Walaupun berstatus kompetisi profesional pertama menggunakan VAR, Serie A Italia masih dibayangi kekeliruan penggunaan teknologi wasit itu.
24 Sep 2025 12:27 WIB · Olahraga
ROMA, RABU — Asosiasi Wasit Italia atau AIA mengakui dua wasit mereka melakukan kekeliruan pada dua pertandingan pekan keempat Serie A Italia, akhir pekan lalu. Kedua wasit utama itu memimpin laga Verona kontra Juventus dan Napoli versus Pisa.
Kepala AIA Gianluca Rocchi mengungkapkan telah menilai ulang sejumlah keputusan kontroversial yang melibatkan anggota mereka selama Sabtu (20/9/2025) hingga Senin (23/9/2025). Rocchi mengakui, protes yang dilakukan dua juru taktik terhadap keputusan pengadil pertandingan, yakni Pelatih Juventus Igor Tudor dan Pelatih Pisa Alberto Gilardino, tepat dilakukan.
Tudor kecewa terhadap kepemimpinan wasit Antonio Rapuano yang mengambil dua keputusan kontroversial. Pertama, Rapuano memberi Juve hukuman penalti akibat handball bek sayap kanan, Joao Mario.
Pada tayangan ulang, Mario tidak memandang bola sehingga sentuhan bola ke tangannya terjadi akibat ketidaksengajaan. Meski telah menyaksikan tayangan ulang asisten wasit video (VAR), Rapuano tetap memberikan penalti untuk Verona. Penyerang Verona, Gift Orban, mencetak gol dari titik putih untuk membantu timnya menyamakan skor 1-1.
Kedua, Tudor memprotes keputusan Rapuano yang hanya memberi Orban kartu kuning dalam insiden sikutan ke wajah bek tengah Juve, Federico Gatti. Lagi, Rapuano menyaksikan tayangan ulang VAR. Ia tetap menganggap Orban tidak melakukan pelanggaran serius yang layak diganjar kartu merah.
”Keputusan (penalti) itu keliru, seharusnya tidak ada penalti,” kata Rocchi kepada La Gazzetta dello Sport.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/24/6f8b2a9c92439552cd2ed241b0e559cf-wires_photo_5_.jpg)
”Benar jika wasit memberikan kartu merah. Pemain (Orban) melihat ke lawan terlebih dahulu sebelum insiden (sikutan) terjadi,” tambah Rocchi.
Sementara itu, kemenangan dramatis Napoli 3-2 atas Pisa tidak lepas dari keputusan salah. Wasit Valerio Crezzini menganulir keputusan penalti untuk memberikan penalti kepada Pisa pada menit kesepuluh.
Crezzini awalnya menunjuk titik putih akibat pemain sayap Pisa, Mehdi Leris, dijatuhkan gelandang Napoli, Kevin De Bruyne. Namun, melalui komunikasi dengan VAR, Crezzini menganulir penalti untuk Pisa karena Leris melakukan handball ketika kehilangan keseimbangan.
”Saya tidak ingin mengomentari keputusan (wasit) secara individu. Saya fokus memastikan skuad menjaga level intensitas mereka,” ucap Gilardino tentang keputusan itu seperti dikutip Corriere dello Sport.
Rocchi menyebut seharusnya fokus wasit dan VAR tidak pada handball itu, tetapi injakan yang dilakukan De Bruyne menyebabkan Leris terjatuh.
”Handball seperti tidak seharusnya menjadi pelanggaran dalam posisi menyerang dan bertahan. VAR dan AVAR (asisten VAR) keliru menentukan analisis tayangan ulang. Sepatutnya yang diulas adalah injakan kepada kaki pemain Pisa,” tutur Rocchi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/24/e1fe2f929eeb29aaa35d2d66dc6cc651-wires_photo_4_.jpg)
Rocchi menyebut kekeliruan para pengadil di dua pertandingan yang melibatkan dua tim teratas klasemen itu disebabkan VAR dan AVAR terlalu terburu-buru mengulas tayangan ulang insiden di lapangan. Menurut dia, VAR dan AVAR sepatutnya lebih teliti untuk memberikan rekomendasi kepada wasit utama. Begitu pun, wasit utama juga bisa lebih jeli mengulas insiden dan berkomunikasi lebih baik dengan VAR dan AVAR.
”Kami selalu sangat tegas untuk menentukan perangkat pertandingan. Mereka yang bertugas (di dua laga) adalah salah satu ofisial VAR terbaik,” kata Rocchi.
Rocchi menambahkan, hukuman kepada para pengadil di dua laga itu telah diumumkan. ”Hukuman itu menyangkut sanksi disiplin, bukan berkaitan dengan sanksi teknis,” katanya.
Laporan La Gazzetta dello Sport menyebut Rapuano menerima hukuman terberat. Ia didemosi dari wasit Serie A menjadi wasit Serie B di laga-laga selanjutnya.
Adapun para VAR dan AVAR hanya akan diistirahatkan pada laga pekan kelima, akhir pekan mendatang. Mereka dipastikan akan kembali bertugas paling lambat setelah jeda laga internasional, Oktober mendatang.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto