan atas Burnley sebagai momentum awal perjalanan di musim ini. Amorim tidak lagi ”dimusuhi” penalti.

31 Agt 2025 02:24 WIB · Olahraga

Oleh Kelvin Hianusa

MANCHESTER, SABTU — Manchester United meraih kemenangan pertama di musim ini dengan cara yang jauh dari kata ”indah”. Namun, tidak ada yang peduli dengan itu. Pelatih Ruben Amorim mendapatkan hasil yang paling dibutuhkan saat ini untuk keluar dari tekanan. Amorim lega, begitu juga dengan skuad ”Setan Merah”.

MU susah payah mengalahkan tim promosi Burnley 3-2 di Stadion Old Trafford, Manchester, Sabtu (30/8/2025) malam WIB. Skor masih imbang saat waktu injury time tersisa kurang dari dua menit, sampai akhirnya tim tuan rumah diberikan hadiah penalti. Kapten tim, Bruno Fernandes, mengeksekusi penalti dengan sempurna.

Amorim sempat tidak berani melihat eksekusi Fernandes. Sang pelatih agak trauma dengan penalti. Pekan lalu, tembakan penalti Fernandes melambung tinggi di atas mistar gawang dalam laga versus Fulham. MU juga baru saja kalah adu penalti dari tim divisi empat Grimsby Town di babak kedua Piala Liga Inggris, Kamis lalu.

Namun, penalti berubah menjadi penyelamat MU kali ini. Seusai peluit panjang, Amorim tersenyum lebar. Dia melepas beban berat seusai nirmenang di tiga laga awal musim ini. ”Itu sangat penting untuk kami. Akan sangat berat melewati dua pekan ke depan (jeda internasional) dengan tanpa satu kemenangan pun,” ujar Amorim.

Banyak hal positif yang bisa dipetik MU. Mereka akhirnya bisa mencetak gol lewat pemain sendiri. Sebelum laga ini, satu-satunya gol yang dicetak MU berasal dari bunuh diri pemain Fulham. Gol pembuka mereka pada laga tadi juga berasal dari bunuh diri pemain tim tamu, Josh Cullen. Paceklik itu berakhir saat MU berbalik unggul 2-1.

Gol kedua MU dicetak oleh penyerang sayap Bryan Mbeumo lewat asis bek Diogo Dalot. Setelah menjadi biang kekalahan MU dari Grimsby, akibat gagal penalti, sang pemain baru menebus dosa dengan bermain apik sepanjang laga. Mbeumo selalu  mengancam pertahanan Burnley lewat transisi serangan balik cepat dari sisi kanan.

Manchester United's head coach Ruben Amorim reacts in the sideline during the English Premier League soccer match between Manchester United and Burnley at Old Trafford stadium in Manchester, England, Saturday, Aug. 30, 2025. (Martin Rickett/PA via AP)

Tidak seperti sebelumnya, Amorim juga banyak membuat keputusan tepat. Dia memasang bek sayap Amad Diallo sepanjang 90 menit. Sebelumnya, Diallo dicadangkan di laga pertama versus Arsenal dan diganti di paruh kedua versus Fulham. Sang pemain menjadi pahlawan dengan sukses memancing penalti di pengujung laga.

Terlepas dari itu, keputusan terbaik Amorim adalah memasukkan bek sayap Noussair Mazraoui untuk menggantikan bek tengah Leny Yoro pada menit ke-85. Mazraoui diberikan kepercayaan untuk fokus membantu serangan di sisi sayap. Alhasil, Diallo dan Mbeumo yang juga beroperasi di sisi kanan menjadi sangat terbantu.

Adapun Amorim masih kekeh menggunakan formasi tiga bek, 3-4-2-1. Dia tidak peduli dengan begitu banyak kritik terhadap sistem andalannya tersebut. Hanya saja, sang pelatih lebih fleksibel dalam penempatan posisi pemain. Seperti saat Mazraoui masuk, mereka menyerang seperti tim yang menggunakan formasi empat bek.

Mbeumo berkata, hasil itu otomatis mengangkat moral tim. ”Sungguh berat. Semua orang berharap banyak kepada kami. Kemenangan itu sangat bagus uintuk mentalitas kami dan bisa sedikit bernapas menuju jeda internasional. (Kemenangan) bukan hanya untuk pelatih, tetapi juga seluruh tim. Kami ingin menang sebanyak mungkin,” ujarnya.

Segudang catatan

MU membawa pulang segudang catatan untuk diperbaiki dalam dua pekan ini. Ketenangan di depan gawang menjadi salah satu problem yang paling utama. Skuad Setan Merah sebenarnya bisa menang dengan mudah atas Burnley, tidak perlu susah payah hingga menit akhir, tetapi terhalang karena tidak mampu membuat gol kedua.

Fernandes dan rekan-rekan mendapat beberapa peluang untuk menggandakan keunggulan. Jelang turun minum, misalnya, Amad yang berdiri bebas di kotak penalti tidak mampu membuat keunggulan jadi 2-0. Adapun MU menghasilkan total 26 tembakan, tetapi hanya mampu menghasilkan satu gol dari permainan terbuka.

Manchester United's Bryan Mbeumo, right, celebrates with Manchester United's Bruno Fernandes after scoring his side's second goal during the English Premier League soccer match between Manchester United and Burnley at Old Trafford stadium in Manchester, England, Saturday, Aug. 30, 2025. (AP Photo/Ian Hodgson)

”Saya frustasi, sama seperti para penggemar. Kami punya peluang untuk mencetak lebih banyak gol, tetapi tidak bisa. Beruntung, sepak bola berlaku adil hari ini. Kami adalah tim yang lebih baik dan pantas menang. Terlepas dari itu, Anda bisa melihat usaha keras dari para pemain untuk menang,” ujar Amorim.

Persoalan mentalitas skuad MU patut dicermati. Seperti melawan Fulham, mereka mengendurkan tekanan ketika unggul. Padahal, MU tidak perlu melakukan itu. Kualitas skuad mereka unggul jauh atas Burnley. Hal itu mengangkat keyakinan tim tamu yang menyamakan kedudukan dua kali, lewat Lyle Foster dan Jaidon Anthony.

Kekhawatiran terhadap kondisi skuad MU meningkat karena penyerang Matheus Cunha dan gelandang Mason Mount mengalami cedera. Cunha digantikan Joshua Zirkzee di pertengahan paruh pertama, sementara Mount digantikan Kobbie Mainoo tepat setelah turun minum. Belum ada kabar lanjutan tentang cedera kedua pemain itu.

Di sisi lain, Pelatih Burnley Scott Parker kurang terima dengan keputusan penalti. ”Keputusan di lapangan, wasit tidak memberikan pelanggaran. Lalu, semua diulang karena VAR (asisten wasit video) melihat ada kesalahan. Itu bukan keputusan wasit, tetapi orang yang berada sangat jauh dari kotak penalti. Itulah kenyataannya,” katanya. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto