Kepuasan Publik 80,9 Persen, Ini Respons Istana

Harapan dan penilaian masyarakat menjadi penambah semangat bagi pemerintah sekaligus alarm pengingat untuk menjaga harapan dan keyakinan yang tinggi tersebut.

20 Jan 2025 13:03 WIB · Politik & Hukum

Oleh Cyprianus Anto Saptowalyono, Iqbal Basyari

JAKARTA, KOMPAS — Tingginya tingkat kepuasan publik menjelang 100 hari pertama pemerintahan menjadi alarm pengingat bagi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk menjaga harapan dan keyakinan publik. Pemerintah tidak akan lengah sedikit pun karena penilaian positif dari masyarakat bisa turun.

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi mengatakan, harapan dan penilaian masyarakat yang tecemin dari survei Litbang Kompas akan menjadi penambah semangat bagi pemerintahan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran untuk terus bekerja keras.

”Sekaligus juga sebagai alarm pengingat bahwa harapan dan keyakinan yang amat tinggi dari masyarakat harus tetap dijaga, bahkan kalau bisa ditingkatkan. Ini butuh kerja keras dan kerja pintar. Sebab, jika lengah sedikit, harapan-harapan penilaian yang bagus dari masyarakat ini bisa turun,” ujar Hasan kepada Kompas, Senin (20/1/2025).

Quote

Sepanjang sejarah penyelenggaraan survei opini publik, yang secara khusus dilakukan untuk memotret penilaian publik terhadap kinerja pemerintahan, baru pada kesempatan kali ini tercatat apresiasi publik setinggi ini.

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi

Berdasarkan hasil survei opini publik yang dilakukan Litbang Kompas, 4-10 Januari 2025, mayoritas masyarakat mengungkapkan apresiasi mereka terhadap kinerja pemerintahan saat ini. Tidak kurang dari 80,9 persen responden yang tersebar di 38 provinsi negeri ini menyatakan rasa puas terhadap kinerja pemerintah. Sebaliknya, hanya 19,1 persen yang menyatakan tidak puas.

Tingginya derajat kepuasan publik yang terekspresikan dalam 100 hari jalannya usia Kabinet Merah Putih ini terbilang istimewa. Pasalnya, sepanjang sejarah penyelenggaraan survei opini publik, yang secara khusus dilakukan untuk memotret penilaian publik terhadap kinerja pemerintahan, baru pada kesempatan kali ini tercatat apresiasi publik setinggi ini.

Sebagai pembanding, survei 100 hari pemerintahan Presiden Joko Widodo yang diselenggarakan pada Januari 2015, misalnya, mencatatkan derajat kepuasan publik 65,1 persen. Sebaliknya, 34,9 persen publik merasa tidak puas. Begitu pula penilaian kepuasan periode selanjutnya, bahkan hingga periode kedua kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Apa yang ditorehkan kabinet pemerintahan saat ini mendulang apresiasi yang lebih besar.

Infografik Perbandingan Derajat Kepuasan terhadap 100 Hari Kinerja Pemerintahan

Hasan melanjutkan, masyarakat yakin dengan kesungguhan Prabowo-Gibran dan percaya bahwa saat ini pemerintah berada di rel yang benar. Tingkat keyakinan yang hampir 90 persen ini juga merepresentasikan dukungan publik yang memiliki harapan dan doa yang sama agar program pemerintahan Prabowo-Gibran bisa berjalan dengan baik.

Menurut Hasan, tingkat kepuasan 80,9 persen ini adalah respons terhadap apa yang sudah dilakukan pemerintah selama tiga bulan terakhir. Publik pun melihat dan merasakan bahwa pemerintah bergerak cepat merealisasikan janji-janji kampanye.

Beberapa di antaranya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sudah dimulai secara bertahap. Bahkan, pada Februari mendatang, pemerintah akan memberikan kado ulang tahun berupa fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis di puskesmas-puskesmas di seluruh Indonesia.

”Kementerian Kesehatan sudah sangat siap untuk menjalankan program ini. Diharapkan program ini bisa menjangkau 60 juta penerima manfaat. Serta program-program lainnya,” tutur Hasan.

Orangtua mendampingi anaknya menjalani pemeriksaan mata gratis dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-60 di Jakarta Convention Center, Senin (11/11/2024). Rangkaian acara peringatan Hari Kesehatan Nasional Ke-60 yang digelar Dinas Kesehatan DKI Jakarta ini mengusung tema "Gerak Bersama, Jakarta Berdaya". Berlangsung pada 11-12 November 2024, acara ini diramaikan dengan pameran, gelar wicara, lolakarya, dan berbagai lomba. KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA) 11-11-2024

Di sisi lain, Hasan melanjutkan, komitmen keberpihakan pemerintah kepada rakyat kecil juga ditunjukkan dengan serius. Sekitar dua minggu setelah dilantik, Presiden Prabowo telah menandatangani peraturan pemerintah tentang pemutihan utang-utang UMKM, koperasi, petani, dan nelayan. Termasuk menjelang akhir tahun 2024, Presiden memutuskan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai hanya untuk barang-barang mewah yang terkena PPnBM.

Selain itu, niat Presiden Prabowo untuk membentuk sebuah ”Super Team Total Football” berjalan sesuai harapan. Para menteri bekerja keras setiap hari, bahkan di akhir pekan dan hari libur. Kekompakan sudah mulai terbentuk sejak retret di Magelang, Jawa Tengah.

”Tidak ada lagi ego sektoral. Semua menteri bahu-membahu bekerja merealisasikan arahan Presiden. Banyak hal yang dapat selesai dengan cepat ketika menteri-menteri duduk bersama,” kata Hasan.

Aditya Perdana *** Local Caption *** Aditya Perdana, Direktur Eksekutif Algoritma Research and Consulting; Dosen Ilmu Politik FISIP Universitas Indonesia

Direktur Eksekutif Algoritma Research and Consulting Aditya Perdana menilai, konsolidasi yang dilakukan oleh Prabowo di awal pemerintahan cenderung berhasil. Prabowo mampu mengonsolidasikan kelompok yang mendukung dan tidak mendukung di Pilpres 2024 agar mendukung pemerintahan.

Di sisi lain, program-program populis yang dirasakan publik secara luas telah dilaksanakan. Program-program seperti MBG, subsidi listrik, bantuan sosial, serta pembatalan pelaksanaan PPN 12 persen membuat dukungan publik langsung meningkat.

”Tidak mudah menjaga kepercayaan publik yang tinggi di awal pemerintahan. Harus diikuti dengan kerja nyata yang dirasakan langsung oleh publik,” ujar Aditya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Cyprianus Anto Saptowalyono, Iqbal Basyari
 | 

Editor:

Cyprianus Anto Saptowalyono