Kepausan Paus Fransiskus dalam Angka

Paus Fransiskus adalah paus ke-266 dan paus pertama dari Amerika Latin.

22 Apr 2025 06:00 WIB · Internasional

Oleh Luki Aulia

Berikut ini beberapa statistik tentang pemimpin tertinggi Gereja Katolik Roma Paus Fransiskus yang meninggal pada usia 88 tahun di Vatikan, Senin (21/4/2025).

Pemilihan

Kardinal Jorge Mario Bergoglio dari Argentina terpilih menjadi paus pada 13 Maret 2013. Ia menjadi paus ke-266 dan merupakan paus pertama dari wilayah Amerika Latin. Ia adalah paus pertama yang memakai nama Fransiskus.

Kepausan

Paus Fransiskus menjabat lebih lama dari 265 masa kepausan sebelumnya. Rata-rata masa kepausan sebelumnya 7,5 tahun. Ia juga merupakan paus tertua kedua dalam sejarah. Paus terakhir yang menjabat yang berumur lebih panjang dari Fransiskus adalah Leo XIII.

Leo XIII berusia 93 tahun ketika meninggal pada 1903. Sebelum Leo XIII, tidak ada catatan yang dapat diverifikasi tentang usia paus. Pendahulu Fransiskus, Benediktus XVI, meninggal pada usia 95 tahun. Namun, ia sudah pensiun sebagai paus saat berusia 85 tahun.

Para kardinal

Saat ini terdapat 252 kardinal yang memberi nasihat kepada paus. Mereka juga yang menjalankan keuskupan-keuskupan besar di seluruh dunia dan sering kali memimpin departemen-departemen dalam birokrasi Vatikan. Saat ini, sebanyak 135 kardinal berusia di bawah 80 tahun.

Menurut hukum Gereja, mereka memenuhi syarat untuk mengikuti konklaf guna memilih paus setelah Fransiskus meninggal atau pensiun. Mereka dikenal sebagai kardinal elektor dan Fransiskus menunjuk 109 orang dari mereka. Para elektor lainnya ditunjuk oleh para pendahulunya.

Perjalanan apostolik

Fransiskus sudah melakukan 47 perjalanan apostolik ke luar Vatikan. Ia mengunjungi lebih dari 65 negara dan teritori dan menempuh jarak lebih dari 465.000 kilometer. Ia pernah mengunjungi Brasil pada 2013. Pada 2014, ia mengunjungi Jordania, Palestina, Israel, Korea Selatan, Albania, Perancis, dan Turki.

Pada 2015, Paus Fransiskus melawat ke Sri Lanka, Filipina, Bosnia-Herzegovina, Ekuador, Bolivia, Paraguay, Kuba, Amerika Serikat, Kenya, Uganda, dan Republik Afrika Tengah. Pada 2016, ia ke Meksiko, Yunani, Armenia, Polandia, Georgia, Azerbaijan, dan Swedia.

Paus Fransiskus juga pernah ke Mesir, Portugal, Kolombia, Myanmar, dan Bangladesh pada 2017. Ia lalu ke Chile, Peru, Swiss, Irlandia, Lituania, Latvia, dan Estonia (2018). Pada 2019, Paus ke Panama, Uni Emirat Arab, Maroko, Bulgaria, Makedonia Utara, Rumania, Mozambik, Madagaskar, Mauritius, Thailand, dan Jepang.

Paus Fransiskus berada di tengah-tengah para siswa, komunitas kaum muda lintas iman dan beberapa tamu undangan setelah beraudiensi dengan komunitas pemuda yang diinisiasi oleh Scholas Occurrentes di Gedung Grha Pemuda, kompleks Gereja Katedral, Jakarta, Rabu (4/9/2024). Pertemuan tersebut mengakhiri agenda hari kedua kunjungan Paus Fransiskus di Indonesia. Scholas Occurrentes merupakan gerakan pemuda yang diinisiasi oleh Paus Fransiskus saat masih menjadi Uskup Buenos Aires, Argentina. Gerakan ini mempertemukan kaum muda secara inklusif dan menetapkan aksi bersama mengimplementasikan nilai-nilai universal dalam hidup bermasyarakat. INDONESIA PAPAL VISIT COMMITTEE/ RADITYA HELABUMI 04-09-2024

Setelah pada 2020 tidak melawat ke luar negeri karena pandemi Covid-19, Paus Fransiskus pada 2021 berada di Irak, Slovakia, Hongaria, Yunani, dan Siprus. Tahun berikutnya ia ke Malta, Kanada, Kazakhstan, dan Bahrain.

Tahun 2023 Paus Fransiskus mengunjungi Kongo, Sudan Selatan, Portugal, Mongolia, dan Perancis. Kemudian pada 2024, ia berada di Indonesia, Singapura, Timor Timur, Papua Niugini, Belgia, Luksemburg, dan Pulau Corsica di Perancis.

Ia mengadakan sekitar 37 perjalanan di Italia, dimulai dengan Pulau Lampedusa yang menjadi titik pendaratan bagi para migran yang menyeberangi Laut Tengah dalam perjalanan menuju Eropa pada Juli 2013.

Orang kudus

Paus Fransiskus mengangkat lebih dari 900 orang kudus baru, termasuk para pendahulunya, Yohanes XXIII, Yohanes Paulus II, dan Paulus VI, serta Bunda Teresa dari Kalkuta dan Uskup Agung El Salvador Oscar Romero yang terbunuh pada 1980.

Jumlah tersebut termasuk para Martir Otranto, penduduk kota di Italia selatan yang dibunuh pasukan Ottoman pada 1480. Vatikan menyebutkan, jumlah mereka sekitar 800 orang. Ia membeatifikasi lebih dari 1.350 orang. Beatifikasi adalah langkah terakhir sebelum menjadi orang kudus.

Ensiklik

Ensiklik merupakan bentuk dokumen kepausan yang paling penting. Fransiskus menulis empat ensiklik, dimulai pada 2013 dengan Lumen Fidei (Cahaya Iman) tentang pentingnya iman Kristen, yang sebagian ditulis Paus Benediktus.

Pada 2015, ia merilis Laudato Si (Terpujilah Tuhan) yang menyerukan tindakan segera terhadap perubahan iklim. Ia memperbarui karya ini pada 2023 dengan Seruan Apostolik, Laudate Deum (Puji Tuhan), di mana ia mengimbau para penyangkal perubahan iklim dan politisi yang lamban untuk berubah pikiran.

Pada tahun 2020, ensiklik Fratelli Tutti (Semua Saudara) membahas masalah solidaritas di antara orang-orang di dunia pascapandemi Covid-19. Pada 2024, ensiklik Dilexit Nos (Ia Mencintai Kita) mendesak umat Katolik untuk meninggalkan ”pengejaran gila-gilaan” akan uang dan sebaliknya mengabdikan diri pada iman mereka. Ia juga menulis sejumlah dokumen penting lainnya, seperti Konstitusi Apostolik dan Nasihat Apostolik. (REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Luki Aulia
 | 

Editor:

Fransisca Romana Ninik W
 | 

Penyelaras Bahasa:

Rosdiana Sitompul