Alwi Farhan lolos ke perempat final turnamen Singapura Terbuka 2026. Ia melaju setelah mengalahkan pebulu tangkis tunggal putra nomor satu dunia.
28 Mei 2026 19:51 WIB · Olahraga
Humas PP PBSI
SINGAPURA, KAMIS — Penantian Alwi Farhan, tunggal putra Indonesia, untuk melawan Shi Yu Qi terwujud pada perempat final turnamen bulu tangkis Singapura Terbuka 2026. Tak hanya berhadapan dalam pertandingan, Alwi juga mendapatkan kemenangan terbesar dengan mengalahkan tunggal putra nomor satu dunia itu.
Momen tersebut terjadi di Singapore Indoor Stadium, Kamis (28/5/2026). Alwi menang dengan skor 21-16, 19-21, 21-14. Setelah memenangi pertandingan yang menguras tenaga dan menguji kemampuannya itu, Alwi memeluk Indra Widjaja, pelatih tunggal putra pelatnas Indonesia, di luar lapangan dengan agak lama. Atlet berusia 21 tahun itu terlihat begitu lega.
Seusai pertandingan, Alwi menjelaskan, dia lega karena mengalami momen sulit pada kejuaraan beregu Piala Thomas di Horsens, Denmark, 24 April-3 Mei. Indonesia tersisih pada penyisihan grup untuk pertama kalinya. Alwi menjadi salah satu atlet yang tampil tak sesuai harapan.
Diturunkan dalam tiga pertandingan Indonesia, saat itu, Alwi hanya sekali menang saat melawan pemain Aljazair. Dia kalah dari Panitchapon Teeraratsakul (Thailand) dan Alex Lanier (Perancis).
”Momen Piala Thomas cukup berat bagi saya. Jadi, ini pengalaman untuk membuktikan bahwa saya bisa melawan rasa takut dan cemas,” kata Alwi yang akan berhadapan dengan Kodai Naraoka pada perempat final.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/28/bda71ea5882536373bce5a9e8c9751e7-WhatsApp_Image_2026_05_28_at_17.16.12.jpeg)
Pertandingan melawan Shi, pemilik 15 gelar juara BWF World Tour dan juara dunia 2025, dinilai Alwi sebagai pengalaman berharga. Apalagi, laga ini begitu dinanti setelah beberapa kali mendapat peluang bertemu, tetapi pada akhirnya batal.
Pada 2026, Alwi memiliki kesempatan bertemu Shi pada perempat final Kejuaraan Asia di Ningbo, China, pada April. Akan tetapi, Alwi kalah pada babak kedua dari Naraoka. Peluang pertemuan pada babak kedua Denmark Terbuka 2025 juga tak jadi terwujud setelah Alwi kalah pada babak pertama. Adapun kesempatan berhadapan di Perancis Terbuka 2025 tak terjadi karena Shi mengundurkan diri dari turnamen.
Belajar dari pengalaman lain, ketika saya terlalu ingin menang malah membuat blunder. Jadi, ketika lepas gim kedua, saya coba lebih tenang.
Sebelum bertemu Shi, Alwi memiliki pengalaman bertemu tunggal putra top dunia lainnya. Juara Indonesia Masters ini pernah menantang Kunlavut Vitidsarn, Chou Tien Chen, Jonatan Christie, Li Shi Feng, Anders Antonsen, dan Viktor Axelsen dengan hasil lebih sering kalah.
Maka, kemenangan atas Shi menjadi kemenangan terbaik Alwi sejak bersaing di arena BWF World Tour secara penuh pada 2025. Namun, Alwi tidak ingin terlena karena masih ada laga lain yang tak kalah penting, termasuk tantangan terdekat untuk melawan Naraoka.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/28/b22ce8fae3b87b53b9dff64149e399b5-WhatsApp_Image_2026_05_28_at_17.16.03.jpeg)
Salah satu pelajaran berharga yang didapat dari pertemuan dengan Shi adalah cara dia menjaga fokus dalam kondisi apa pun. Saat tertinggal, atlet berusia 30 tahun itu bisa mendekat dan berbalik unggul seperti yang dilakukannya pada gim kedua. Pada awal gim ketiga, Shi tertinggal jauh 1-7, lalu menyamakan posisi pada skor 9-9, 11-11, dan 12-12.
”Saat unggul, saya tahu Shi Yu Qi akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengejar. Selain itu, belajar dari pengalaman lain, ketika saya terlalu ingin menang malah membuat blunder. Jadi, ketika lepas gim kedua, saya coba lebih tenang, balikin fokusnya karena pertandingan belum selesai,” tutur Alwi.
Selain Alwi, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri melanjutkan perjalanan ke perempat final setelah mengalahkan Daniel Lundgaard/Mads Vestergaard (Denmark). Berbeda dengan babak pertama yang dimenangi dalam tiga gim, kali ini Fajar/Fikri menang 21-13, 21-12 dan akan berhadapan dengan lawan berat, Goh Sze Fei/Nur Izuddin (Malaysia), pada laga berikutnya.
”Saya sudah sering bertemu Goh/Nur, baik saat pasangan Rian atau dengan Fikri. Mereka pemain yang berpengalaman dan tidak banyak melakukan kesalahan sendiri. Kami akan mempelajari lagi setiap permainan mereka bersama pelatih dan video analis,” kata Fajar.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/28/19582d9b4c6359bb4befc962a32d0b50-WhatsApp_Image_2026_05_28_at_14.39.17.jpeg)
Fajar/Fikri dan Alwi menjadi dua wakil Indonesia tersisa di Singapura Terbuka 2026 karena Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani kalah dari Kang Khai Xing/Aaron Tai (Malaysia) 19-21, 17-21.
”Kami pernah bertemu tahun lalu dan tahun ini mereka jauh lebih matang dan percaya diri. Mungkin karena sudah sering main di level atas. Mereka adalah salah satu pasangan yang harus diwaspadai karena dua-duanya punya pukulan yang bagus. Selain itu, kami pun banyak melakukan kesalahan sehingga momentum permainan berbalik ke mereka,” tutur Sabar yang bertekad tampil lebih baik di Indonesia Terbuka 2026 pada 2-7 Juni mendatang.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
FX Sukoto