Kemenangan Bercelah Febriana/Meilysa

Febriana/Meilysa lolos ke perempat final Malaysia Terbuka. Mereka menyingkirkan unggulan kedua, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan.

08 Jan 2026 19:57 WIB · Olahraga

Humas PP PBSI

Oleh Yulia Sapthiani

KUALA LUMPUR, KAMIS — Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari mewujudkan target mengalahkan ganda putri ranking kedua dunia, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan. Mereka menang pada babak kedua Malaysia Terbuka dengan berbagai hal positif dan kekurangan yang harus segera diperbaiki untuk menjalani perempat final.

Kemenangan dalam turnamen BWF World Tour Super 1000 tersebut terjadi di depan publik Malaysia yang hadir di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Kamis (8/1/2026). Menghadapi andalan tuan rumah yang mendapat dukungan lebih banyak penonton, Febriana/Meilysa menang dengan skor 26-24, 21-17.

Hasil tersebut menjadi kemenangan pertama Febriana/Meilysa atas Tan/Muralitharan setelah selalu kalah pada empat pertemuan lain yang terjadi pada 2025. Meskipun baru tampil sebagai pasangan sejak September, Febriana/Meilysa sering berhadapan dengan Tan/Muralihatran, finalis Kejuaraan Dunia di Paris, Perancis, Agustus 2025.

Pertemuan terakhir sebelum berhadapan di Axiata Arena terjadi dalam final SEA Games Thailand, Desember 2025. Tan/Muraliharan menang 21-16, 19-21, 21-17 dan menjadi satu-satunya peraih medali emas bagi bulu tangkis Malaysia.

Pebulu tangkis ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari melawan pebulu tangkis Malaysia Pearly Tan/Thinaah pada laga final ganda putri SEA Games Thailand 2025 di Gymnasium 4 Universitas Thammasat, Rangsit, Thailand, Minggu (14/12/2025). Pasangan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari harus mengakui keunggulan Pearly Tan/Thinaah Muralitharan dengan skor 16-21, 21-19, 17-21. Dengan hasil tersebut, pasangan ganda putri Indonesia meraih perak di SEA Games 2025.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
14-12-2025

Setelah memenangi babak pertama, Rabu, Febriana/Meilysa mengemukakan tekadnya untuk menghentikan kekalahan dari Tan/Muralitharan. Pasangan Indonesia ranking ke-60 dunia itu bersiap menjalani laga ketat yang akan menguras kemampuan, fisik, dan mental. Target itu tercapai melalui pertandingan yang berlangsung 54 menit.

Motivasi yang muncul dari kekalahan di SEA Games membuat Febriana/Meilysa tampil dengan daya juang tinggi di Malaysia Terbuka. Ini membuat mereka bisa menggagalkan lima game point lawan pada gim pertama.

Pertandingan tersebut juga cukup menghibur penonton karena kedua pasangan berusaha mati-matian mengembalikan setiap pukulan meski dalam posisi sulit. Tak jarang, mereka harus menjatuhkan diri guna memperpanjang jangkauan untuk mengembalikan kok yang hampir menyentuh lantai.

Performa dan kemenangan atas Tan/Muralitharan pun bisa menjadi motivasi untuk menjalani perempat final melawan unggulan keenam, Lee So-hee/Baek Ha-na (Korea Selatan). Namun, itu tak bisa menjadi satu-satunya modal untuk mengalahkan juara turnamen Final BWF World Tour 2025 tersebut.

Lee adalah atlet berpengalaman di ganda putri. Pebulu tangkis berusia 31 tahun itu menjadi semifinalis Kejuaraan Dunia 2021 bersama Shin Seung-chan. Febriana/Meilysa juga kalah dari Lee/Baek pada babak kedua Denmark Terbuka, Oktober 2025.

Becermin dari penampilan pada babak kedua, Febriana/Meilysa masih harus belajar menghadapi situasi ketika lawan mengubah pola main. Mereka unggul 11-1 pada interval gim pertama, tetapi kesulitan menambah angka saat Tan/Muralitharan bermain lebih cepat di depan net. Tan berulang kali mencegat bola di atas net agar bisa menekan lebih awal.

Meilysa Trias Puspitasari melancarkan pukulan di dekat net pada babak kedua ganda putri turnamen Malaysia Terbuka di Kuala Lumpur, Kamis (8/1/2026). Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa menang atas Pearly Tan/Thinaah Muralitharan.

Atmosfer di stadion riuh ketika Tan/Muralitharan membuat skor menjadi 19-19. Itu berarti, mereka menambah 18 poin sejak interval, sedangkan Febriana/Meilysa hanya menambah delapan poin.

”Setelah unggul 11-1, kami melakukan kesalahan dengan sedikit mengendurkan tempo. Saat setting, kami hanya berpikir untuk terus mengejar bola. Selama belum jatuh, harus terus lanjut,” tutur Meilysa, yang untuk pertama kalinya lolos ke perempat final turnamen Super 1000.

Febriana mengatakan, setelah lawan menyalip pada gim awal, dia dan Meilysa bermain lebih nekat. ”Kami saling mengingatkan untuk terus berani. Pada poin-poin kritis tidak boleh terlalu hati-hati karena pada beberapa reli, kami bermain terlalu hati-hati hingga ragu-ragu saat memukul,” katanya.

Selain Tan/Muralitharan yang menjadi unggulan kedua, Kim Hye-jeong/Kong Hee-young (unggulan ketiga) juga tersingkir pada babak kedua. Mereka kalah dari pasangan Jepang, Kaho Osawa/Mai Watanabe, 21-23, 21-17, 19-21, setelah bertanding selama 1 jam 33 menit.

Revans Jonatan

Revans juga mewarnai pertandingan Jonatan Christie melawan Leong Jun Hao (Malaysia). Setelah tertinggal 0-5 pada awal pertandingan, Jonatan menang 21-18, 21-11.

Hasil itu membalas kekalahan tunggal putra Indonesia ranking keempat dunia tersebut pada pertemuan terakhir dengan Leong. Mereka bertemu pada babak kedua Singapura Terbuka 2025 dan Jonatan kalah.

Jonatan Christie melakukan ”forehand” saat melawan Leong Jun Hao (Malaysia) pada babak kedua Malaysia Terbuka di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Kamis (8/1/2026). Jonatan menang, 21-18, 21-11.

”Pertandingan terakhir (Singapura Terbuka) kalah dengan permainan yang kurang tenang, permainan yang terlalu terburu-buru. Hari ini, saya mencoba mengontrol jalannya pertandingan, mengontrol diri juga untuk lebih tenang, lebih sabar, dan saya rasa itu cukup berhasil,” kata Jonatan, yang akan melawan Kodai Naraoka (Jepang) pada perempat final.

Saat Jonatan dan Febriana/Meilysa sudah membalas kekalahan dari lawan, kesempatan revans didapat ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dalam perempat final. Mereka akan berhadapan dengan Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty (India). Fajar/Fikri melaju ke perempat final setelah mengalahkan Chen Zhi Ray/Lin Yu Chieh (Taiwan), 21-19, 21-19, sedangkan Rankireddy/Shetty menang atas Junaidi Arif/Roy King Yap (Malaysia), 21-18, 21-11.

Rankireddy/Shetty menjadi salah satu pasangan yang mengalahkan Fajar/Fikri pada penyisihan grup Final BWF, Desember lalu. Kekalahan dari pemain top dunia lainnya, Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia) dan Liang Wei Keng/Wang Chang (China), membuat Fajar/Fikri gagal ke perempat final dalam turnamen penutup rangkaian BWF World Tour tersebut.

”Pasangan India mempunyai speed and power yang luar biasa. Pastinya, kami ingin membalas kekalahan. Semoga kami bisa menampilkan yang terbaik. Dan, yang pasti, kami harus menjaga kondisi dengan baik, recovery yang baik, karena cukup menguras tenaga pertandingan hari ini,” kata Fajar.

Tiket perempat final juga didapat Putri Kusuma Wardani setelah kehilangan gim pertama dengan telak saat melawan Zhang Beiwen pada babak kedua. Putri menang, 5-21, 21-16, 21-18.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti