Kena Tarif Trump 19 Persen, Komoditas Indonesia Diyakini Masih Bisa Bersaing

Penerapan bea masuk nol persen untuk produk-produk asal AS yang masuk pasar Indonesia pun tak akan terlampau memengaruhi pendapatan negara.

22 Jul 2025 22:07 WIB · Ekonomi & Bisnis

Oleh Iqbal Basyari, Nina Susilo

JAKARTA, KOMPAS — Kendati kena tarif 19 persen, komoditas Indonesia yang masuk Amerika Serikat diyakini masih mampu bersaing. Komoditas andalan Indonesia masih produk tekstil, alas kaki, furnitur, dan elektronik keperluan rumah tangga.

”Kita akan terus mendorong tekstil, produk tekstil. Kemudian juga kita akan bicara furnitur, sepatu, apparel. Kemudian juga kita punya produk seperti barang-barang manufaktur. Itu juga home appliance electronic itu masih bisa masuk dengan harga sekian,” tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto seusai mengikuti rapat terkait kawasan ekonomi khusus (KEK) dan RAPBN 2026 yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/7/2025).

Hadir dalam rapat ini antara lain Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan P Roeslani, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, serta Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Terkait komoditas utama yang akan dikirim ke AS, Airlangga mengatakan, saat ini masih menunggu waktu pemesanan dan pengiriman.

Menurut dia, penerapan bea masuk nol persen untuk produk-produk asal AS yang masuk pasar Indonesia pun tak akan terlampau memengaruhi pendapatan negara. Sebab, beberapa komoditas memang sudah mendapatkan tarif nol persen, seperti gandum.

Namun, Airlangga tak menjelaskan alasan AS sebelumnya menerapkan tarif 32 persen apabila beberapa komoditasnya memang sudah mendapatkan tarif nol persen. Kebijakan Presiden AS Donald Trump yang mengenakan tarif resiprokal 32 persen untuk produk Indonesia ini membuat Pemerintah Indonesia berupaya menegosiasikan penurunan tarif. Trump meradang karena neraca perdagangan dengan Indonesia defisit 19 miliar dollar AS tahun lalu.

Baru pada 16 Juli lalu, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan kesepakatan tarif telah dicapai dengan Presiden Trump. Produk Indonesia yang masuk AS dikenai tarif 19 persen, sedangkan produk AS yang masuk Indonesia  nol persen alias tak dikenai tarif.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan P Roeslani meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan seusai mengikuti rapat terkait kawasan ekonomi khusus (KEK) di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/7/2025).

Tak hanya itu, Indonesia memberikan komitmen untuk mengimpor lebih banyak produk AS sebagai kompensasi defisit perdagangan tahun sebelumnya. Komitmen ini adalah mengimpor produk energi AS senilai 15 miliar dollar AS dan produk pertanian AS senilai 4,5 miliar dollar AS. Indonesia juga membeli 50 pesawat Boeing untuk maskapai Garuda Indonesia.

Terkait dengan detail impor migas dari AS, Airlangga mengatakan volume yang diperlukan masih diperhitungkan sesuai kebutuhan di Indonesia. ”Jadi, barangnya yang kita akan beli dalam bentuk LPG, refined product, crude (oil). Jadi, kombinasi dari itu,” ucapnya menambahkan.

Pengiriman pertama juga masih menunggu perjanjian terkait kerangka kerja penerapan pembelian.

KEK dorong investasi

Komoditas yang diproduksi di kawasan ekonomi khusus (KEK) pun, menurut Airlangga, akan masuk pasar Amerika Serikat. Saat ini, di Indonesia sudah ada 24 KEK dengan dua puluh di antaranya telah beroperasi.

Rosan Roeslani 
Menteri Investasi dan Hilirisasi /Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) 

Kompas/Riza Fathoni (RZF)

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani mengatakan, capaian investasi di KEK selama 2024 melebih target yang ditetapkan. Investasi yang masuk mencapai Rp 90,1 triliun, di atas target yang telah ditetapkan sebesar Rp 78,1 triliun. Penyerapan tenaga kerja dari investasi tersebut juga melebihi target, yakni 47.747 tenaga kerja dari target 38.953 orang.

Selain itu, jumlah pelaku usaha yang beraktivitas di kawasan KEK selama tahun 2024 bertambah sebanyak 72 pelaku usaha dibandingkan tahun sebelumnya.

Dengan demikian, secara kumulatif sejak 2012 hingga 2024, KEK telah menghimpun investasi sebesar Rp 263,4 triliun dengan jumlah pelaku usaha mencapai 403 serta dan menciptakan lapangan kerja bagi 160.874 orang.


Kerabat Kerja

Penulis:

Iqbal Basyari, Nina Susilo
 | 

Editor:

A. Ponco Anggoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra