Kembali Kunjungi Aceh, Presiden Tegaskan Bencana Sumatera Prioritas Nasional

Untuk kedua kalinya, Presiden Prabowo Subianto meninjau penanganan bencana di Sumatera. Percepatan perbaikan jalur darat dan pengiriman bantuan masih jadi fokus.

07 Des 2025 10:59 WIB · Politik & Hukum

BIRO PERS SEKRETARIAT PRESIDEN

Oleh Kurnia Yunita Rahayu

JAKARTA, KOMPAS — Presiden Prabowo Subianto kembali meninjau penangangan bencana banjir dan longsor di Sumatera yang telah berjalan selama dua pekan. Kendati tidak ditetapkan sebagai bencana nasional, Presiden menegaskan bahwa bencana di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat merupakan prioritas nasional. Karena itu, Presiden turun langsung untuk memastikan bahwa penanganan dan pemulihan daerah terdampak, terutama akses jalan darat dan penyaluran bantuan, berjalan cepat.

Presiden Prabowo bertolak dari Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (7/12/2025) pukul 07.55. Didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo, Presiden terbang menuju Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Kabupaten Aceh Besar, Aceh.

Menurut rencana, Presiden akan memantau sejumlah lokasi yang mengalami kerusakan dan dampak signifikan akibat banjir di Aceh. Di sana, Presiden juga bakal meminta laporan terkini dari pemerintah daerah dan instansi terkait serta memantau distribusi bantuan, proses evakuasi warga, dan pembukaan akses jalan.

Presiden Prabowo menyapa penyintas bencana banjir dan longsor di Aceh Tenggara, Aceh, Senin (1/12/2025).

Sejak pekan lalu, pemerintah menegaskan bahwa meski status darurat bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tidak ditingkatkan dari bencana daerah menjadi bencana nasional, penanganan bencana di tiga provinsi itu tetap menjadi prioritas nasional. Oleh karena itu, Presiden memutuskan untuk kedua kalinya meninjau langsung ke lokasi bencana guna memastikan penanganan darurat dan pemulihan daerah terdampak dilaksanakan secara cepat.

Sebelumnya, Senin (1/12/2025), Presiden juga mengunjungi para korban bencana di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara; Aceh Tenggara, Aceh, serta Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, dalam satu hari.

Rencana kunjungan kali ini juga sudah dibahas dalam rapat terbatas antara Presiden dan beberapa menteri dan direksi badan usaha milik negara (BUMN) di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (6/12/2025). Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi melalui keterangan tertulis seusai rapat menjelaskan, Presiden terus memantau perkembangan situasi di ketiga provinsi sembari memastikan kesiapan untuk kembali meninjau penanganan bencana.

Selain itu, kata Prasetyo, Presiden meminta laporan terkini dan rinci dari sejumlah kementerian/lembaga terkait mengenai penanganan bencana, terutama daerah-daerah yang masih terisolasi. Mengacu hasil laporan tersebut, Presiden menginstruksikan agar penanganan bencana diprioritaskan pada pemulihan akses jalur darat. Percepatan pengiriman logistik juga menjadi fokus, terutama suplai bahan bakar minyak (BBM) yang terhambat akibat putusnya sejumlah ruas jalan dan jembatan utama.

Ia melanjutkan, pemulihan jaringan listrik juga menjadi sorotan. Untuk itu, Presiden meminta Direktur Utama PT PLN yang juga hadir dalam rapat untuk segera memulihkan jaringan listrik dalam waktu singkat. ”Tadi ada Dirut PLN, Presiden meminta untuk dalam dua hari ke depan diharapkan seluruh wilayah di tiga provinsi listrik sudah bisa menyala,” ungkap Prasetyo.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menambahkan, sejauh ini PLN juga terus memperbaiki gardu-gardu dan memberikan pasokan listrik ke daerah terdampak bencana. Secara simultan, Kementerian Pekerjaan Umum juga memperbaiki jalan untuk jalur transportasi darat.

Infrastruktur jembatan yang rusak akibat banjir di Aceh Tenggara, Aceh, Senin (1/12/2025). Presiden Prabowo meninjau lokasi ini, siang ini.

Selain itu, bantuan untuk warga terus dikirimkan. Salah satunya, pemerintah pusat mengirimkan genset listrik berkapasitas 250 KwH ke rumah sakit di Takengon, Aceh Tengah, menggunakan helikopter Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Adapun Takengon merupakan salah satu wilayah yang masih terisolasi karena akses darat yang belum sepenuhnya pulih.

Sebelumnya, saat menghadiri puncak perayaan Hari Ulang Tahun Ke-61 Partai Golkar di Jakarta, Jumat (5/12/2025), Presiden mengatakan, musibah yang terjadi di sejumlah wilayah merupakan penderitaan dan tantangan yang dirasakan bersama. Namun, di tengah berbagai bencana yang melanda, Indonesia tetap menunjukkan keteguhan sebagai negara yang besar dan kuat. Hal itu terlihat dari kemampuan untuk bertahan, bangkit, dan mengatasi setiap ujian yang dihadapi secara bersama-sama.

”Kita buktikan rakyat melihat reaksi pemerintah cepat, reaksi pemerintah mengatasi masalah. Kita sudah buktikan sekarang rakyat melihat ada musibah di bagian dari wilayah tanah air kita. Tapi alat-alat negara segera hadir,” ujar Prabowo.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Sabtu, korban meninggal dalam bencana Sumatera mencapai 914 jiwa atau bertambah 47 jiwa dari data Jumat, yakni 867 jiwa. Rinciannya di Aceh 359 orang, Sumatera Utara 329 orang, dan Sumatera Barat 226 orang.

Adapun korban hilang di tiga provinsi masih 389 jiwa. Angka ini bergerak dinamis. Ada beberapa korban yang sebelumnya dilaporkan hilang, tetapi di beberapa lokasi dinyatakan telah kembali dalam kondisi selamat.

Warga Menanggini, Desa Tanjung Karang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, bergotong royong membawa bantuan bahan pangan untuk dibawa ke kampungnya, Sabtu (6/12/2025). Hingga sekarang, kampung mereka masih terisolir akibatnya lingkungannya tertutup lautan gelondongan kayu yang terbawa arus saat banjir bandang Sungai Tamiang pekan lalu. Untuk mencapai tujuan, mereka harus berjalan di atas kayu sejauh sekitar 300 meter.

Sales Area Manager PT Pertamina Patra Niaga Aceh Misbah Bukhori dalam jumpa pers bersama Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, secara hibrida, Sabtu, mengungkapkan, beberapa daerah, seperti Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Luwes, masih terisolasi. Hal ini membuat suplai bahan bakar minyak belum bisa dilakukan secara maksimal. Penyaluran pun dilakukan via udara.

Sementara itu, suplai untuk wilayah lain telah mengalami peningkatan dari sebelumnya. Daerah yang tadinya terisolasi mulai bisa diakses. Suplai BBM ke arah utara, seperti Pidie Jaya, Langsa, Aceh Timur, dan Aceh Utara, sudah normal 100 persen. Banda Aceh, Aceh wilayah barat dan selatan, juga sudah kembali normal. 


Kerabat Kerja

Penulis:

Kurnia Yunita Rahayu
 | 

Editor:

Anita Yossihara
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji